TRENDING NOW

Serang – Dalam upaya memperkuat performa tim penjualan dan menjawab tantangan persaingan pasar otomotif di era digital, Honda Auto Serang dan Honda Auto Cilegon menggelar sesi sharing dan corporate training bagi para tenaga penjual (sales team) mereka pada Rabu (12/8/2026).

Mengusung tema "Menjadi Sales dengan Mental Juara", program pelatihan ini menghadirkan Hernawan Sujatmiko, seorang Corporate Trainer & Sales Consultant yang telah berpengalaman lebih dari 16 tahun di industri otomotif. Kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi dan diskusi mendalam bersama Kepala Cabang Honda Auto Serang, Pak Yohan, untuk merancang strategi penguatan kompetensi tim di lapangan.

Melalui tagline "Satu Team, Satu Tujuan, Satu Kemenangan", pelatihan ini membedah lima pilar materi utama yang dirancang untuk membentuk mentalitas serta keterampilan teknis para tenaga penjual, antara lain:
 * Mindset Sales Juara – Membangun kepercayaan diri, mentalitas pantang menyerah, dan kesiapan adaptasi di era digital.
 * Skill Prospecting – Mengasah kemampuan membaca peluang pasar dan menggali kebutuhan dasar calon konsumen secara akurat.
 * Teknik Negosiasi – Memahami rules interaksi di lapangan serta strategi menghadapi berbagai karakter pelanggan.
 * Closing & Follow Up – Menguasai teknik komunikasi efektif untuk mengeksekusi penawaran hingga menjadi transaksi penjualan.
 * Membangun Konsistensi & Kedisiplinan – Menjaga ritme kerja dan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Guna memastikan pemahaman materi secara optimal, sesi pelatihan tidak hanya diisi dengan penyampaian teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi praktis (role-play). Para salesman dilatih langsung mengenai tata cara menyambut konsumen saat pertama kali datang ke showroom (first impression) dengan sikap ramah dan komunikatif. Selain itu, mereka dibekali teknik mengarahkan kebutuhan pelanggan secara presisi menuju pilihan produk yang tepat, seperti lini SUV andalan Honda HR-V dan Honda CR-V.

Hernawan Sujatmiko menekankan bahwa pasar otomotif di wilayah Banten memiliki potensi yang sangat besar, namun tantangan utama terletak pada konsistensi mental para tenaga penjual.

"Masalah mendasar di lapangan sering kali berkaitan dengan pemahaman rule saat berhadapan dengan konsumen. Konsumen yang datang belum tentu langsung membeli tipe yang dicari, sehingga salesman harus percaya diri dan paham cara menggali kebutuhan mereka. Oleh karena itu, training atau sharing season seperti ini perlu dilakukan secara berkala—minimal dua minggu hingga satu bulan sekali—agar tim selalu siap menghadapi dinamika persaingan," ujar Hernawan.

Dengan tingginya antusiasme para peserta sepanjang kegiatan, Honda Auto Serang dan Honda Auto Cilegon optimistis bahwa pembekalan ini dapat mendorong peningkatan performa penjualan sekaligus menghadirkan standar pelayanan yang profesional, terpercaya, dan memuaskan bagi seluruh pelanggan.

Ke depannya, Wawan bersama tim akan mengisi materi Corporate Training di salah satu brand otomotif di Bekasi. 

"Intinya kita sama-sama belajar, dengan pengalaman yang saya miliki lebih dari 16 tahun di dunia otomotif, bagaimana menjadi seorang sales handal dan mampu bersaing dan mengikuti perkembangan bisnis otomotif yang tersusun berkembang," pungkasnya. (Yogi)
 
Jakarta – Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil meyakinkan bersama CBR Series pada putaran keempat Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 7-9 Agustus 2026. Mengandalkan ketangguhan dan kecepatan CBR250RR dan CB600RRR, dua pebalap AHRT sukses meraih podium pertama melalui Irfan Ardiansyah di kelas AP 250 dan podium ketiga melalui Herjun Atna Firdaus di kelas Supersport (SS) 600.
 
Asia Production (AP) 250
Pada Race 1 yang digelar Sabtu (8/8), Irfan Ardiansyah memulai balapan dari posisi ketujuh dan langsung melaju ke grup terdepan. Ia bahkan sempat memimpin jalannya balapan sebelum persaingan semakin rapat di lap akhir. Pada lap terakhir, Irfan kembali naik hingga posisi ketiga setelah bersaing ketat di lintasan lurus Mandalika. Ketatnya persaingan di tikungan terakhir membuat Irfan melebar saat berusaha menghindari insiden sehingga harus puas finis di posisi kesepuluh.
 
