TRENDING NOW


Klaten — Gelaran Kejuaraan Internasional dan Kejurnas Motocross 2026 Round 6 yang berlangsung di Sirkuit Bokong Semar, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (22/8), menjadi pembuktian ketangguhan armada Ducati Desmo450 MX. Berkompetisi di kelas bergengsi MX1 Internasional, empat krosser penunggang motor asal Italia tersebut tampil menonjol di tengah gempuran persaingan pembalap lintas negara asal Indonesia, Thailand, Australia, hingga Perancis.

Keempat Ducati Desmo450 MX tersebut ditunggangi oleh Diva Ismayana dan Hilman Maksum dari Ducati MX Team Indonesia, M Zidane dari No Limit Racing Team, serta pembalap asal Thailand, Witsarut Salangam, yang mengibarkan bendera Montana MX Team.
Karakter lintasan Bokong Semar yang menuntut kombinasi kecepatan, presisi teknis, dan ketahanan fisik mampu ditaklukkan jajaran pembalap Ducati sejak sesi awal.

Diva Ismayana menggebrak pada sesi Time Practice/Qualifying dengan mencatatkan waktu lap terbaik 1 menit 27,328 detik pada menit-menit akhir. Catatan tersebut menempatkan Diva di posisi teratas sekaligus merebut pole position.

Dominasi Ducati makin solid dengan menguasai jajaran tujuh besar kualifikasi: M Zidane mengamankan posisi ke-4 (1 menit 27,968 detik), Witsarut Salangam di posisi ke-5 (1 menit 29,611 detik), dan Hilman Maksum di urutan ke-7 (1 menit 30,551 detik).

Memasuki sesi Qualifying Race dengan durasi 10 menit + 1 lap, persaingan makin memanas. M Zidane melesat selepas start dan sukses mencuri holeshot, ditempel ketat Diva Ismayana di posisi kedua. Zidane tampil tenang mengendalikan ritme balapan hingga menyentuh garis finis di posisi pertama.

Sementara itu, Diva harus puas finis di posisi ketiga setelah terlibat duel sengit dengan pembalap Australia, Lewis Stewart. Di barisan tengah, Witsarut Salangam berhasil mengamankan garis finis di posisi ke-5, sedangkan Hilman Maksum yang sempat tertahan selepas start sukses bangkit hingga mengunci finis di posisi ke-7.

Hasil positif pada sesi kualifikasi dan qualifying race ini menjadi modal berharga bagi armada Ducati Desmo450 MX untuk mengincar podium utama pada main race.
Apa Kata Pembalap?

Diva Ismayana (Ducati MX Team Indonesia):
"Hasil kualifikasi ini penting karena pace kami sudah terlihat sejak awal. Di qualifying race saya memang kehilangan posisi, tapi kecepatannya ada. Besok saya akan fokus memperbaiki detail dan fight untuk hasil yang lebih baik."

M Zidane (No Limit Racing Team):
"Start jadi kunci hari ini. Saya berhasil amankan holeshot dan menjaga pace sepanjang balapan. Performa motor sangat nyaman, tapi race utama besok tentu pertarungan yang berbeda."
 
Witsarut Salangam (Montana MX Team):
"Hasil yang cukup positif bertahan di 5 besar. Ada beberapa kesalahan kecil yang membuat jarak melebar dan itu akan saya perbaiki agar bisa lebih konsisten di main race."

Hilman Maksum (Ducati MX Team Indonesia):
"Persaingan kali ini sangat tinggi dengan pembalap berpengalaman. Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk terus mengasah kemampuan dan tampil lebih baik esok hari." 

Jakarta - Honda Community Convoy Merdeka 2026 menjadi momentum bagi sekitar 70 anggota komunitas sepeda motor Honda dibawah paguyuban Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) untuk memaknai semangat kemerdekaan melalui perjalanan menyusuri sejumlah titik bersejarah di Jakarta, Minggu (16/8).
 
Kegiatan yang didukung Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), ini mengusung semangat ‘Meng45pal Kemerdekaan’ dengan mengajak member komunitas menikmati perjalanan sekaligus mengenal kembali sejumlah lokasi bersejarah di Jakarta.
Perjalanan dimulai dari Wahana Gunung Sahari menuju tujuh titik pemberhentian, yaitu Tugu Proklamasi, Monumen Nasional, Gedung Joang 45, Taman Surapati, Bento Kopi, Setu Babakan, hingga Yonzikon 13. Seluruh rangkaian kemudian ditutup di Honda Kawi Motor, Jagakarsa.
 
