TRENDING NOW

Jakarta– Gesrek Festival 2026 mengumumkan daftar lengkap penampil untuk perhelatan pada 13, 14, dan 15 November 2026 di Ecopark dan Ecovention Ancol, Jakarta Utara. Menghadirkan lebih dari 65 penampil lintas genre, festival ini menjadi bagian dari perayaan 11 tahun GSrek Indonesia yang terbuka bagi penikmat musik, penggemar motor dan berbagai komunitas.

Mengusung konsep Welcome to Gesrek City, festival ini dirancang menyerupai sebuah kota dengan area bertema, empat panggung, serta karakter yang berinteraksi dengan pengunjung. Musik pop, indie, rock, punk, reggae, hingga elektronik akan mengisi kota festival ini selama tiga hari.
Di antara jadwal pertunjukan, pengunjung dapat menjelajahi distrik City Hall yang memiliki City Shop dan City Stage, Oxford Street dengan Oxford Stage nya, serta area Mayor Hall yang memiliki Mayor Stage, Mayor Garden dan Miranda Stage. Parade, pertunjukan jalanan dan aktivitas interaktif menjadi bagian dari kehidupan Gesrek City, sehingga pengalaman pengunjung berlanjut di luar panggung musik.

Pada hari pertama, Jumat (13/11), panggung Gesrek Festival akan diramaikan oleh Bernadya, Raisa, Sal Priadi, Pamungkas, Enau, NDX A.K.A., Barasuara (Taifun Setlist), Banda Neira, Jason Ranti, Maliq & D’Essentials, The Jansen, Bilal Indrajaya, Sore Ze Band, Kelompok Penerbang Roket, The SIGIT, White Chorus, ALI, Black Horses, Coconuttreez, Seringai, Avhath, dan Canis.

Memasuki hari kedua, Sabtu (14/11), Gesrek Festival menghadirkan Sheila On 7, Tipe-X, David Bayu, The Adams, Dipha Barus x KC Jones, Shaggydog, Endank Soekamti, Teenage Death Star, Skandal, Romantic Echoes, Sisitipsi, Swellow, RRAG, Oomleo Berkaraoke x Special Guest, Mondo Gascaro (10 Tahun Rajakelana with String Section), Yoko City Ghost, Orkes Biang Kerok, Ministry of Lair, Romanssa, Hunian, dan Tembang Gula.

Sementara itu, hari terakhir, Minggu (15/11), akan ditutup dengan penampilan Tulus, Mahalini, Barasuara, Whisnu Santika with MC Drwe, Idgitaf (Pementasan Berusaha di Bawah Hujan), Naykilla, The Changcuters, Wali, Bondan Prakoso & Fade2Black, Burgerkill, FSTVLST, Indahkus, Colorcode, DNA, Bobby Suryadi, Gledeg, Poris, Feel Koplo, Tabraklari, Komunal, Itrustyourlies, dan Svmmerscent.

Sejumlah penampil juga membawa pertunjukan khusus, di antaranya Barasuara dengan Taifun Setlist, Mondo Gascaro melalui 10 Tahun Rajakelana with String Section, serta Idgitaf dengan Pementasan Berusaha di Bawah Hujan.

Bagi GSrek Indonesia, festival ini menjadi cara merayakan perjalanan komunitas selama 11 tahun bersama masyarakat luas. Pertemuan antara musik dan budaya motor juga hadir melalui area komunitas, tempat pengunjung dapat berkenalan dan berbagi minat dengan komunitas yang berpartisipasi.

Hendra Saputra, Festival Director Gesrek Festival 2026, mengatakan bahwa perayaan tahun ini terbuka bagi berbagai kalangan.

"Melalui Gesrek Festival 2026, kami ingin menghadirkan sebuah perayaan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Kami percaya musik punya kekuatan untuk menyatukan banyak orang, lintas generasi, genre, dan komunitas. Tahun ini juga menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan 11 tahun GSrek Indonesia. Kami berharap Gesrek Festival bisa menjadi pengalaman yang berkesan, bukan hanya melalui penampilan para musisi, tetapi juga melalui kebersamaan dan energi yang tercipta selama tiga hari penyelenggaraan,”ujar Hendra.

