TRENDING NOW

Serang – Honda Basketball League (HBL) 2026 di lima wilayah Banten resmi menuntaskan rangkaian kompetisinya. Sebanyak 20 tim terbaik kategori putra dan putri dari Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Cilegon, dan Pandeglang berhasil mengamankan posisi juara dan runner-up untuk melanjutkan persaingan ke babak playoff yang akan berlangsung pada 14–19 September 2026.

HBL 2026 mempertemukan tim-tim pelajar dari berbagai sekolah di Banten dalam persaingan olahraga basket yang kompetitif. Selain menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan di lapangan, kompetisi ini turut mendorong pelajar untuk membangun sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta mental berkompetisi.

Dari Kota Serang, SMAN 1 Kota Serang berhasil meraih juara pertama kategori putra, disusul SMAN 2 Kota Serang sebagai juara kedua. Pada kategori putri, SMAN 1 Kota Serang juga menjadi juara pertama dan SMAN 2 Kota Serang menempati posisi kedua.
Di Kabupaten Lebak, SMAN 1 Rangkas menjadi juara pertama kategori putra, sementara SMAN 1 Malingping berada di posisi kedua. Pada kategori putri, SMAN 1 Malingping meraih juara pertama dan SMAN 2 Rangkas sebagai juara kedua.

Sementara itu, Kabupaten Serang menempatkan SMA Al-Bayan sebagai juara pertama putra dan SMA Nurul Fikri sebagai juara kedua. Untuk kategori putri, SMAN 1 Ciruas berhasil menjadi juara pertama, disusul SMAN 1 Waringin Kurung sebagai juara kedua.

Persaingan di Cilegon menghasilkan SMAN 1 Cilegon sebagai juara pertama putra dan SMAN 2 KS Cilegon sebagai juara kedua. Pada kategori putri, SMAN 2 KS Cilegon menjadi juara pertama dan SMAN 1 Cilegon sebagai juara kedua.

Adapun dari Pandeglang, SMA CMBBS berhasil meraih juara pertama kategori putra, sedangkan SMAN 2 Pandeglang menempati posisi kedua. Pada kategori putri, SMAN 1 Pandeglang menjadi juara pertama dan SMAN 2 Pandeglang sebagai juara kedua.

Manager Marketing PT Mitra Sendang Kemakmuran, Justie Bekti Permana, menyampaikan bahwa HBL menjadi bagian dari komitmen Honda dalam mendukung aktivitas positif generasi muda melalui olahraga.

“Melalui Honda Basketball League, kami ingin memberikan pengalaman kompetisi yang positif bagi para pelajar. Tidak hanya kemampuan bermain basket yang diasah, tetapi juga bagaimana mereka membangun kerja sama, menjaga disiplin, menghargai lawan, dan memiliki mental untuk terus berkembang,” ujar Justie.

Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta di lima wilayah menunjukkan olahraga basket memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pelajar Banten. Menurutnya, pengalaman selama mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus mengembangkan potensi dan mengejar prestasi.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta, sekolah, pelatih, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung HBL 2026 hingga seluruh rangkaian kompetisi wilayah selesai. Selamat kepada tim yang berhasil melaju ke babak playoff. Semoga dapat memberikan kemampuan terbaik dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan kompetisi di lima wilayah, 20 tim yang terdiri dari juara dan runner-up kategori putra dan putri akan kembali berkompetisi pada babak playoff HBL 2026. Tahap ini menjadi kesempatan bagi tim terbaik dari masing-masing wilayah untuk melanjutkan perjuangan dan memperebutkan golden tiket menuju DBL, posisi tertinggi dalam kompetisi basket pelajar Honda di Banten. (*/Yogi)
Serang – Dukungan mobilitas bagi mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNBAJA) selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik resmi dituntaskan. Setelah digunakan untuk menunjang aktivitas mahasiswa di lapangan, 11 unit sepeda motor yang dipinjamkan oleh PT Mitra Sendang Kemakmuran secara simbolis diserahkan oleh UNBAJA kepada Honda Banten, Rabu (9/9/2026).