Melalui rute tersebut, member yang ikut serta diajak mengenang kembali perjalanan sejarah bangsa. Tugu Proklamasi menjadi salah satu titik penting yang mengingatkan peserta pada momentum kemerdekaan, sementara Monumen Nasional dan Gedung Joang 45 menjadi bagian dari perjalanan serta jejak perjuangan Indonesia.
"Semangat ‘Meng45pal Kemerdekaan’ menjadikan kegiatan Honda Community Convoy Merdeka ini sarat makna, kami ingin mengajak member komunitas Honda memaknai kemerdekaan dengan cara yang positif. Riding bersama menjadi ruang mempererat persaudaraan, sekaligus mengingat kembali nilai perjuangan dan sejarah yang ada di sekitar kita,” ucap Division Head of Marketing Planning & Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Andra Friandana.
 
Selama perjalanan, semangat #Cari_Aman juga menjadi perhatian. Peserta menjaga jarak aman, mematuhi aturan lalu lintas, serta memperhatikan pengguna jalan lainnya agar perjalanan berlangsung tertib dan nyaman. Kekompakan antaranggota turut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan selama perjalanan.
 
Selain mengenal sejarah dan memperkuat kebersamaan, Honda Community Convoy Merdeka juga memiliki agenda rutin berupa kegiatan sosial melalui pemberian donasi kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Pada kegiatan tahun ini, semangat tersebut diwujudkan melalui aksi donasi di Yonzikon 13.
 
"Buat kami, kegiatan ini bukan hanya tentang berkendara dari satu titik ke titik lainnya. Ada pengalaman yang dibawa pulang, mulai dari kebersamaan, mengenal sejarah Jakarta, sampai memberikan manfaat melalui aksi sosial. Yang paling penting, seluruh pengalaman tersebut tetap berjalan dengan semangat #Cari_Aman,” lanjut Marketing Communication PT Wahana Makmur Sejati, Tri Heri Kurniawan.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian, peserta melanjutkan perjalanan menuju Honda Kawi Motor, Jagakarsa. Honda Community Convoy Merdeka 2026 menjadi pengalaman yang mempertemukan semangat kemerdekaan, kebersamaan, keselamatan berkendara, serta kepedulian kepada para pejuang bangsa.
 
Honda PCX 160 RoadSync, Dukung Perjalanan Lebih Praktis
Pengalaman berkendara dalam kegiatan ini turut didukung Honda PCX 160 yang dibekali fitur Honda RoadSync. Fitur konektivitas tersebut memungkinkan pengendara menghubungkan sepeda motor dengan smartphone untuk mendukung kebutuhan perjalanan seperti navigasi, musik, telepon, dan pesan.
 
Kehadiran fitur Honda RoadSync paga big skutik satu ini memberikan kemudahan konektivitas sekaligus mendukung pengalaman berkendara yang lebih praktis. Perpaduan kenyamanan dan teknologi tersebut menjadikan Honda PCX 160 sebagai salah satu pilihan yang mendukung kebutuhan mobilitas modern, termasuk aktivitas berkendara bersama komunitas.
 
Honda PCX 160 RoadSync saat ini dipasarkan dengan harga Rp 43.522.000,- OTR Jakarta – Tangerang dan hadir dalam dua pilihan warna, yaitu Signatur Burgundy dan Signature Brown. Pilihan tersebut semakin memperkuat karakter Honda PCX 160 sebagai skutik premium yang memadukan desain elegan, kenyamanan, serta teknologi konektivitas untuk mendukung mobilitas pengendara. (*/yogi) 
 
Jakarta - Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 seri kedua berlangsung di Sirkuit GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, pada 15 – 16 Agustus 2026. Ajang balap yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menghadirkan persaingan pebalap dari berbagai daerah sekaligus menjadi bagian dari upaya pengembangan talenta muda di dunia balap sepeda motor Indonesia.
 
Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), turut ambil bagian dengan menurunkan tiga pebalap satelit pada kelas Honda Vario EVO 160 STD Pemula, yaitu #284 Zulfahmi, #144 Andi Mutsana, dan #777 Adiyatna Dinis Putra. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan WMS terhadap pebalap muda untuk memperoleh pengalaman kompetitif.
 