Tiket Gesrek Festival 2026
Tiket Gesrek Festival 2026 tersedia dalam kategori early entry, regular entry dan 3 Day Pass, dengan rincian sebagai berikut:
Early entry: Sendiri Rp159.000, Berdua Rp 298.000 dan Berempat Rp 556.000. Pengunjung dengan tiket early entry wajib masuk sebelum pukul 15.00 WIB.
Regular entry: Sendiri Rp 249.000, Berdua Rp 459.000 dan Berempat Rp859.000.
3 Day Pass: Rp 549.000 per orang untuk mengikuti festival selama tiga hari pada 13–15 November 2026.

Tiket dapat dibeli melalui Goers dan Tiketmart. Seluruh kategori tiket, termasuk early entry, regular entry dan 3 Day Pass, belum termasuk tiket masuk Ancol.

Sampai bertemu di Gesrek City!
Jakarta– PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, menghadirkan solusi rantai dingin (cold chain) terintegrasi pada ajang Food Transport & Logistic Expo 2026 yang berlangsung 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. 
Pada kesempatan ini, Mitsubishi Fuso menampilkan unit Canter FE 71L milik PT Trimitra Trans Persada (B-LOG) serta menampilkan Runner Telematics Cold Chain Package, guna menjawab kebutuhan industri logistik food & beverage (F&B).

Pertumbuhan industri F&B nasional membutuhkan sistem rantai dingin (cold chain) yang andal untuk menjaga kualitas produk selama proses pengiriman, baik pada kondisi sejuk, dingin, maupun beku. Dalam proses distribusi, perubahan suhu dan keterlambatan pengiriman dapat memengaruhi kualitas produk. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Mitsubishi Fuso menghadirkan kendaraan yang didukung teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) melalui Runner Telematics serta layanan purna jual Zero Down Time untuk mendukung kelancaran operasional konsumen.
Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menyampaikan "Bagi industri pangan, ketepatan temperatur dan waktu pengiriman adalah penentu kualitas produk hingga sampai tujuan. Melalui integrasi unit yang andal seperti Canter FE 71L, sistem digital Runner Telematics, dan kesiapan layanan purnajual, kami hadir memberikan kepastian operasional yang lebih efisien dan terkontrol bagi para pengusaha cold chain. Expo ini menjadi sarana bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dari para pelaku industri makanan dan minuman sekaligus memberikan solusi yang memenuhi kebutuhan konsumen."

Kombinasi Canter FE 71L dan Runner Cold Chain Package
Unit yang dihadirkan di booth Mitsubishi Fuso merupakan Canter FE 71L yang dirancang ideal untuk mobilitas distribusi perkotaan. Dengan konfigurasi 4 ban dan dimensi chassis yang lebih panjang, truk ini menjadi solusi tepat bagi bisnis logistik, terutama cold chain, berkat volume angkut yang lebih besar dan efisien untuk memaksimalkan produktivitas operasional.

Tidak hanya menyediakan produk yang handal, nilai tambah unit ini diperkuat oleh Runner Telematics Cold Chain Package, sistem telematika terintegrasi yang terhubung dengan dua sensor tambahan yang dapat dibeli di dealer Mitsubishi Fuso:
Sensor Temperatur: Memantau suhu di dalam refrigerated box secara real-time serta mengirimkan peringatan dini (alert) otomatis apabila terjadi perubahan suhu di luar batas aman komoditas.
Sensor Pintu: Memonitor frekuensi dan durasi buka-tutup pintu bodi kargo selama perjalanan, sehingga kebocoran suhu dingin dapat diminimalkan dan keamanan kargo tetap terjaga.

Keandalan operasional armada didukung penuh oleh pilar Zero Down Time Mitsubishi Fuso, meliputi jaringan 225 diler resmi, Bengkel 24 Jam Non-Stop, Mobile Workshop Service (MWS), ketersediaan suku cadang baik Genuine Mitsubishi Fuso dan Suku Cadang Tiga Berlian (SCTB) yang harganya lebih kompetitif, serta kemudahan memonitor riwayat perawatan melalui aplikasi MyFuso.