Penyerahan berlangsung di lingkungan UNBAJA dan dihadiri oleh Wakil Rektor UNBAJA, Rizki Fathullah, S.Kom., M.TI., serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNBAJA, Alamsyah Basri, ST., MH. Dari Honda Banten, hadir Manajer Marketing PT Mitra Sendang Kemakmuran, Justie Bekti Permana.

Sebelas unit sepeda motor tersebut sebelumnya menjadi sarana pendukung mobilitas mahasiswa dalam menjalankan rangkaian kegiatan KKM Tematik. Kehadiran unit kendaraan membantu mahasiswa dalam menjangkau berbagai lokasi kegiatan selama melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.

Manajer Marketing PT Mitra Sendang Kemakmuran, Justie Bekti Permana, menyampaikan bahwa dukungan kendaraan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Honda Banten dalam mendukung aktivitas pendidikan sekaligus kegiatan mahasiswa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Selama KKM, mahasiswa memiliki banyak aktivitas yang membutuhkan mobilitas. Kami berharap 11 unit yang kami pinjamkan dapat membantu mereka menjalankan kegiatan dengan lebih leluasa dan menjangkau masyarakat di lokasi KKM. Hari ini setelah rangkaian kegiatan selesai, unit diserahkan kembali secara simbolis kepada Honda Banten,” ujar Justie.

Sementara itu, Wakil Rektor UNBAJA, Rizki Fathullah, S.Kom., M.TI., mengapresiasi dukungan Honda Banten yang telah membantu kebutuhan mobilitas mahasiswa selama pelaksanaan KKM Tematik.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Honda Banten dan UNBAJA dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat.

Setelah menyelesaikan masa pemanfaatannya, 11 unit sepeda motor tersebut diserahkan secara simbolis kepada Honda Banten sebagai penanda berakhirnya dukungan mobilitas untuk rangkaian KKM Tematik UNBAJA. (*/yogi)


Jakarta  Pekan kedua Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 resmi dibuka hari ini. Diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta dengan mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, IEE Series - Engineering Week 2026 menghadirkan delapan sektor industri strategis dalam satu rangkaian penyelenggaraan, yang menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk bersama-sama melihat perkembangan teknologi, kebutuhan infrastruktur, pengelolaan sumber daya, hingga bagaimana menghadapi tantangan ketahanan yang kelak turut membentuk arah industri ini di Indonesia.  

Gelaran IEE Series - Engineering Week 2026 dipadati 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan dengan total area pameran mencapai lebih dari 88.000 meter persegi, termasuk pemanfaatan pertama hall baru JIExpo Kemayoran yang siap mempertemukan pelaku industri dan menjawab tantangan transformasi.  

Dibuka oleh Lia Indriasari, selaku Country General Manager Pamerindo Indonesia, dan menegaskan bahwa keberagaman sektor dan skala partisipasi tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan industri yang semakin terhubung. 

“Bagi kami Engineering Week, yang membawa tema Sustainability for Industrial Transformation merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berupaya menyediakan platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor industri, terlebih manakala kebutuhan antarindustri semakin saling terhubung. Kami berharap forum ini akan melahirkan kemitraan strategis, solusi yang inovatif, dan komitmen bersama yang dapat langsung diimplementasikan di lapangan pada berbagai sektor. Ini bisa diwujudkan melalui kolaborasi antarpemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” ujar Lia. 

Keterhubungan tersebut tercermin dalam delapan sektor yang dihadirkan dalam Engineering Week 2026. Pada sisi pengolahan sumber daya dan material, Mining Indonesia merepresentasikan sektor sumber daya dan pertambangan; Oil & Gas Indonesia berperan dalam ekosistem energi dan industrial operations; sementara GIFA Indonesia & METEC Indonesia membawa teknologi pengecoran logam, pengolahan logam, dan metalurgi yang mendukung peningkatan nilai tambah material dan manufaktur. 