Semangat meraih podium itu berlanjut pada Race 2 yang digelar Minggu (9/8). Irfan kembali bersaing ketat di grup terdepan dan beberapa kali memimpin jalannya balapan. Sempat turun hingga posisi ke-11 dengan enam lap tersisa, pebalap bernomor 16 ini terus memperbaiki posisi dan kembali menembus barisan depan. Irfan juga mencatatkan lap tercepat balapan dengan waktu 1:46.919 pada Lap 7. Memasuki lap terakhir, ia berhasil naik ke posisi ketiga sebelum akhirnya mengambil alih pimpinan balapan. Berjuang hingga tikungan terakhir, Irfan mampu memanfaatkan celah di tengah persaingan ketat para pebalap hingga mengamankan posisi pertama. Hasil ini mengantarkan Irfan mengemas 31 poin dan kini berhasil naik dua peringkat ke posisi keempat klasemen pebalap AP250 dengan total 82 poin.
 
*Alhamdulillah, saya sangat senang bisa meraih kemenangan di Race 2. Terima kasih untuk seluruh tim atas kerja keras dan dukungannya, semoga momentum positif ini bisa kami pertahankan hingga putaran berikutnya,”ujar Irfan.
 
Masih di kelas AP250, Rheza Danica Ahrens menunjukkan performa kompetitif di tengah persaingan yang sangat ketat. Pada Race 1, memulai balapan dari posisi kesepuluh, Rheza mampu menjaga ritme dan finis di posisi keenam. Pada Race 2, Rheza tampil kompetitif dan sempat di posisi ketiga hingga memimpin balapan pada lap terakhir. Namun, perjuangannya untuk meraih podium harus berakhir setelah terjatuh di tikungan 16 akibat kontak dengan pebalap lain. Rheza berhasil mengemas 10 poin dan kini menempati posisi kedua klasemen sementara AP250 dengan total 92 poin
 
Sementara itu, rekan satu timnya yakni Muhammad Badly Ayatullah terus menunjukkan perkembangan positif setelah kembali berlaga usai menjalani pemulihan pasca cedera. Pada Race 1, Badly memulai balapan dari posisi ke-16 dan sempat naik hingga posisi kesembilan. Dia harus mengakhiri balapan lebih awal akibat terjatuh di lap ke-9. Pada Race 2, Badly tampil lebih kompetitif hingga berhasil finis di posisi kelima.
 
Supersport (SS) 600
Di kelas Supersport 600, Herjun Atna Firdaus menunjukkan daya juang tinggi bersama CBR600RR. Pada Race 1, Herjun mengawali balapan dari posisi kedua dengan start yang sangat baik dan langsung memimpin jalannya balapan. Persaingan ketat membuat posisinya terus berubah hingga lap-lap akhir. Sempat berada di posisi ketiga, Herjun mengalami insiden di tikungan saat dua lap tersisa. Namun, ia mampu melanjutkan balapan dan menyelesaikan Race 1 di posisi kedelapan.
 
Pada Race 2, Herjun kembali tampil dengan determinasi tinggi. Sempat tercecer hingga posisi kedelapan pada awal balapan, ia perlahan memperbaiki posisi dengan menjaga ritme dan melewati persaingan ketat di grup depan. Dalam persaingan enam pebalap yang berlangsung ketat sepanjang 12 lap, Herjun mencatatkan waktu terbaik pribadi 1:37.893. Memasuki tiga lap terakhir, Herjun berhasil melaju ke posisi kelima dan terus meningkatkan posisinya. Pada lap terakhir, Herjun memanfaatkan peluang di lap terakhir setelah dua pebalap di depannya terjatuh hingga dirinya berhasil menempati posisi ketiga dan kembali naik podium. Hasil ini membawa Herjun mengemas 16 poin pada putaran Mandalika dan kini menempati posisi kelima klasemen sementara SS600 dengan total 91 poin.
 
"Alhamdulillah, saya senang bisa kembali meraih podium setelah melewati dua race yang cukup berat. Terima kasih untuk tim, mekanik, dan keluarga atas dukungannya, semoga momentum ini terus berlanjut di putaran berikutnya,”ujar Herjun.
 