Kepercayaan Konsumen: B-LOG Jaga Konsistensi Layanan Cold Chain
PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-LOG) sebagai penyedia layanan logistik B2B baik cold chain maupun dry untuk berbagai sektor, dengan fokus utama pada produk makanan dan minuman (F&B) serta FMCG yang melayani distribusi masif hingga ke gerai, outlet, retail modern, dan tradisional. Dalam mendukung operasional distribusi tersebut B-LOG menggunakan berbagai jenis armada cold chain salah satunya menggunakan unit Canter FE 71L dari Mitsubishi FUSO sebagai bagian dari armada operasional B-LOG. Hingga semester I 2026, B-LOG telah mengoperasikan lebih dari 3.500-unit armada di lebih dari 125 titik operasional yang terletak di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia.

Gerry Ardian, Chief Innovation Officer PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-LOG), menjelaskan "Dalam Industri cold chain, kesesuaian suhu dan konsistensi penanganan menjadi kunci untuk menjaga kualitas produk. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, kami membutuhkan armada operasional yang andal dan adaptif. Untuk itu kami mempercayakan Mitsubishi FUSO sebagai bagian dari armada operasional cold chain B-LOG dalam menjaga standar penanganan produk dan konsistensi layanan sepanjang proses distribusi.”

Penawaran Layanan Purna Jual
Selama pameran berlangsung, konsumen Mitsubishi Fuso juga bisa mendapatkan Program Purna Jual FUSO GEBERRR! yang berlaku selama Oktober – Desember 2026. Program ini terdiri dari penawaran spesial 20% untuk pembelian Engine Oil, paket Periodical Maintenance, jasa servis lebih irit 5%, dan merchandise eksklusif Mitsubishi Fuso (berlaku nasional dealer resmi, Bengkel 24 Jam Non Stop, MWS, maupun di Pameran). 

Untuk mendukung operasional konsumen, Mitsubishi Fuso menyediakan layanan One Stop Service di delapan diler resmi Mitsubishi Fuso area JABODETABEK. Melalui layanan ini, konsumen dapat melakukan perawatan kendaraan sekaligus alat pendingin pada karoseri box kendaraan di satu lokasi. Selain itu, konsumen yang melakukan perawatan atau servis kendaraan di delapan diler tersebut juga dapat memperoleh layanan gratis servis pendingin (refrigerator) secara gratis. Melalui layanan dan program ini, proses perawatan menjadi lebih praktis dan efisien serta membantu meminimalkan waktu henti kendaraan, sejalan dengan semangat Zero Down Time.

Kehadiran di Food Trasnport & Logistic Expo 2026 menegaskan komitmen Mitsubishi Fuso sebagai Andalan Bisnis Sejati dalam mengawal efisiensi industri logistik rantai dingin nasional dari hulu ke hilir. Informasi lengkap mengenai spesifikasi lini produk Canter dan Fighter X dan layanan digital Runner dapat diakses melalui situs resmi www.ktbfuso.co.id. (*/yogi) 
Jakarta - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini, diresmikan oleh tiga kementerian utama Republik Indonesia. Berlangsung pada 4–6 November 2026 di Hall B dan C Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pameran dagang industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) ini menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah, sekaligus mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan berbagai pasar internasional.

Melalui platform business-to-business/B2B, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri F&B. Platform ini membuka peluang untuk memperluas jejaring perdagangan, menjajaki kemitraan strategis, memfasilitasi pertukaran produk dan teknologi, serta memperkuat akses ke pasar lintas negara.

Acara pembukaan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dihadiri oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, yang secara resmi membuka pameran. Turut memberikan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya Dan Desain, serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diwakili oleh Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah, Harun A.S., Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Yogia Prihartiny, dan Asisten Deputi Pengembangan Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan, Adi Trisnojuwono. Opening ceremony SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga dihadiri oleh Yang Mulia Dato’ Muzafar Shah Mustafa, Duta Besar Malaysia, Henri Tan, Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Elaine Chia, CEO Comexposium APAC, Andy Wismarsyah, CEO Seven Event; serta Lu Yu, Wakil Presiden China Chamber of Commerce of Import & Export of Foodstuffs, Native Produce & Animal By-Products (CFNA). Kehadiran pemerintah dan para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat daya saing industri F&B Indonesia serta memperluas akses pasar bagi produk dalam negeri.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menyoroti SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional. Pameran ini juga menjadi momentum untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar global.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam industri makanan dan minuman, sebagaimana tercermin dari kinerja ekspor makanan olahan nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari–Agustus 2026, nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai USD 4,49 miliar, meningkat 13,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Kehadiran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dapat kita jadikan momentum untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang dan menghasilkan kerja sama yang konkret," demikian disampaikan Fajarini dalam sambutannya.