Rangkaian tersebut kemudian diperkuat oleh sektor-sektor yang menopang pembangunan dan keberlangsungan aktivitas industri. Construction Indonesia dan Concrete Show South-east Asia–Indonesia merepresentasikan kebutuhan pembangunan infrastruktur serta teknologi material konstruksi; Water Indonesia berfokus pada pengelolaan air dan utilitas; sementara ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference) membawa perspektif manajemen bencana, keselamatan sipil, kesiapsiagaan, dan ketahanan. Kehadiran delapan sektor tersebut dalam satu rangkaian memperlihatkan keterkaitan antara ketersediaan sumber daya dan energi, pengolahan material, pembangunan infrastruktur, pengelolaan utilitas, hingga kesiapan menghadapi risiko. 

Keterhubungan antarsektor tersebut pada akhirnya menempatkan keberlanjutan bukan sebagai agenda yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari cara industri merencanakan dan menjalankan pembangunan. Karena itu, penguatan ekosistem industri membutuhkan kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan, sumber daya, dan kapasitas yang ada. Hal ini menjadi salah satu perhatian Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Febrian Alphyanto Ruddyard, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarinstitusi untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik. Menurutnya, kualitas pembangunan ditentukan dari bagaimana kita merencanakan, berinvestasi, membangun, dan mengukur kemajuan. Demi mendukung kolaborasi antarsektor tersebut, beliau menekankan, “jadi tantangan saat ini bukanlah sekadar menciptakan lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau lembaga. Elemen-elemen tersebut sudah kita miliki. Tantangannya adalah membuat semuanya bekerja sama, bekerja bersama menuju sistem pertanggungjawaban bersama dan mendukungnya melalui informasi yang terpadu, pembiayaan yang terkoordinasi, serta akuntabilitas bersama,” ujarnya. 

Kolaborasi tersebut juga menjadi penting ketika industri dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing. Selaras dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan ketahanan industri nasional, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, turut menegaskan pentingnya efisiensi berbasis teknologi dalam sambutan pembukaannya. “Transformasi industri Indonesia perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan yang disertai dengan penguatan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi. Potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia harus dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Karena itu, pengembangan industri ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga bagaimana memperkuat rantai nilai, meningkatkan daya saing, dan memastikan sumber daya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya. 

Dari perspektif tersebut, keberlanjutan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kinerja dan daya saing industri. Efisiensi penggunaan energi dan material, peningkatan produktivitas, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, keselamatan operasional, pengelolaan air, hingga kemampuan menghadapi risiko menjadi bagian dari kebutuhan industri yang semakin mendesak. Dengan demikian, transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan adopsi teknologi, tetapi juga dengan kemampuan membangun sistem industri yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan. 

Tidak hanya sekadar pameran teknologi, rangkaian IEE Series – Engineering Week juga menghadirkan berbagai forum diskusi yang diisi oleh para thought leader di bidang masing-masing. Di sektor utilitas, menghadirkan Indonesia Water Forum (IWF) 2026. Forum yang diselenggarakan PERPAMSI dibuka dengan keynote speech oleh Nazib Faizal S.T., M.Sc, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, membahas mengenai arah tata kelola air minum untuk mewujudkan swasembada air menuju Indonesia Emas 2045, serta pembahasan mengenai transformasi tata kelola air minum dan air limbah di Indonesia. 

Dimensi ketahanan juga hadir melalui ADEXCO dan The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026. Ketika GFSR 2026 mempertemukan pemerintah, sektor swasta, akademisi, organisasi internasional, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas penguatan ketahanan berkelanjutan, ADEXCO menghadirkan berbagai pelaku industri yang terfokus pada pengelolaan bencana, perlindungan sipil, mitigasi, dan pemulihan. Kehadiran keduanya melengkapi perspektif IEE Series - Engineering Week bahwa pembangunan industri perlu mempertimbangkan bukan hanya kapasitas dan efisiensi, tetapi juga kemampuan menghadapi risiko dan menjaga keberlangsungan operasional. 