Asia Superbike (ASB) 1000
Sementara di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra menunjukkan performa kompetitif bersama CBR1000RR-R. Pada Race 1, Adenanta memulai balapan dari posisi keenam dan sempat naik ke posisi kelima. Ia terus berusaha mendekatkan jarak dengan rombongan terdepan sebelum akhirnya finis di posisi keenam.
 
Pada Race 2, Adenanta kembali menunjukkan performa positif. Start dari posisi keenam, Adenanta langsung menyerang barisan terdepan dan terlibat dalam persaingan ketat di grup depan. Sempat berada di posisi kedua dan ketiga, Adenanta terus berjuang hingga akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima. Tampil dengan kondisi fisik yang masih dalam tahap pemulihan dari cedera tulang selangka, pebalap asal Magetan, Jawa Timur ini mampu mempertahankan lajunya hingga akhir balapan. Hasil dua race di Mandalika menjadi modal positif bagi Adenanta untuk terus meningkatkan performanya di kelas tertinggi ARRC. Saat ini Adenanta mengumpulkan 71 poin dan berada di posisi keenam klasemen sementara ASB1000
 
"Alhamdulillah, saya senang bisa meraih hasil yang lebih baik di Race 2 dan semakin percaya diri dengan motor. Saya akan fokus memulihkan kondisi dan terus berusaha memberikan hasil terbaik pada putaran berikutnya," ujar Adenanta.
 
General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Andy Wijaya mengapresiasi totalitas seluruh pebalap AHRT sepanjang akhir pekan balap di Mandalika.
 
“Kami bangga melihat semangat juang seluruh pebalap AHRT sepanjang putaran Mandalika. Kemenangan dari Irfan dan podium dari Herjun menjadi hasil positif dari kerja keras tim, sementara perjuangan seluruh pebalap di setiap kelas menunjukkan semangat untuk terus memberikan yang terbaik. Semoga capaian positif di Mandalika menjadi motivasi bagi seluruh pebalap dan tim untuk menghadapi putaran berikutnya serta terus mengharumkan nama Indonesia di panggung balap Asia," ujar Andy.
 
Hasil positif Mandalika turut menjadi modal bagi AHRT untuk melanjutkan persaingan pada Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026. Bersama CBR series, para pebalap AHRT siap kembali melesat kencang pada putaran kelima di Sepang International Circuit, Malaysia, untuk terus meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di panggung balap Asia. (*/yogi) 
Jakarta – Pameran internasional di bidang pengecoran logam (foundry) dan metalurgi, GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan kembali hadir di Jakarta pada September mendatang dengan fokus baru melalui Aluminium Pavilion, area khusus yang untuk pertama kalinya didedikasikan bagi teknologi, material, dan solusi industri aluminium. Kehadiran paviliun ini mencerminkan perkembangan industri aluminium Indonesia yang kini memasuki fase penguatan ekosistem hilir demi menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing global.

Diselenggarakan pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran sebagai special co-located exhibition dengan Mining Indonesia ke-24, GIFA dan METEC Indonesia diproyeksikan menghadirkan sekitar 6.000 pengunjung profesional dan 200 perusahaan peserta dari Austria, Tiongkok, Jerman, India, Italia, Singapura, Spanyol, dan Indonesia. Pameran ini akan menjadi ajang bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta menangkap peluang di sepanjang rantai nilai industri logam dan aluminium. 
Messe Düsseldorf Asia, sebagai co-organiser GIFA dan METEC Indonesia bersama Pamerindo Indonesia, bagian dari Informa Markets, melihat Indonesia sebagai salah satu pasar industri logam paling menjanjikan di kawasan Asia. "Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam industri logam global, tidak hanya sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pasar yang berkembang pesat bagi teknologi pengolahan dan manufaktur maju yang membuka peluang investasi bagi pelaku industri logam global," ujar Lars Wismer, Managing Director Messe Düsseldorf Asia.

Senada dengan hal tersebut, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan, "Kami percaya pameran tetap menjadi wadah penting untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi yang dibutuhkan pasar. Melalui GIFA dan METEC Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan kesempatan bagi para pelaku industri untuk membangun jejaring, menemukan teknologi terbaru, serta membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan industri logam di Indonesia."

