Lebih dari sekadar pameran otomotif, Honda Culture at Vault menghadirkan pengalaman yang membawa pengunjung menelusuri cerita di balik model-model ikonik Honda, dari warisan performa, inovasi engineering, hingga hubungan emosional yang tumbuh antara mobil dan penggunanya dari masa ke masa. Setiap model yang ditampilkan membawa konteks budaya yang berbeda, mulai dari motorsport, budaya street racing dan modifikasi, city pop Jepang era 1980-an, hingga lahirnya kultur Honda di Indonesia, yang menunjukkan bahwa mobil Honda tidak hanya menjadi bagian dari sejarah otomotif, tetapi juga dari memori, gaya hidup, dan perjalanan hidup banyak generasi.
Area pameran terbagi ke dalam dua tema utama. Di lantai pertama, Culture of Performance, menampilkan model-model performa legendaris Honda, termasuk Honda Prelude lintas generasi, Honda Integra, Honda S2000, Honda Civic Type R FL5 dari Honda Racing Indonesia, hingga Honda NSX. Melalui area ini, pengunjung diajak melihat bagaimana filosofi performa Honda dibangun bukan hanya melalui kecepatan atau tenaga, tetapi melalui presisi, karakter berkendara, dan koneksi emosional antara manusia dan mesin.
Di lantai kedua, Culture of Engineering, menampilkan perjalanan inovasi Honda melalui model-model yang mencerminkan keberanian mencoba ide baru di setiap zamannya, dari Honda T360 dan Honda Civic CVCC sebagai tonggak sejarah, hingga model langka seperti Honda City Cabriolet dan Honda CR-Z Mugen RZ, serta ikon Indonesia seperti Honda Civic Estilo, Honda Jazz, dan Honda Brio dari tim Honda Racing Indonesia. Koleksi ini dilengkapi dengan motor legendaris Honda CB750 dan CB450 sebagai representasi akar engineering Honda sejak era awal. Area ini memperlihatkan bagaimana semangat engineering Honda terus berkembang, menghadirkan solusi lebih cerdas dan pengalaman berkendara yang tetap fun to drive di berbagai era.
Selama periode berlangsung, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas mulai dari museum tour, sound experience dari berbagai mesin Honda, test drive, hingga program kolaborasi bersama komunitas dan kreator otomotif.
Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor mengatakan, “Setiap mobil Honda membawa cerita yang berbeda. Ada passion, memori, kreativitas, bahkan identitas yang tumbuh bersama mobil tersebut. Melalui Honda Culture at Vault, kami ingin menunjukkan bahwa kultur Honda tidak dibangun oleh mobil saja, tetapi juga oleh orang-orang yang merancang, mengendarai, merawat, hingga mewariskannya ke generasi selanjutnya.”
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal aktivitas dan program selama acara berlangsung, kunjungi akun Instagram resmi @hondaisme.
###
Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi menyerahkan Honda Prelude kepada 20 konsumen pertama di Indonesia dalam acara yang berlangsung di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan.
Bagi Honda, kembalinya Prelude bukan sekadar menghadirkan kembali sebuah nama legendaris, tetapi menghadirkan kembali filosofi berkendara yang selama ini menjadi jiwa Honda: sporty, emosional, dan menyenangkan. Filosofi tersebut kini memasuki babak baru melalui Honda Prelude terbaru, sebuah sport hybrid yang membawa Joy of Driving ke era elektrifikasi.
Sejak pemesanan dibuka, Honda Prelude mendapatkan respons positif dari konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Lebih dari 280 pemesanan tercatat datang tidak hanya dari kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga dari berbagai wilayah lain seperti Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin hingga Makassar, melampaui total alokasi unit untuk tahun ini. Rentang usia pemesan yang berasal dari generasi berbeda juga menunjukkan bagaimana karakter Prelude tetap relevan dan mampu terhubung dengan berbagai kalangan pecinta otomotif.
Sebagai salah satu model ikonik Honda, Prelude memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki koneksi emosional antara mobil dan pengemudinya. Kini melalui generasi terbaru, Honda membawa karakter tersebut ke era baru elektrifikasi tanpa menghilangkan rasa berkendara yang selama ini menjadi ciri khas Honda.
President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka mengatakan, “Honda Prelude merepresentasikan bagaimana Honda membawa driving spirit ke era baru elektrifikasi, tanpa meninggalkan karakter yang membuat orang jatuh cinta pada Honda sejak awal. Prelude bukan sekadar kembalinya sebuah nama ikonik, tetapi pengingat bahwa teknologi seharusnya tidak menghilangkan rasa di balik kemudi.”
Salah satu teknologi unggulan pada Honda Prelude terbaru adalah S+ Shift, fitur yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara elektrifikasi yang lebih sporty dan imersif. Sistem ini menghadirkan respons akselerasi yang lebih presisi serta sensasi berkendara yang lebih emosional, sebagai bagian dari filosofi Joy of Driving yang terus dipertahankan Honda di era elektrifikasi.
Untuk memberikan ketenangan bagi konsumen, setiap Honda Prelude dilengkapi dengan garansi kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 km, serta garansi baterai tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 km. Honda juga menyediakan paket perawatan Prima+ selama 4 tahun atau 50.000 km. Seluruh layanan tersebut didukung jaringan dealer resmi Honda di Indonesia yang telah dipersiapkan untuk menangani kendaraan elektrifikasi.
Momen serah terima ini sekaligus menjadi pembukaan dari Honda Culture at Vault Automotive Museum, sebuah curated exhibition yang menampilkan perjalanan Honda melalui berbagai model ikonik, filosofi engineering, budaya balap, serta evolusi karakter berkendara Honda dari masa ke masa.
Di exhibition ini Honda juga menampilkan berbagai model heritage lintas generasi di Vault Automotive Museum. Kehadiran model-model tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Honda dalam menghadirkan kendaraan yang bukan hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga memiliki karakter, passion, dan hubungan emosional dengan penggunanya.
Kataoka menambahkan, “Bagi Honda, heritage bukan sekadar nostalgia. Heritage adalah bukti dari apa yang mampu diciptakan sebuah brand secara konsisten di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bukti bahwa nilai, filosofi engineering, dan hubungan emosional dengan konsumen dapat terus bertahan lintas generasi.”(*/yogi)