 

Melalui delapan sektor yang dipertemukan dalam satu platform, IEE Series – Engineering Week 2026 menunjukkan bahwa transformasi industri membutuhkan keterhubungan antara sumber daya, energi, material, infrastruktur, utilitas, teknologi, dan ketahanan. Pendekatan tersebut sejalan dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation”, yang menempatkan efisiensi, inovasi, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, ketahanan, dan kolaborasi sebagai bagian dari upaya membangun nilai industri dalam jangka panjang. 

IEE Series – Engineering Week 2026 berlangsung pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menghadirkan delapan pameran industri beserta rangkaian seminar, forum, business networking, dan program pendukung. Informasi mengenai rangkaian acara dan agenda Engineering Week 2026 dapat diakses melalui www.iee-series.com
no image

Jakarta, 09 September 2026 – Aktivitas vulkanik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia beberapa waktu ini kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada. Abu vulkanik yang terbawa angin tidak hanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan dan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang tetap harus melakukan mobilitas menggunakan sepeda motor.
 
Partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga mudah terbawa udara dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, hingga tenggorokan. Selain dampak terhadap kesehatan juga bisa menganggu kondisi jalan serta jarak pandang pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
 
Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui tim Safety Riding Promotion (SRP), mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan #Cari_Aman dalam setiap kondisi perjalanan. Tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, juga pengendara lain dan sesama pengguna jalan.
 
“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
 
Untuk membantu masyarakat tetap aman saat melakukan perjalanan, WMS melalui tim SRP membagikan enam hal penting yang perlu diperhatikan pengendara ketika menghadapi kondisi lingkungan dengan paparan abu vulkanik.
 
1. Gunakan Helm dengan Visor Tertutup
Penggunaan helm dengan visor tertutup penting untuk membantu melindungi wajah dan mata dari partikel abu yang beterbangan. Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga pastikan visor dalam kondisi bersih, tidak rusak, dan tetap memberikan pandangan jelas.
 
2. Gunakan Masker (Utamakan Masker N95)
Partikel abu vulkanik yang sangat kecil berpotensi terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Pengendara disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95, serta memastikan masker menutup hidung dan mulut dengan benar untuk membantu mengurangi paparan partikel dari udara.

3. Kurangi Kecepatan Berkendara
Kondisi jalan yang tertutup abu membutuhkan cara berkendara yang lebih safety. Pastikan kurangi kecepatan untuk dapat memiliki waktu pahami kondisi jalan, serta mengontrol sepeda motor dengan lebih baik ketika melintas di permukaan licin.
 
4. Tambah Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan menjadi semakin penting karena permukaan jalan yang tertutup abu dapat mengurangi daya cengkeram ban. Dengan memberikan ruang yang lebih jauh, pengendara memiliki waktu dan jarak yang cukup melakukan perlambatan apabila terjadi perubahan situasi secara mendadak.
 
5. Hindari Pengereman dan Manuver Mendadak
Jalan yang tertutup abu dapat menjadi lebih licin dibandingkan kondisi normal sehingga pengereman dan manuver mendadak perlu dihindari. Lakukan pengereman secara bertahap, serta lakukan perubahan arah dengan gerakan yang terukur agar keseimbangan sepeda motor tetap terjaga.
 
6. Jika Pandangan Terganggu, Jangan Dipaksakan
Apabila kondisi abu semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang, pengendara tidak perlu memaksakan untuk melanjutkan perjalanan. Segera kurangi kecepatan, cari tempat yang aman untuk berhenti, dan apabila memungkinkan berlindung di area tertutup hingga kondisi lingkungan lebih aman untuk melakukan perjalanan.
 
“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angina begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” lanjut Agus Sani.
 