Henri Tan, Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, menyampaikan bahwa industri F&B Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, didukung oleh pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian yang melimpah, serta ekosistem kewirausahaan yang dinamis. Ia menekankan peran pameran ini dalam menjembatani pelaku usaha lokal dengan peluang pasar global.

"Industri F&B Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar konsumen yang besar, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai pusat produksi dan ekspor di kawasan Asia Tenggara. Namun, menjangkau pembeli internasional dan menembus pasar luar negeri masih menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sinilah peran SIAL Network sebagai jembatan dua arah, yang menghubungkan produsen Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis internasional, sekaligus memperkenalkan peluang bisnis di Indonesia kepada pelaku usaha global," ujar Henri.

Pada hari pertama penyelenggaraan, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 mencatat antusiasme dan interaksi bisnis yang tinggi, dengan jumlah registrasi pengunjung mencapai 30.000 buyers.Melalui pertemuan B2B dan program Business Matching, para peserta pameran dan pengunjung profesional berkesempatan menjajaki kebutuhan pengadaan produk, jaringan distribusi, serta peluang kemitraan komersial yang dapat menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar internasional.

Pameran ini menghadirkan berbagai merek dan perusahaan terkemuka dari dalam maupun luar negeri, antara lain Exindokarsa, Kalaborasi, Oxone, Maxim Jayadi Abadi, Salim Ivomas and Baker’s Friend, Waras Legi, Sabah Mindet, VN Culinary, AT Korea, KITA dan Seongnam. Partisipasi internasional juga diperkuat melalui paviliun dan organisasi perdagangan dari China, yaitu China Chamber of Commerce of I/E of Foodstuffs, Native Produce & Animal By-Products (CFNA), Beijing Yingicheng International Exhibition Co. Ltd., Messetop (Beijing) International, Shanghai Huahe Expo Co. Ltd., dan Huiyuan Culture Development Group Co. Ltd., serta Saudi Export Pavilion. Kehadiran para peserta tersebut membuka peluang kolaborasi perdagangan lintas negara dan memperluas jejaring bisnis internasional.

Diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026, pameran ini juga menghadirkan berbagai solusi transportasi, logistik, dan rantai dingin (cold chain) bagi industri F&B. Sejumlah perusahaan terkemuka turut berpartisipasi, antara lain Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, OMOVO, DFSK, Suzuki, Adda Mitra, dan Emde Plast. Kehadiran mereka menjadi wadah bagi pelaku usaha F&B untuk menjajaki kemitraan dengan penyedia solusi transportasi dan logistik guna memperkuat kapasitas distribusi serta meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Penyelenggaraan pameran internasional ini juga mendapat dukungan dari sejumlah kementerian di Indonesia, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Kementerian Pariwisata. Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan 18 asosiasi industri dan komunitas profesional. Beberapa di antaranya adalah Indonesian Chef Association (ICA), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia (ACBI), Association of Indonesia Specialty Tea (AISTEA), dan Sustainable Spices Initiative Indonesia (SSI-I), serta berbagai asosiasi dan komunitas lainnya di sektor F&B. Keterlibatan pemerintah, asosiasi, dan komunitas industri ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inovasi, memperkuat daya saing industri, serta memperluas peluang bisnis di seluruh ekosistem F&B Indonesia.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 berlangsung hingga 6 November 2026, mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB, di Hall B dan C, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Para profesional industri F&B, pemilik usaha, serta pemangku kepentingan dari sektor terkait dapat mengunjungi pameran ini secara gratis dengan melakukan registrasi sebagai pengunjung profesional (trade visitor) melalui situs resmi: https://sialfooddrinksindonesia.com/visitor-registration/. (*/yogi) 
Jakarta – Elegansi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pilihan gaya, lingkungan yang dinikmati, hingga pengalaman dalam menjalani keseharian. Perspektif inilah yang ingin diperkenalkan LEPAS melalui konsep Elegant Living, sebuah pendekatan yang memperluas makna mobilitas menjadi bagian dari gaya hidup modern. Gagasan tersebut diwujudkan melalui LEPAS Maison, ruang pengalaman yang menjadi salah satu pusat perhatian dalam penyelenggaraan LEPAS Global Elegant Lifestyle Week di Wuhu, China, minggu lalu. 