AHDC 2026 menjadi salah satu panggung kompetisi yang hadir dalam rangkaian balap di tiga wilayah Indonesia. Seri pertama berlangsung di Sirkuit Bukit Paseur, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 24 Mei 2026. Setelah Purwokerto, seri ketiga dijadwalkan berlangsung di Palopo, Sulawesi Selatan, pada 15 November 2026.
 
“Kami melihat AHDC sebagai ruang yang penting bagi pebalap muda untuk mendapatkan pengalaman berkompetisi dan terus mengembangkan kemampuannya. WMS ingin turut memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda agar berani tampil, belajar dari setiap balapan, dan memiliki bekal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Division Head of Marketing Planning & Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Andra Friandana.
 
Pada seri kedua di Purwokerto, persaingan kelas Honda Vario EVO 160 STD Pemula berlangsung dengan melibatkan pebalap total 11 pebalap dari berbagai daerah. Tiga pebalap satelit yang didukung WMS turut berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan. Meski belum berhasil meraih podium, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan memperkaya kemampuan teknis.
 
Lebih dari sekadar kompetisi, AHDC juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan pebalap Honda di Indonesia. Ajang ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalur bagi talenta muda untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi melalui program pembinaan seperti Astra Honda Racing School (AHRS) hingga kesempatan untuk melanjutkan karier bersama Astra Honda Racing Team (AHRT).
 
Pembinaan yang berjenjang memberikan kesempatan bagi pebalap untuk mengembangkan kemampuan secara bertahap, mulai dari membangun pengalaman kompetisi, meningkatkan kemampuan teknis, hingga mempersiapkan diri menghadapi tantangan balap dengan level yang lebih tinggi. Dengan demikian, kompetisi seperti AHDC memiliki peran dalam menjaga kesinambungan regenerasi pebalap Honda.
  
Selain menghadirkan persaingan di lintasan, AHDC 2026 seri kedua juga diramaikan berbagai aktivitas untuk pengunjung. Honda Exhibition, community gathering, city rolling, riding test, hingga talkshow bersama pebalap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan pengalaman lebih luas bagi masyarakat.
 
Berbagai hiburan juga hadir selama penyelenggaraan, mulai dari live music performance hingga kompetisi seperti Mobile Legends dan kontes foto. Kehadiran beragam aktivitas tersebut membuat AHDC tidak hanya menjadi ajang bagi pebalap untuk berkompetisi, tetapi juga ruang interaksi antara Honda dengan masyarakat.
 
Bagi WMS, keterlibatan dalam AHDC menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung ekosistem sepeda motor Honda, termasuk dalam pengembangan olahraga balap dan regenerasi pebalap muda. Kesempatan bertanding di tingkat kompetitif diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi para rider untuk terus mengevaluasi kemampuan dan meningkatkan performa.
 
Melalui rangkaian AHDC 2026 yang berlangsung di Tasikmalaya, Purwokerto, dan Palopo, semakin banyak pebalap muda memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi sekaligus mendapatkan pengalaman dari kompetisi di berbagai daerah. Dukungan terhadap proses tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lebih banyak talenta yang siap berkembang dan melanjutkan perjalanan menuju level balap yang lebih tinggi. (*/yogi) 


Jakarta, 24 Agustus 2026 — Sebanyak 1.000 pengemudi ojek online (ojol) dan anggota komunitas motor mendapatkan layanan ganti oli gratis dari Pertamina Lubricants dan Polda Metro Jaya dalam Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta di Lapangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Sabtu (22/8).

“Perawatan kendaraan merupakan hal yang sangat penting bagi para pengemudi ojol dan pengguna sepeda motor. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir memberikan manfaat yang sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat membantu menjaga kendaraan tetap prima dalam mendukung aktivitas sehari-hari,” ujar Anang Yoyong Prayogo, Sales Manager Region III Pertamina Lubricants.

Selain layanan ganti oli gratis, kegiatan juga diisi dengan pembagian paket oli Pertamina Enduro kepada pengemudi ojol dan komunitas sepeda motor serta berbagai perlombaan yang disambut antusiasme seluruh peserta.