Melalui berbagai kegiatan edukasi keselamatan berkendara, WMS bersama tim SRP terus mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi jalan dan lingkungan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pengendara perlu selalu siap menyesuaikan cara berkendara, menggunakan perlengkapan yang tepat, serta mengambil keputusan secara bijak.
 
Apa pun kondisinya, tetap #Cari_Aman, Jaga Diri, Jaga Sesama, dan Utamakan Keselamatan di Setiap Perjalanan. Kewaspadaan di tengah kondisi jalan yang berubah menjadi langkah penting untuk mencegah risiko dan memastikan perjalanan tetap aman bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (*/Yogi)
Jakarta, 9 September 2026 – Edisi ketiga dari pameran internasional di bidang pengecoran (foundry) dan metalurgi, GIFA Indonesia dan METEC Indonesia, resmi dibuka hari ini di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Menempati area pameran seluas lebih dari 8.000 meter persegi, pameran ini menghadirkan lebih dari 260 eksibitor global dari 19 negara guna memperkuat rantai nilai industri logam di Indonesia dan Asia Tenggara.

Berlangsung hingga Sabtu, 12 September, dua pameran yang diselenggarakan bersama oleh Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia (bagian dari Informa Markets) ini kembali hadir secara terintegrasi (co-located exhibition) berdampingan dengan Mining Indonesia ke-24, bagian dari rangkaian IEE Series - Engineering Week 2026. 
Sebagai platform terbesar di Asia Tenggara dalam bidang teknologi pengecoran logam, produksi baja, pengolahan dan manufaktur logam, GIFA dan METEC Indonesia diproyeksikan menarik lebih dari 6.000 pengunjung profesional. Pameran ini menghubungkan produsen peralatan, para pakar, pemasok bahan baku, hingga fabrikator logam industri dari seluruh dunia untuk menjawab ekspansi pasar manufaktur Indonesia dan Asia Tenggara yang tengah berkembang pesat. 

Menegaskan momentum strategis penyelenggaraan tahun ini, Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, menyatakan bahwa Indonesia sedang berada pada fase transformasi industri yang krusial. “Indonesia telah membuktikan bahwa mereka dapat membangun kapasitas dalam skala besar. 

Tantangan selanjutnya, dan peluang yang lebih besar, terdapat pada penguatan ekosistem hilir yang mengubah aluminium mentah menjadi produk bernilai tinggi dan kompetitif di tingkat internasional. GIFA dan METEC Indonesia 2026, bersama dengan Aluminium Pavilion yang baru, akan menyatukan industri pada titik kritis transformasi seraya menciptakan platform untuk berkolaborasi, berinovasi dan membuka kesempatan baru di seluruh rantai nilai aluminium,” ujar Lars Wismer. 

Pameran ini tak hanya menyediakan platform bisnis, namun juga membawa standar teknologi internasional secara langsung kepada produsen lokal. Pun, GIFA-METEC Indonesia tahun ini menjadi ajang berbagi ilmu dan keahlian rekayasa, memperkuat kemitraan bisnis, serta mengevaluasi teknologi yang saat ini sudah berjalan dengan fokus khusus pada efisiensi dan keberlanjutan. 

Etalase Teknologi Komprehensif di Area Pameran
Selama empat hari penyelenggaraan, GIFA dan METEC Indonesia menampilkan jajaran penyedia teknologi terkemuka dari Asia dan Eropa. Tak pelak ini memberikan kesempatan emas bagi pelaku industri domestik untuk berinteraksi langsung dengan eksibitor internasional. 
Anjungan internasional menampilkan inovasi dari berbagai negara mitra yang diwakili oleh beragam eksibitor, beberapa di antaranya yakni:

Tiongkok: dihadiri Metallurgical Corporation of China Ltd (MCC) dan Foshan Diamond Technology Co., Ltd yang menampilkan alat berat metalurgi seperti teknologi pemotongan logam presisi.
India: Diwakili oleh Ashapura International Limited yang membawa solusi multimineral serta Secure Meters yang menampilkan sistem manajemen energi digital untuk efisiensi fasilitas pemrosesan logam. 