Industri Aluminium Indonesia Memasuki Fase Pertumbuhan Baru
Perkembangan industri aluminium Indonesia berlangsung di tengah dinamika pasar global yang diproyeksikan masih mengalami defisit pasokan hingga 2026. Berdasarkan proyeksi S&P Global, kekurangan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 764 ribu ton, sehingga membuka peluang bagi negara-negara dengan kapasitas produksi baru untuk memperkuat posisinya di pasar internasional.

Momentum tersebut bertepatan dengan ekspansi industri aluminium Indonesia yang tengah memasuki fase pertumbuhan baru seiring meningkatnya kapasitas produksi nasional. Berdasarkan data Shanghai Metal Markets (SMM), kapasitas produksi aluminium primer Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar 870 ribu ton pada 2025 menjadi 2,51 juta ton pada 2026 dan terus bertambah hingga mampu mencapai 3,56 juta ton pada 2027. Pertumbuhan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain yang semakin diperhitungkan dalam industri aluminium global. Analisis CRU pun menunjukkan Indonesia kini telah bertransformasi menjadi eksportir bersih (net exporter) aluminium primer, dengan pasar ekspor utama meliputi Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan.

Di sisi lain, meskipun kapasitas peleburan terus meningkat, Indonesia masih mengimpor berbagai produk aluminium olahan dan fabrikasi dalam jumlah yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap teknologi, inovasi, dan solusi manufaktur untuk mendukung pengembangan rantai nilai aluminium di dalam negeri. Dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, Indonesia tercatat mengimpor aluminium tidak tempa (unwrought aluminium) senilai sekitar US$698 juta, sementara impor berbagai produk aluminium fabrikasi—seperti pelat, foil, struktur, dan komponen otomotif—mencapai nilai yang lebih tinggi.

Hal ini membuka peluang baru bagi industri karena kebutuhan terhadap teknologi pendukung akan semakin meningkat, mulai dari peralatan pengecoran (casting equipment), sistem thermal processing, platform simulasi digital, mesin fabrikasi, solusi pengendalian mutu (quality control), hingga teknologi material handling. Seluruh kebutuhan tersebut merupakan bagian dari ekosistem teknologi yang menjadi fokus utama para peserta pameran GIFA dan METEC Indonesia.

Fokus Strategis yang Selaras dengan Prioritas Industri Indonesia
Didorong oleh pertumbuhan industri otomotif, kendaraan listrik, energi terbarukan, serta kebijakan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi mineral, aluminium juga kini menjadi salah satu material strategis bagi pembangunan industri nasional. Saat ini, kawasan Asia-Pasifik menyumbang hampir 50% dari permintaan global terhadap teknologi die-casting, sementara Indonesia telah semakin memperkuat posisinya dalam rantai pasok otomotif ASEAN.

Arah kebijakan pemerintah Indonesia pun semakin memperkuat prospek tersebut. Melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah juga telah secara eksplisit menempatkan pengembangan industri hilir logam sebagai salah satu prioritas nasional. Kebijakan larangan ekspor bauksit yang diberlakukan sejak 2023 juga telah mendorong pengalihan bahan baku menuju fasilitas pemurnian dan peleburan di dalam negeri. 

Tahap berikutnya yang penting untuk dituju adalah usaha memperkuat berbagai mata rantai dalam ekosistem industri tersebut—sebuah kebutuhan yang dapat dijawab melalui teknologi, solusi, dan inovasi yang dihadirkan oleh para peserta pameran GIFA dan METEC Indonesia.

Gambaran Pameran dan Perusahaan Peserta
GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan menghadirkan berbagai perusahaan nasional maupun internasional yang mewakili rantai nilai industri pengecoran logam dan metalurgi, mulai dari teknologi pengecoran logam, thermal processing, simulasi proses pengecoran, rekayasa metalurgi, hingga solusi fabrikasi dan digitalisasi manufaktur. Berbagai inovasi tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan efisiensi, kualitas produk, produktivitas, serta mendukung penerapan proses produksi yang lebih berkelanjutan.