Libatkan siswa SMK untuk menjadi teknisi 

Dalam kegiatan ini, Pertamina Lubricants melibatkan 10 siswa serta 3 orang guru pendamping dari SMK Walang Jaya, Jakarta yang merupakan salah satu sekolah binaan dalam program community involvement & development (CID) Enduro Home Service (EHS) yang digagas Pertamina Lubricants.

Keterlibatan para siswa menjadi bagian penting dari kegiatan. Tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, siswa juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan otomotif yang telah dipelajari di sekolah dalam situasi nyata dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Bagi kami, keterlibatan siswa SMK Walang Jaya menjadi nilai tambah tersendiri. Mereka tidak hanya belajar mengenai keterampilan teknis, tetapi juga belajar bagaimana memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat. Ini sejalan dengan semangat program Enduro Home Service dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang otomotif,” tambah Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants.

Wujud kepedulian terhadap warga Jakarta

Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, menyampaikan selain merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap Jakarta serta kebersamaan diantara para pengguna jalan, “Kegiatan Kopdar Kebangsaan ini memiliki makna yang lebih dalam, bukan sekedar ruang untuk berkumpul, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian kita terhadap kota Jakarta dan warganya”, tegasnya

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina Lubricants untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung. Di sisi lain, keterlibatan siswa SMK binaan juga memperkuat upaya perusahaan dalam membuka ruang pembelajaran dan pengalaman bagi generasi muda agar semakin siap menghadapi dunia kerja.

Melalui semangat “bergerak bersama, memberi manfaat”, Pertamina Lubricants berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kendaraan yang kembali prima, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi para pengemudi ojol, komunitas sepeda motor, serta para siswa yang terlibat di dalamnya. (*/yogi)
Jakarta– Saat ini banyak peluang bisnis menawarkan kemitraan dari suatu merek dagang. Kemitraan mencakup ragam skema kerja sama usaha, mulai dari distribusi, lisensi, hingga business opportunity, dengan tingkat kompleksitas dan legalitas yang berbeda-beda. Franchise atau waralaba menjadi salah satu bentuk yang paling ketat aturannya karena mewajibkan kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebagai indikator keabsahannya. Artinya, tidak semua kemitraan bisa disebut franchise. Data Kementerian Perdagangan mencatat sampai April 2026 ada 165 STPW Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan 162 Pemberi Waralaba Luar Negeri yang telah diterbitkan, jumlah yang terus bertambah seiring makin banyaknya pelaku usaha yang mengedepankan legalitas. Perlunya pelaku usaha lebih cermat dalam memeriksa aspek legal sebelum memutuskan bergabung dalam skema kemitraan.

Merespons kondisi tersebut, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026. Pameran kemitraan dan bisnis ini akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, sekaligus menandai penyelenggaraan edisi ke-25. Tahun ini IFRA mengangkat tema "Empowering the Growth of Ethical Franchising", merespons dinamika pasar kemitraan yang terus bergerak. Penekanannya ada pada standardisasi usaha yang aman, legal, dan transparan, dengan harapan ekosistem bisnis kemitraan semakin akuntabel dan turut mengakselerasi pertumbuhan UMKM nasional.

Dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan IFRA 2026 juga disampaikan oleh Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Franciska Simanjuntak, yang melihat sektor kewirausahaan dan kemitraan sebagai salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional.
n
"Kami dari Kementerian Perdagangan menyambut baik penyelenggaraan IFRA 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional, yang rasionya saat ini baru 3,29 persen dan masih tertinggal dari negara tetangga. Sistem waralaba menjadi salah satu jalur strategis karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi, dan kami menargetkan pertumbuhan waralaba lokal hingga 7 persen tahun ini. Melalui berbagai program seperti Campuspreneur, kami terus mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mendukung ekosistem kemitraan bisnis yang legal dan akuntabel, sejalan dengan semangat IFRA 2026," ujar Franciska.