Singapura: MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd memamerkan perangkat lunak simulasi pengecoran (casting simulation software) untuk meminimalkan cacat produksi coran. 

Austria: Diwakili oleh Qoncept Technology GmbH yang berfokus pada digitalisasi pabrik dan otomatisasi untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku mentah dan meningkatkan keamanan dalam pembuatan baja.

Jerman: Memamerkan solusi tungku induksi hemat energi oleh ABP Induction Systems GmbH dan komponen sistem katup pengaman manufaktur baja dari BEDA Oxygentechnik Armaturen GmbH.

Italia: Menghadirkan Servizi Lame di A. Marchesini yang membawa pisau pemotong presisi yang merupakan komponen penting bagi operasional fabrikasi aluminium untuk mengolah ingot menjadi lembaran (sheet), foil, kawat, dan produk hilir lainnya.

Spanyol: Hadir melalui KALFRISA, S.A.U. yang membawa sistem perlindungan lingkungan yang dirancang khusus untuk pabrik metalurgi padat energi. 
“Industri logam Indonesia sedang bergeser dari ‘seberapa banyak yang dapat kita produksi’ menjadi ‘apa yang dapat kita buat darinya’. Pergeseran itulah di mana GIFA dan METEC Indonesia berdiri. 

Dengan menyatukan perusahaan pengecoran, pengolahan aluminium, dan penyedia yang membawa teknologi tersebut dalam satu panggung pameran, kami memberikan pasar sebuah tempat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana keunggulan bahan baku Indonesia menjadi keunggulan manufaktur yang sesungguhnya,” ungkap Mr. Wismer. 

Pelaku industri terkemuka dalam negeri turut hadir dalam perhelatan ini melalui deretan produsen lokal, antara lain PT Wilisindomas Indahmakmur, PT CITEC Engineering Indonesia, PT Wintherm Bara Indonesia, PT Duta Laserindo Metal, PT Presisi Digital Modern Teknologi, dan dan masih banyak lagi, membuktikan peningkatan kapabilitas manufaktur industrial Indonesia.

Debut Aluminium Pavilion 
Edisi tahun ini menyoroti peresmian Aluminium Pavilion, area yang dikhususkan untuk menjawab peningkatan permintaan industri hilirisasi aluminium dalam negeri. Paviliun ini menampilkan teknologi di seluruh rantai manufaktur aluminium, mulai dari peleburan (smelting), persiapan paduan (alloy), ekstrusi, rolling, produksi kawat, pemotongan presisi, hingga daur ulang limbah logam (scrap metal).

Aluminum Pavilion hadir pada momen yang tepat seiring dengan ekspansi industri aluminium Indonesia serta berkembang pesatnya permintaan pasar terhadap komponen aluminium ringan. Material strategis ini di antaranya digunakan untuk produksi kendaraan listrik (EV), konstruksi bangunan, serta infrastruktur energi terbarukan. 

Lia Indriasari, Country General Manager PT Pamerindo Indonesia, mengatakan, “Dengan adanya kemajuan pembangunan smelter aluminium di Indonesia, perluasan kapasitas hilirisasi domestik merupakan langkah selanjutnya yang masuk akal. Aluminium Pavilion ini menyediakan akses langsung kepada teknologi yang dibutuhkan bagi para pelaku industri dalam negeri.”

Serial Diskusi Edukasi Industri
Melengkapi pameran alat berat, pameran kali ini menjadi ajang kolaborasi bagi asosiasi industri nasional untuk membagikan wawasan dalam menerjemahkan fungsi berbagai perangkat mutakhir menjadi pengetahuan teknis terapan di lapangan. 

Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) bermitra dengan Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO) menggelar seminar pada 10 September bertajuk “Accelerating Indonesia's Manufacturing Competitiveness Through Advanced Machinery, Automation, and Industrial Innovation” (Mempercepat Daya Saing Manufaktur Indonesia melalui Mesin Canggih, Otomatisasi, dan Inovasi Industri). Seminar ini tak hanya mengeksplorasi inovasi terbaru dalam peta jalan industri logam, tetapi juga akan membahas tantangan mendesak seperti peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan praktik industri rendah karbon. 

Wawasan industri juga akan dibagikan melalui serial Tech Talk yang menghadirkan 19 pakar industri, akademisi, dan perwakilan teknis perusahaan. Di antaranya Todd Hodge dari Inductotherm Indonesia yang akan berbagi mengenai penggunaan teknologi pemanasan induksi multi-zone sebagai alternatif yang efisien pada pabrik pengerolan baja, Gu Weixing dari EBNER Industrial Furnaces (Taicang) Co., Ltd. yang akan membahas solusi berkelanjutan penunjang produksi baja di kawasan Asia Tenggara, serta Aditya Wira Perdana dari PT Presisi Digital Modern Teknologi yang akan membawakan materi soal sistem fuel polishing, filtrasi, dan pemisahan air untuk melindungi peralatan industri berat pengguna bahan bakar campuran tinggi B50 biodiesel.

Komitmen Membangun Ekosistem Industri Logam Nasional
Penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menyediakan platform untuk memajukan industri pertambangan, pengecoran logam, dan metalurgi dalam negeri. Sebagai wadah yang mempertemukan beragam pemangku kepentingan dalam bidang ini, pameran ini berperan vital dalam membina ekosistem positif demi akselerasi perkembangan industri logam di masa depan. 

“Pameran ini lebih dari sekadar ajang komersial. Antusiasme eksibitor internasional dalam berpartisipasi pada edisi ketiga ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi metalurgi dan pengecoran logam di kawasan Asia Tenggara. Kami tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan platform ini sejalan dengan peta jalan industri Indonesia,” ujar Lia Indriasari. 

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia berlangsung hingga Sabtu, 12 September 2026 di Hall B dan C JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pendaftaran gratis bagi pengunjung profesional, jadwal seminar serta sesi presentasi Tech Talk dapat diakses melalui situs resmi www.gifa-indonesia.com dan www.metec-indonesia.com. (*/Yogi(
Serang – PT Mitra Sendang Kemakmuran menghadirkan Honda AT Family Day dengan rangkaian aktivitas olahraga dan kreatif bagi masyarakat di RRI Banten, Kota Serang, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari RRI Fest 2026 ini diisi dengan aerobic, melukis layang-layang, sketchwalk, hingga mural.

Beragam aktivitas tersebut memberikan pilihan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang berbeda. Aerobic menjadi aktivitas olahraga bersama, sementara melukis layang-layang, sketchwalk, dan mural mengajak pengunjung untuk menuangkan kreativitas melalui kegiatan seni.
Honda AT Family Day juga menjadi kesempatan bagi Honda Banten untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui aktivitas yang lebih beragam. Tidak hanya menghadirkan produk, kegiatan ini turut memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengikuti aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga maupun teman.

Marketing Manager PT Mitra Sendang Kemakmuran, Justie Bekti Permana, mengatakan Honda AT Family Day dirancang dengan menghadirkan kombinasi aktivitas olahraga dan kreatif agar pengunjung dapat menikmati kegiatan bersama Honda.

“Kami menghadirkan Honda AT Family Day dengan beberapa aktivitas yang bisa diikuti masyarakat, mulai dari aerobic, melukis layang-layang, sketchwalk, sampai mural. Jadi pengunjung tidak hanya datang untuk melihat produk, tetapi juga bisa ikut beraktivitas dan menikmati kegiatan bersama Honda,” ujar Justie.

Melalui Honda AT Family Day, PT Mitra Sendang Kemakmuran terus menghadirkan kegiatan yang mempertemukan Honda dengan masyarakat melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian dan dapat dinikmati bersama.(*/Yogi)