Pada sektor foundry, GIFA Indonesia akan menghadirkan berbagai solusi untuk proses pengecoran dan peleburan logam melalui partisipasi perusahaan internasional seperti Cunova GmbH (Jerman), EBNER Industrial Furnaces (Tiongkok), dan KALFRISA, S.A.U. (Spanyol). Kehadiran mereka akan dilengkapi oleh perusahaan nasional, antara lain PT Wilisindomas Indahmakmur dan PT Citec Engineering Indonesia, yang menampilkan solusi bagi industri die-casting, rekayasa industri, serta Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Sementara itu, METEC Indonesia akan menghadirkan teknologi simulasi pengecoran, digitalisasi rantai pasok, peralatan presisi, hingga solusi rekayasa metalurgi melalui partisipasi MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd. (Singapura), Oteplace (Taiwan), Servizi Lame di A. Marchesini (Italia), PT Wintherm Bara Indonesia, dan Metallurgical Corporation of China Ltd. (MCC). Beragam teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan adopsi inovasi serta meningkatkan daya saing industri logam Indonesia.

Melalui kehadiran berbagai peserta internasional dan nasional semacam itu di GIFA dan METEC Indonesia 2026, pelaku industri dari berbagai sektor—mulai dari produsen aluminium primer, industri pengecoran dan fabrikasi, APM, hingga penyedia teknologi—dapat mengeksplorasi berbagai inovasi terbaru di sektor ini. 

Sebagai special co-located exhibition dengan Mining Indonesia, Messe Düsseldorf Asia bersama Pamerindo Indonesia berkomitmen untuk menempatkan GIFA dan METEC Indonesia 2026 sebagai wadah yang mempertemukan produsen, industri hilir, penyedia teknologi, dan pelaku manufaktur dalam satu ekosistem demi menghasilkan kemitraan, pertukaran pengetahuan serta peluang bisnis di sepanjang rantai nilai logam dan aluminium.

Seiring berlangsungnya persiapan menuju penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026, para pelaku industri, calon peserta pameran, serta pengunjung profesional diundang untuk mencatat tanggal penyelenggaraan pada agenda mereka. Pendaftaran booth bagi peserta pameran kini telah dibuka. Laporan hasil penyelenggaraan (Post Show Report) GIFA dan METEC Indonesia 2024 juga dapat diakses melalui www.gifa-indonesia.com dan www.metec-indonesia.com  (*/yogi) 
Jakarta - Didorong oleh visi dan misi untuk menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan yang inovatif bagi keluarga Indonesia, PT Aletra Mobil Nusantara (Aletra) sukses mengukir pencapaian positif dalam keikutsertaannya yang kedua kali pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. 

Sepanjang penyelenggaraan pameran, Aletra berhasil meraih sambutan hangat dan antusias dari para pengunjung. Lini produk unggulannya, Aletra L8, sukses membukukan 512 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Capaian ini menjadi bukti makin kuatnya kepercayaan serta penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik Aletra. 

Andre Jodjana, Chief Executive Officer PT Aletra Mobil Nusantara, menyampaikan apresiasi atas terus bertumbuhnya kepercayaan konsumen Indonesia. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan luar biasa yang telah diberikan oleh keluarga Indonesia selama ajang GIIAS 2026. Pencapaian Aletra L8 merupakan bukti nyata bahwa Aletra semakin kuat memposisikan diri sebagai merek otomotif Indonesia yang mampu menawarkan produk mobilitas berkelanjutan yang inovatif bagi keluarga Indonesia.”

Capaian pemesanan Aletra L8 merupakan hasil gabungan dari segmen konsumen perorangan (retail) serta konsumen korporasi (fleet). Hal ini membuktikan bahwa Aletra L8 tidak hanya ideal dan nyaman sebagai kendaraan keluarga harian, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan operasional bisnis perusahaan. 

Tidak hanya Aletra L8 yang mencuri perhatian, pengenalan prototipe LMPV listrik Aletra L7 juga mendapatkan respons luar biasa dari para pengunjung GIIAS 2026. Tingginya antusiasme ini mendorong Aletra mengambil langkah responsif dengan membuka pre-booking selama pameran berlangsung. 

"Meskipun Aletra L7 merupakan prototipe yang tengah berada dalam proses pengembangan, kami melihat antusiasme yang besar dari para pengunjung. Oleh karena itu kami membuka pre-booking untuk menyambut dan mengakomodasi dorongan positif konsumen terhadap produk terbaru kami," jelas Andre. 

Aletra L7 dipersiapkan untuk mengisi segmen LMPV listrik terjangkau di Indonesia dengan membawa standar kenyamanan tinggi dan fitur premium. Aletra L7 direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada bulan Oktober 2026, bersamaan dengan peresmian kantor pusat baru Aletra Headquarters. 