Senada dengan hal tersebut, pakar dan praktisi waralaba Anang Sukandar menyoroti pentingnya keunikan dan sistem yang kuat dalam membangun bisnis waralaba, khususnya di sektor kuliner yang menjadi salah satu sektor dengan potensi terbesar di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang belum banyak digarap menjadi bisnis waralaba yang terstandardisasi.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, menyampaikan bahwa sistem dan business format yang jelas menjadi kunci keberhasilan sebuah bisnis waralaba. "Waralaba itu sebetulnya konsep pemasaran sekaligus strategi perluasan usaha, di mana harus ada business format dan sistem yang jelas di dalamnya. Indonesia punya banyak jenis masakan dan kekayaan kuliner yang masih bisa dikembangkan menjadi usaha. Sangat disayangkan kalau usaha-usaha ini dibangun asal-asalan tanpa sistem yang kuat, padahal di setiap negara, sektor F&B berkontribusi sekitar 50 sampai 55 persen terhadap ekonominya. Jadi kalau mau bicara kemitraan, harus ada keunggulan dan keunikan yang tidak mudah ditiru orang lain. Saya percaya Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan ini, tapi tentu butuh dukungan dari semua pihak," ujar Anang.

Sejalan dengan besarnya potensi yang disampaikan Anang, penyelenggaraan IFRA 2026 turut dirancang dengan skala yang lebih besar untuk dapat mengakomodasi pertumbuhan minat masyarakat terhadap bisnis kemitraan dan waralaba di Indonesia. Sebagai penyelenggara, Dyandra Promosindo memastikan pameran tahun ini hadir dengan cakupan peserta dan pengunjung yang lebih luas dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya, guna mempertemukan lebih banyak pelaku usaha dengan calon mitra potensial.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa IFRA 2026 menargetkan kehadiran 250 merek unggulan dari 175 perusahaan, dengan proyeksi 30.000 pengunjung secara hibrida. "Dengan skala tersebut, kami berharap IFRA dapat menjadi ruang temu yang strategis bagi pelaku usaha, pemilik brand, dan calon mitra untuk saling mengenal model bisnis masing-masing, sebelum memutuskan untuk menjalin kerja sama," ujar Daswar.

Sejumlah program disiapkan untuk memberikan wawasan dan inspirasi bagi pengunjung, di antaranya Business Talkshow, IFRA Women's Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, serta The 10th IFBCC (Ifrapreneur Business Concept Competition) sebagai ajang kompetisi konsep bisnis bagi calon entrepreneur. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam kegiatan interaktif seperti IFRA Content Clash, Interactive Quiz & Lucky Draw, hingga Business Mascot Competition yang menghadirkan sisi seru dan menghibur dari dunia bisnis. Ragam sektor usaha turut hadir di IFRA 2026, mulai dari makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, dan sektor usaha lainnya, menjadi bukti komitmen penyelenggara untuk tidak hanya mempertemukan pelaku usaha, tetapi juga memberi ruang bagi pertumbuhan pelaku usaha baru, termasuk para penggiat startup lokal yang tengah merintis ide-ide bisnisnya. 

Dorong Pertumbuhan Startup Lokal, IFBCC 2026 Siap Unjuk Ide Bisnis Finalis Terpilih
Selain pameran, IFRA 2026 kembali menghadirkan IFRApreneur Business Concept Competition (IFBCC) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-10. Kompetisi business plan bagi mahasiswa ini sudah melalui proses kurasi sejak pendaftaran pada April 2026, dilanjutkan dengan penjurian dan coaching clinic pada akhir Juni, hingga terpilihnya 12 tim terbaik. Tiga tim berhasil melaju sebagai finalis yaitu:

BANASENTRA – Universitas Komputama Cilacap 
KIDDIENARIES – BINUS University 
OKANE – Institut Teknologi Bandung

Ketiga finalis tersebut akan memaparkan ide bisnis mereka secara langsung di depan juri dan pengunjung melalui sesi presentasi akhir (final pitch) di IFRA. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang pada sore harinya dalam rangkaian IFRA Awards & Business Night, 30 Agustus 2026, di Main Stage IFRA, ICE BSD City.

Bagi masyarakat, pelaku bisnis, dan calon investor yang sedang mencari peluang usaha atau berburu usaha yang menjanjikan dan legal, tiket masuk IFRA 2026 dibanderol Rp60.000 dan sudah dapat dipesan lebih awal melalui www.ifra-indonesia.com atau dibeli on the spot pada hari pelaksanaan, 28–30 Agustus 2026. Khusus pemesanan tiket secara online hingga 27 Agustus 2026, pengunjung dapat menikmati promo buy 1 get 1. Informasi terbaru seputar IFRA 2026 dapat dipantau melalui Instagram @ifra_expo dan situs www.ifra-indonesia.com. (*/yogi) 

Bekasi – Tidak semua touring harus berakhir dengan cerita tentang jarak jauh, destinasi populer atau agenda yang padat. Bagi Neon Riders Club (NRC), perjalanan perdana bersama para pengguna Letbe NEON justru memiliki tujuan yang jauh lebih sederhana: bertemu, berkumpul dan mempererat silaturahmi. 

