Jakarta,- Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang andal dan terampil, keterhubungan antara dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan industri. Hal tersebut terus didorong PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, melalui pembinaan pendidikan vokasi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembinaan terhadap sekolah-sekolah vokasi yang menjadi bagian dari jaringan SMK Binaan. Hingga saat ini, WMS memiliki 56 SMK Binaan. Melalui Satu Hati Education Program (SHEP), WMS berupaya membangun keterhubungan yang semakin kuat antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi.
Sekolah yang menunjukkan konsistensi menjalankan pembinaan tersebut adalah SMK Katolik Sint Joseph. Pada Jumat (4/9), resmi naik tingkat menjadi kategori Grade A+. Pencapaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam menjalankan berbagai aspek pembinaan TSM Honda secara konsisten.
Kategori Grade A+ ini juga mencerminkan konsistensi, kelengkapan, serta kualitas implementasi program yang lebih tinggi dan terukur. Dengan demikian, pencapaian ini menjadi gambaran bahwa berbagai aspek pembinaan telah berjalan secara menyeluruh dan mampu memberikan hasil yang baik.
Keberhasilan sekolah meraih Grade A+ menunjukkan bahwa kurikulum TSM Honda diterapkan dengan baik. Kompetensi guru juga menjadi perhatian melalui keikutsertaan dalam training dan pemenuhan kompetensi yang dipersyaratkan. Selain itu, sarana praktik berupa tools, unit praktik, serta fasilitas pendukung harus tersedia, layak, dan digunakan secara optimal dalam proses pembelajaran.
Dari sisi siswa, sekolah perlu menunjukkan kompetensi dan prestasi yang relevan dengan kebutuhan industri, bukan hanya pencapaian akademis. Administrasi dan data program pembinaan juga harus tertib, lengkap, dan konsisten untuk memastikan seluruh proses dapat dipantau dan dievaluasi dengan baik.
Sekolah juga dituntut aktif mengikuti berbagai program yang diselenggarakan oleh Main Dealer ataupun AHM, seperti edukasi, kompetisi, training, maupun kegiatan pembinaan lainnya. Hubungan yang baik dengan industri, termasuk sinergi dengan jaringan AHASS dan peluang penyerapan lulusan, menjadi bagian yang turut memperkuat implementasi pendidikan vokasi.
“Grade A+ bukan diberikan karena satu indikator penilaian. Seluruh aspek pembinaan harus berjalan konsisten, terukur, dan memiliki hasil yang baik. Mulai dari kurikulum, kompetensi guru, sarana praktik, pembelajaran berbasis industri hingga kompetensi siswa. Pencapaian SMK Katolik Sint Joseph menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar relevan dengan industri,” ucap Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembelajaran, WMS didukung oleh PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan donasi satu unit sepeda motor Honda kepada SMK Katolik Sint Joseph.
Unit tersebut dapat digunakan sebagai sarana praktik bagi siswa untuk mengenal teknologi sepeda motor Honda. Kehadiran unit praktik diharapkan membantu siswa menghubungkan materi yang diperoleh di ruang kelas dengan penerapan secara langsung, sekaligus memberikan pengalaman berkaitan kondisi di dunia industri.
Melalui SHEP, WMS bersama AHM terus memperkuat kolaborasi dengan SMK Binaan untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan DUDI. Sinergi antara sekolah dan industri diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang semakin aplikatif, meningkatkan kompetensi siswa, serta mempersiapkan lulusan yang memiliki kesiapan dan daya saing ketika memasuki dunia kerja.
“Kami ingin hubungan antara sekolah dan industri tidak berhenti pada program pembinaan, tetapi berkembang menjadi sinergi yang memberikan manfaat. Ketika pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan DUDI, maka kontribusinya akan semakin besar bagi dunia kerja dan pembangunan SDM. Kami berharap 56 SMK Binaan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi muda,” tambah Benedictus.
Komitmen terhadap pendidikan vokasi tersebut menjadi bagian dari upaya WMS untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud Sinergi Bagi Negeri, dengan bersama-sama membangun kualitas SDM melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (*/Yogi)