"Kesuksesan kami di ajang GIIAS 2026 ini tentunya semakin meningkatkan semangat kami untuk terus memperkuat posisi Aletra sebagai merek otomotif pilihan keluarga Indonesia yang hadir dengan komitmen jangka panjang di Indonesia.” tutup Andre. (*/yogi)
Jakarta- Ajang bergengsi untuk para instruktur safety riding Honda, Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC), kembali dihelat oleh PT Astra Honda Motor (AHM) 4-7 Agustus 2026 di Astra Honda Motor Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang. Mempertemukan perwakilian dari berbagai wilayah di Indonesia.

AHSRIC tahun ke-17 penyelenggaraan mempertandingkan sembilan kategori, meliputi Instruktur Kelas Big Bike, Instruktur Kelas Sport, Instruktur AT, Advisor Dealer, Advisor Komunitas Kelas Sport, Advisor Komunitas AT, Grup Instruktur Main Dealer Honda, Grup Safety Riding Center Main Dealer Honda, da Safety Riding Innovation.
Keragaman kategori tersebut menjadi gambaran luasnya peran instruktur dan advisor dalam membangun budaya berkendara #Cari_Aman, baik melalui edukasi kepada jaringan diler, komunitas, maupun masyarakat.

Proses seleksi AHSRIC 2026 yang kompetitif dan ketat sejak regional diikuti oleh 120 instruktur safety riding, 2.690 advisor safety riding dari jaringan dealer Honda, dan 916 advisor dari komunitas Honda, dengan total 3.726 peserta. Sebanyak 209 peserta terbaik terpilih untuk berlaga di level nasional, yang terdiri atas 19 instruktur kelas Big Bike, 66 instruktur kelas Sport, 14 instruktur AT, 28 Dealer Advisor, 55 Community Advisor Sport, serta 28 Community Advisor AT.

Persaingan di panggung nasional tersebut turut memberikan hasil positif bagi Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS). Dua wakil WMS berhasil meraih podium pada dua kategori berbeda, sekaligus bukti kompetensi dan konsistensi safety riding sudah dijalankan secara baik.

Instructor Category (AT Class)
• Juara 1: Septi Chamerawati – PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya
• Juara 2: Resty Purbaningrum – PT Wahana Makmur Sejati
• Juara 3: Novara Dita – PT Capella Dinamik Nusantara – Aceh

Dealer Advisor Category
• Juara 1: Muhammad Alfan Davinda – PT Wahana Makmur Sejati
• Juara 2: Eko Junianto – Astra Motor Sulselbartrabon
• Juara 3: I Nengah Suardiawan – Astra Motor Bali

"Pelaksanaan AHSRIC 17th merupakan upaya Honda terus meningkatkan kompetensi instruktur safety riding. Bukan sekadar kompetisi, melainkan para kontestan adalah agen perubahan dalam wujudkan budaya keselamatan berkendara #Cari_Aman. Kami berharap dari kompetisi ini terus lahir talenta instruktur yang mampu secara berkelanjutan mengkampanyekan budaya selamat dan aman dalam berkendara," ujar Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.

Seleksi Ketat Regional WMS, Berbuah Prestasi di AHSRIC
Proses menuju panggung nasional dilakukan melalui seleksi regional yang digelar oleh WMS secara ketat. Sebanyak 60 peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi. Setelah melalui proses verifikasi dan penyaringan, 38 peserta dinyatakan siap dan laik berkompetisi, terdiri atas 19 peserta Dealer dan 19 peserta Community.

Para peserta kemudian menghadapi rangkaian pengujian teori dan praktik. Pada sesi teori, peserta harus menyelesaikan 50 soal dalam waktu 30 menit untuk mengukur pemahaman terhadap aspek keselamatan berkendara. Tahapan ini menjadi fondasi sebelum peserta menghadapi tantangan di lintasan.

Pada sesi praktik, kemampuan peserta diuji melalui materi braking, balancing, dan slalom course. Materi balancing meliputi Narrow Plank dan Low Speed Balance yang membutuhkan kontrol serta keseimbangan kendaraan. Sementara itu, Slalom Course menguji kemampuan bermanuver sekaligus menjaga fokus dan konsentrasi selama melewati lintasan.

Tingkat kesulitan sesi praktik pada seleksi regional juga terus ditingkatkan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tantangan tersebut dirancang untuk melihat kemampuan peserta secara lebih komprehensif, mulai dari teknik berkendara, keseimbangan, handling, hingga konsistensi dalam menyelesaikan setiap materi. 