Kegiatan ini mempertemukan ratusan Global Elegant Lifestyle Partners dan perwakilan media dari berbagai negara. Selama tujuh hari, LEPAS Maison menjadi tempat bagi para peserta untuk tidak hanya mengenal kendaraan LEPAS, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana desain, teknologi, dan interaksi sosial dapat membentuk pengalaman hidup yang lebih elegan.

LEPAS Maison, Wujudkan Elegant Living Melalui Desain, Fashion, dan Teknologi
Bagi LEPAS, Elegant Living bukan sekadar tentang sesuatu yang terlihat indah, melainkan bagaimana setiap elemen dapat memberikan pengalaman yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini berangkat dari tiga pilar utama LEPAS, yaitu Leopard Aesthetics, Elegant Technology, dan Exquisite Space. Ketiganya merepresentasikan pendekatan LEPAS dalam menghadirkan pengalaman yang memadukan karakter desain, kemudahan teknologi, dan kenyamanan ruang.

Di LEPAS Maison, pengunjung dapat merasakan langsung pendekatan tersebut melalui berbagai pengalaman bersama kendaraan LEPAS. Mulai dari mengeksplorasi bahasa desain Leopard Aesthetics, memasuki kabin, merasakan material interior, hingga mencoba berbagai fitur pintar. Pengalaman ini memperlihatkan bagaimana kendaraan dapat menjadi bagian dari gaya hidup, bukan hanya sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

"Bagi LEPAS, Elegant Living adalah tentang bagaimana elegansi dapat hadir dan dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak berhenti pada kendaraan, tetapi juga mencakup desain, teknologi, ruang, dan hubungan antarmanusia. Melalui LEPAS Maison, kami menerjemahkan semangat ‘Drive Your Elegance’ menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian, sekaligus membuka kesempatan bagi pengguna dari berbagai negara untuk menemukan makna elegansi melalui perspektif mereka masing-masing,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia.

Menariknya, pengalaman di LEPAS Maison tidak berhenti pada industri otomotif. LEPAS menghadirkan berbagai aktivitas yang mempertemukan desain dan gaya hidup, termasuk diskusi mengenai tren warna dan fashion. Melalui aktivitas ini, peserta diajak melihat bagaimana Leopard Aesthetics dapat diterjemahkan melalui perspektif budaya dan karakter gaya hidup yang berbeda di berbagai negara. Suasana yang lebih santai juga memberi ruang bagi para peserta untuk berbagi cerita, bertukar pandangan, dan membangun koneksi.

Dimensi teknologi turut melengkapi pengalaman tersebut melalui kehadiran robot AiMOGA dan teknologi dari Chery Group. Para peserta berkesempatan berinteraksi langsung dengan robot AiMOGA sekaligus melihat bagaimana manusia, kendaraan, dan robot pintar dapat saling terhubung dalam berbagai skenario kehidupan nyata. Perpaduan ini memperlihatkan bahwa pengalaman masa depan tidak hanya dibentuk oleh perkembangan kendaraan, tetapi juga oleh hubungan antara manusia dan teknologi di sekitarnya.

Lebih dari sebuah kegiatan internasional, LEPAS Global Elegant Lifestyle Week juga menjadi langkah untuk membawa konsep Elegant Living ke berbagai pasar dunia. Selama penyelenggaraan, LEPAS mencapai kesepakatan dengan mitra di sejumlah pasar regional untuk mendukung pengembangan ruang pengalaman serupa. Ke depannya, LEPAS berencana menghadirkan experience space dengan standar identitas merek yang konsisten, namun tetap memberikan ruang bagi penyesuaian terhadap budaya dan kebutuhan pengguna di setiap negara.

LEPAS Indonesia Hadirkan Semangat ‘Drive Your Elegance’ Melalui Jakarta Fashion Week 2027

Semangat yang sama juga dibawa LEPAS Indonesia melalui kolaborasinya dengan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Kolaborasi ini menjadi salah satu wujud bagaimana LEPAS menghubungkan dunia otomotif dengan industri fashion dan gaya hidup di Indonesia. Mengusung semangat "Drive Your Elegance”, LEPAS berkolaborasi dengan label fashion lokal OTHMAN dan Danjyo Hiyoji dalam menghadirkan perspektif elegansi yang relevan dengan karakter dan ekspresi gaya hidup modern.