Sekitar 30 anggota komunitas pengguna Letbe NEON dari Mforce Indonesia mengikuti touring perdana NRC menuju kawasan Puncak 2. Rombongan menjadikan Ki Demang Caffe and Resto sebagai tujuan perjalanan setelah berangkat dari Grand Wisata, Bekasi. 

Perjalanan kemudian dilanjutkan melewati Cileungsi dan Jonggol. Rute tersebut menjadi saksi perjalanan pertama NRC dalam membawa para anggotanya berkendara bersama sebagai sebuah komunitas. 

Jika dilihat dari luar, kegiatan tersebut mungkin tampak seperti touring komunitas pada umumnya. Namun, bagi para peserta, perjalanan ini memiliki arti tersendiri. 

Ada anggota yang sebelumnya hanya berkomunikasi melalui media sosial. Ada pula yang mungkin sudah saling mengenal secara digital, tetapi belum banyak bertemu secara langsung. Touring menjadi ruang untuk mengubah hubungan tersebut menjadi interaksi nyata. 

Ketua Umum NRC, Bro Aden, menyebut kegiatan tersebut memang tidak dibuat untuk mengejar sesuatu yang berlebihan. 

“Ini merupakan touring perdana para pecinta sepeda motor NEON. Touring ini hanya kumpul-kumpul semata dan saling bersilaturahmi antar sesama pengguna, biar semakin dekat dan guyub, tidak sekadar di media sosial saja,” ujar Bro Aden. 

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa NRC ingin membangun komunitas dengan pendekatan yang lebih dekat. Letbe NEON memang menjadi kesamaan para anggota, tetapi hubungan yang ingin dibangun tidak berhenti pada urusan sepeda motor. 

Ketika rombongan bergerak bersama dari Grand Wisata, suasana kebersamaan mulai terasa. Perjalanan melewati Cileungsi hingga Jonggol menjadi bagian dari pengalaman pertama tersebut. 

Sesampainya di Puncak 2, para anggota kemudian berkumpul di Ki Demang Caffe and Resto. Suasana berubah menjadi lebih cair. Perjalanan yang sebelumnya diisi aktivitas berkendara berganti menjadi obrolan dan silaturahmi. 

Momen seperti ini justru sering menjadi bagian penting dalam kehidupan komunitas. Dari percakapan santai, anggota bisa semakin mengenal satu sama lain. Hubungan yang awalnya hanya berangkat dari kesamaan kendaraan perlahan berkembang menjadi hubungan pertemanan. 

NRC pun memiliki ruang untuk terus berkembang dari sini. Touring perdana dapat menjadi pijakan awal untuk menghadirkan kegiatan lain yang mempertemukan para pengguna Letbe NEON secara langsung. 

Sekitar 30 anggota yang mengikuti perjalanan tersebut menjadi bagian dari awal perjalanan komunitas. Jumlah tersebut mungkin bukan hal utama, tetapi cukup menunjukkan bahwa ada antusiasme untuk membangun aktivitas bersama. 

Yang menarik, NRC tidak mencoba menjadikan touring perdana sebagai kegiatan yang terlalu formal. Justru kesederhanaannya menjadi kekuatan. Tidak ada tekanan untuk menjadikan perjalanan sebagai ajang pencapaian. Semua berangkat dengan satu tujuan utama, yaitu berkumpul. 

Pada akhirnya, perjalanan Grand Wisata menuju Puncak 2 memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar berkendara. Rute Cileungsi dan Jonggol menjadi bagian dari perjalanan, sementara Ki Demang Caffe and Resto menjadi tempat para anggota memperpanjang obrolan dan silaturahmi. 

Bagi Neon Riders Club, touring perdana tersebut menjadi awal untuk membangun komunitas yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir di jalan dan dalam kehidupan nyata para anggotanya.  

Karena komunitas yang kuat bukan hanya dibangun dari kendaraan yang sama. Ia tumbuh dari kemauan untuk bertemu, berbagi cerita dan berjalan bersama. (*/yogi)