“Selamat kepada Resty Purbaningrum dan Muhammad Alfan Davinda yang telah berhasil membawa nama WMS meraih prestasi pada AHSRIC 2026. Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti dari proses pembinaan kompetensi yang dilakukan secara konsisten. Semoga prestasi ini semakin memotivasi seluruh tim untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadirkan edukasi #Cari_Aman yang berkualitas bagi masyarakat," tutup Benedictus.

Raihan dua podium tersebut bukti bahwa perjalanan menuju kompetisi nasional dibangun melalui proses yang berjenjang. Dari seleksi regional hingga persaingan di panggung nasional, AHSRIC 2026 menjadi ruang untuk mengasah sekaligus mengukur kualitas instruktur safety riding. Prestasi ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat kompetensi SDM dan membawa semangat #Cari_Aman. (*/Yogi) 
Tangerang, 10 Agustus 2026 – Debut Leapmotor di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan
diraihnya penghargaan Favorite Booth – GIIAS Rookie Brand, sebuah apresiasi yang diberikan kepada merek pendatang baru dengan booth favorit pilihan pengunjung selama penyelenggaraan GIIAS 2026.
Penghargaan ini menjadi pencapaian penting bagi Leapmotor yang baru resmi memasuki pasar Indonesia. Tidak hanya mencerminkan tingginya antusiasme pengunjung terhadap kehadiran Leapmotor
di GIIAS 2026, penghargaan ini juga menjadi validasi awal atas penerimaan masyarakat terhadap inovasi, teknologi, dan pengalaman yang dihadirkan Leapmotor sebagai merek kendaraan listrik global.

"Meraih penghargaan Favorite Booth – GIIAS Rookie Brand merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami dalam mengawali perjalanan Leapmotor di Indonesia. Kami mengucapkan terima
kasih kepada seluruh pengunjung GIIAS 2026, konsumen, rekan media, serta seluruh mitra yang telah memberikan sambutan positif dan kepercayaan kepada Leapmotor. Penghargaan ini memperkuat keyakinan kami untuk terus menghadirkan kendaraan listrik yang menggabungkan teknologi inovatif, kualitas global, serta pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia," ujar Samuel Christian Wowor Brand Head Leapmotor Indonesia.

Pada GIIAS 2026, Leapmotor memperkenalkan dua model kendaraan listrik pertamanya di Indonesia,vyaitu C10 dan B10. Kedua model tersebut merepresentasikan filosofi Leapmotor dalam menghadirkan kendaraan listrik yang menggabungkan inovasi teknologi, kualitas global, standar keselamatan tinggi, serta kenyamanan berkendara untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang. Baik C10 maupun B10 dikembangkan dengan DNA teknologi Leapmotor yang mengedepankan inovasi, keselamatan, dan kenyamanan. Keduanya mengusung teknologi Cell-to-Chassis (CTC), telah memenuhi standar keselamatan 5-Star Euro NCAP, dilengkapi berbagai fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), serta menggunakan material interior bersertifikasi OEKO-TEX® Standard 100 yang aman, bebas emisi berbahaya, dan ramah bagi seluruh anggota keluarga. Kehadiran kedua model tersebut menjadi fondasi awal Leapmotor dalam menghadirkan kendaraan listrik berstandar global yang semakin dekat dengan konsumen Indonesia.

Sambutan positif yang diterima selama GIIAS 2026 menjadi momentum bagi Leapmotor untuk melangkah ke fase berikutnya dalam pengembangan bisnisnya di Indonesia. Sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan, Leapmotor telah memulai perakitan lokal di fasilitas PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Leapmotor untuk menghadirkan kendaraan listrik berstandar global yang semakin dekat dengan konsumen Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Melalui kolaborasi strategis Stellantis, PT Indomobil National Distributor dan PT National Assemblers, Leapmotor juga terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui pengembangan jaringan dealer, peningkatan layanan purna jual, serta penyediaan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang semakin menyeluruh bagi pelanggan di Indonesia.

Penghargaan Favorite Booth – GIIAS Rookie Brand 2026 menjadi awal yang positif bagi perjalanan Leapmotor di Indonesia. Didukung sambutan positif masyarakat, Leapmotor akan terus melanjutkan langkah strategisnya melalui dimulainya perakitan lokal, pengembangan jaringan dealer, serta penguatan layanan purna jual sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk tumbuh bersama perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.