Melalui kolaborasi ini, LEPAS ingin memperlihatkan bahwa identitas sebuah brand otomotif dapat hadir lebih luas melalui kreativitas, desain, dan ekspresi personal. Kehadiran LEPAS E4 EV dan LEPAS L8 PHEV di area Pondok Indah Mall 3 selama rangkaian JFW 2027 turut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat karakter desain dan identitas LEPAS, sekaligus melihat keterkaitan antara desain kendaraan dan dunia fashion.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat posisi LEPAS sebagai brand otomotif dan lifestyle yang membawa semangat Drive Your Elegance ke berbagai aspek kehidupan. Melalui pendekatan ini, LEPAS tidak hanya menghadirkan kendaraan dengan karakter desain yang khas, tetapi juga membangun koneksi dengan masyarakat melalui pengalaman yang dekat dengan minat dan gaya hidup mereka.

Melalui berbagai inisiatif, mulai dari LEPAS Maison di China hingga kolaborasi dengan Jakarta Fashion Week di Indonesia, LEPAS ingin menghadirkan perspektif bahwa elegansi bukan hanya tentang bagaimana seseorang bergerak, tetapi juga bagaimana mereka menikmati setiap momen dalam kehidupan. Sebuah pendekatan yang menjadikan mobilitas, desain, teknologi, fashion, dan koneksi antarmanusia sebagai bagian dari satu pengalaman gaya hidup, sejalan dengan semangat “Drive Your Elegance.”(*/yogi) 
Jakarta — Menurut data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama beberapa bulan terakhir, khususnya pada bulan Agustus dan September, terjadi peningkatan penjualan mobil. Sepanjang Januari hingga September 2026 terjadi peningkatan 21% dari sisi wholesale (pabrik ke dealer) dan 15,4% secara ritel (dealer ke konsumen), dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun, bagaimana dari sisi konsumen? Bagaimana preferensi mereka? Khususnya generasi milenial dan Z yang saat ini jumlahnya hampir setengah dari total populasi Indonesia, dan tentunya sangat memengaruhi pasar.

Baru-Baru ini Populix meluncurkan laporan terbaru “Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market”. Studi yang dilakukan terhadap 800 konsumen mobil kelas menengah ke atas ini mengungkap preferensi dan minat dalam pembelian mobil penumpang. Seluruh responden studi memiliki mobil pribadi dan melakukan pembelian dalam lima tahun terakhir.

Susan Adi Putra, Associate Research Director Populix, menjelaskan, “Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun.”

Apabila dibagi berdasarkan jenis, mobil Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih sangat mendominasi pasar. Umumnya, mobil dipergunakan untuk bekerja dengan frekuensi penggunaan enam hari dalam seminggu, dengan rerata jarak tempuh 17,6 km per hari. 

Pembelian selanjutnya: mobil tambahan, budget menengah, dan titik berat di inovasi

Setidaknya enam dari sepuluh orang yang dalam setahun ke depan berencana membeli mobil akan memanfaatkannya sebagai kendaraan tambahan, di samping mobil yang mereka miliki saat ini. Rata-Rata budget yang disiapkan pun sekitar Rp493 juta, yang berada di puncak segmen mobil menengah (Rp200-500 juta) dan hampir menyentuh segmen menengah-atas (Rp500 juta-Rp1 miliar).

Rencana pembelian sangat dipengaruhi oleh teknologi, inovasi, dan kepercayaan terhadap merek. Konsumen sangat mempertimbangkan performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi pabrikan secara global. 

“Tak heran, minat terhadap mobil listrik meningkat secara signifikan. Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, yang pada studi Populix tahun lalu masih menjadi poin penting dalam pertimbangan pembelian mobil listrik,” ungkap Susan Adi Putra.

Pengguna Toyota, Daihatsu, dan Hyundai jadi yang paling puas

Dari delapan merek mobil penumpang yang paling banyak dibeli dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam hal kepuasan pelanggan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kepuasan tersebut, mulai dari keandalan dan kinerja mesin yang menjadi pertimbangan penting bagi pengguna Hyundai dan Mitsubishi, hingga kenyamanan berkendara yang menonjol bagi pengguna Mitsubishi. Desain modern dan menarik juga menjadi faktor penting bagi pengguna Wuling, Hyundai, dan BYD, sementara efisiensi energi menjadi keunggulan yang banyak diapresiasi oleh pengguna Suzuki dan Daihatsu.

Pengalaman kepemilikan yang baik tidak hanya terbatas pada kendaraannya saja. Populix menemukan bahwa mayoritas pengguna mengharapkan tiga layanan purna jual; mulai dari kualitas pengerjaan, ketersediaan suku cadang, hingga profesionalisme staf servis dalam menjelaskan masalah kendaraan. Harapan-harapan ini secara umum telah dipenuhi oleh merek-merek otomotif terkemuka, yaitu Toyota, Honda, dan Hyundai.

Petakan asosiasi merek, mulai dari fitur satuan, layanan purna jual, hingga paket paling komplit

Pada studi ini, Populix juga melakukan pemetaan asosiasi merek melalui analisis pendapat responden. Pemetaan ini terbagi menjadi tiga faktor, yaitu produk, teknologi dan desain, serta nilai kepemilikan dan kepercayaan. 

"BYD memimpin inovasi dan teknologi mutakhir; Daihatsu dikenal karena layanan purna jualnya; Honda dan Toyota memiliki nilai jual kembali yang tinggi; Hyundai dikenal sebagai paket komplit di sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan; Mitsubishi dipercaya dalam kualitas mobil dan kenyamanan berkendara; Suzuki memiliki garansi dan perawatan terbaik; dan Wuling dianggap sebagai pionir EV di Indonesia," jelas Susan Adi Putra.

Berikut adalah asosiasi merek berdasarkan pendapat konsumen, diurutkan sesuai alfabet dengan penyebutan asosiasi terkuat di awal:

BYD:
- Inovatif dan dilengkapi teknologi mutakhir
- Desain premium

Daihatsu:
- Layanan purna jual dan jaringan dealer yang luas
- Garansi mesin dan perawatan gratis yang panjang

Honda:
- Nilai jual kembali yang kompetitif
- Nilai jual kembali yang tinggi
- Performa mesin yang kuat (akselerasi, pengereman, pengendalian, tenaga mesin)

Hyundai:
- Paket komplit (keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan)
- Desain premium
- Inovasi teknologi dan konektivitas

Mitsubishi:
- Kualitas mobil yang kuat dan solid
- Nyaman dikendarai (suspensi yang bagus, senyap, dan stabil)

Suzuki:
- Layanan purna-jual dan jaringan dealer yang luas
- Harga sesuai kualitas yang didapatkan

Toyota:
- Nilai jual kembali yang kompetitif
- Nilai jual kembali yang tinggi
- Performa mesin yang kuat (akselerasi, pengereman, pengendalian, tenaga mesin)

Wuling:
- Pionir segmen mobil listrik

"Meskipun analisis ini cukup bias karena mungkin tidak sesuai dengan data konkret, asosiasi merek yang ditampilkan menggambarkan bagaimana masing-masing brand dilihat dari kacamata konsumen. Maka dari itu, tiap brand perlu memastikan apakah nilai kuat yang mereka tonjolkan sudah cukup tersampaikan, atau malah harus menyesuaikan kembali untuk menjaring lebih banyak pengguna,” akhir Susan Adi Putra. (*/yogi) 
Jakarta – Selama lebih dari enam dekade, Hongqi telah menjadi bagian dari berbagai perjalanan penting para pemimpin dan tamu kenegaraan Tiongkok. Sejak didirikan pada 1958, sejarah tersebut membentuk identitas Hongqi sebagai sebuah luxury automotive brand yang tidak hanya dikenal melalui kemewahan dan prestisenya, tetapi juga melalui kepercayaan yang menyertai setiap perjalanan.

Hongqi E-HS9, sebuah flagship full-size electric SUV menjadi pembuka portofolio Hongqi di Indonesia yang merepresentasikan nilai tersebut. Di balik desainnya yang berkarakter dan kabin enam kursi yang lapang, E-HS9 membawa perhatian terhadap keselamatan ke dalam setiap aspek pengembangannya. Mulai dari struktur bodi, teknologi yang membantu pengemudi mengantisipasi risiko, hingga perlindungan baterai, seluruhnya menjadi bagian dari pengalaman berkendara yang ingin dihadirkan Hongqi.
Perlindungan yang Dimulai dari Fondasi Kendaraan
Salah satu bentuk perhatian Hongqi terhadap keselamatan E-HS9 dapat ditemukan pada bagian yang justru tidak terlihat secara langsung, yakni struktur bodinya. Hongqi E-HS9 dibangun menggunakan 9H Ultra-High-Strength Safety Architecture, sebuah struktur bodi yang dirancang untuk memberikan perlindungan pada area utama kendaraan. Sebanyak 67,7% struktur bodinya menggunakan baja berkekuatan tinggi, termasuk material hot-formed steel dengan tingkat kekuatan mencapai 1.800 MPa pada bagian-bagian tertentu.

Penggunaan material ini membantu membentuk struktur kabin yang kokoh sekaligus mendukung penyerapan dan distribusi energi benturan ketika terjadi tabrakan dari depan, samping, maupun dalam kondisi kendaraan terguling. Dengan begitu, perlindungan tidak hanya berfokus pada pengemudi dan penumpang, tetapi juga pada komponen penting kendaraan, termasuk sistem baterai.

Selain perlindungan melalui struktur bodi, Hongqi E-HS9 juga mengintegrasikan berbagai teknologi keselamatan aktif untuk membantu pengemudi menghadapi kondisi jalan yang terus berubah. Melalui Forward Collision Warning (FCW), kendaraan dapat memberikan peringatan ketika mendeteksi potensi benturan di depan, sementara Autonomous Emergency Braking (AEB) membantu melakukan pengereman secara otomatis dalam kondisi tertentu untuk mengurangi risiko atau dampak tabrakan.

Perlindungan ini dilengkapi Blind Spot Detection (BSD) yang membantu pengemudi mengenali keberadaan kendaraan di area titik buta, serta Lane Keep Assist (LKA) yang memberikan dukungan untuk menjaga kendaraan tetap berada pada jalurnya.

Seluruh fitur tersebut memberikan dukungan tambahan bagi pengemudi untuk mengenali potensi bahaya lebih awal dan merespons berbagai situasi di jalan.

Perlindungan Baterai sebagai Bagian dari Keselamatan Kendaraan Listrik
Pada kendaraan listrik, keselamatan juga memiliki dimensi lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana sistem baterai dilindungi dari berbagai risiko. Hal ini turut menjadi perhatian Hongqi dalam pengembangan E-HS9 yang menggunakan baterai berkapasitas 120 kWh.

Hongqi menghadirkan full-coverage side protection structure, struktur perlindungan yang dirancang untuk membantu menjaga baterai dari dampak benturan samping. Sistem baterainya juga memiliki tingkat perlindungan IP68 terhadap masuknya air dan debu sesuai standar pengujian yang berlaku, serta Power Battery Fire Suppression Technology sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap risiko kebakaran baterai. Melalui kombinasi tersebut, Hongqi menempatkan keselamatan sistem kelistrikan sebagai bagian penting dari pengembangan E-HS9, sejalan dengan perkembangan teknologi mobilitas listrik.

Pendekatan keselamatan ini juga telah melalui pengujian independen di Eropa. Hongqi E-HS9 memperoleh peringkat keselamatan lima bintang dari Euro NCAP dalam pengujian tahun 2025, dengan penilaian yang mencakup perlindungan penumpang dewasa, anak-anak, pengguna jalan yang rentan, serta teknologi bantuan keselamatan.

Warisan kepercayaan Hongqi dari berbagai perjalanan kenegaraan kini berlanjut dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian lewat E-HS9. Di balik kemewahan yang terlihat, ada perhatian terhadap keselamatan yang membantu pengemudi dan seluruh penumpang menikmati perjalanan dengan lebih tenang.

Untuk mengenal Hongqi E-HS9 lebih dekat, konsumen dapat mengunjungi Hongqi House Mampang, rumah pertama Hongqi di Indonesia, serta berkonsultasi langsung dengan tim Hongqi mengenai fitur kendaraan dan layanan kepemilikan. (*/yogi)