Articles by "Perbankan"
Tampilkan postingan dengan label Perbankan. Tampilkan semua postingan
Tangerang Selatan - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mengadakan program undian nasional dengan hadiah yang tersebar untuk setiap cabang BNI dengan hadiah undian utama berupa mobil mewah. Program undian bertajuk “Undian Rejeki BNI #GaPakeNanti” ini sudah memasuki tahun kedua setelah program sebelumnya berjalan Tahun 2021-2022. 

Pada program undian kategori reguler kali ini BNI menyediakan berbagai hadiah premium untuk nasabah di setiap cabang BNI yaitu  Grand Prize berupa 2 unit Mobil Land Rover Defender 110, 17 unit Mobil Hyundai Creta, hadiah, dan 195 unit Sepeda Motor Honda Beat. Khusus nasabah BNI Taplus Bisnis SME/Wirausaha disediakan 2 unit Mobil All New Mitsubishi Strada Triton dan 17 unit sepeda motor Honda Scoopy.

Pemimpin BNI Wilayah 14 Jakarta BSD, Faizal Arief Setiawan mengatakan, BNI sangat mengapresiasi nasabah yang selama ini telah percaya terhadap BNI dan telah membantu perseroan untuk tumbuh dan berkembang hingga saat ini.

Adapun dalam program ini, nasabah bisa berpartisipasi dalam rangkaian Program Undian Rejeki BNI #GaPakeNanti melalui BNI Mobile Banking dengan memanfaatkan Poin+ yang sudah terkumpul sebagai kupon undian. 

Selain ditukar menjadi kupon undian, nasabah juga dapat memanfaatkan Poin+nya untuk ditukarkan menjadi hadiah seperti eVoucher, donasi, pembayaran pulsa, dan lainnya yang dapat nasabah manfaatkan secara langsung.

“Kami harap nasabah dapat terhibur dengan program atensi ini. Kami harap nasabah juga terus meningkatkan tabungan dan transaksinya di BNI ke depannya,” sebut Faizal

Undian Rejeki BNI #GaPakeNanti
Faizal Arief Setiawan melanjutkan, program undian ini dilaksanakan untuk menciptakan experience nasabah tabungan yang holistic, setiap kegiatan yang dilakukan seperti transaksi dan meningkatkan saldo akan menghasilkan hadiah berupa Poin+. 

Program Undian Rejeki BNI #GaPakeNanti ini terdiri dari dua jenis yaitu Program Undian Reguler yang bisa diikuti oleh seluruh nasabah BNI Taplus serta derivatif-nya dan Program Undian Khusus SME/Wirausaha bagi wirausaha nasabah BNI Taplus Bisnis.

“Untuk masyarakat yang tertarik untuk mengikuti undian ini namun belum ber-BNI, bisa memulai dengan melakukan pembukaan rekening dengan Tabungan Digital BNI. Nasabah pun berkesempatan mendapatkan bonus sebesar 4.600 Poin+ yang bisa ditukarkan menjadi kupon undian atau hadiah lainnya sesuai pilihan nasabah” ujar Faizal.

Nasabah BNI bisa menukarkan 10 Poin+ untuk mendapatkan satu kupon undian, semakin banyak kupon yang ditukarkan, kesempatan menang nasabah tersebut juga akan meningkat. Informasi terkait dengan Undian Rejeki BNI #GaPakeNanti bisa diakses melalui bit.ly/rejeki-bni

Faizal Arief Setiawan juga menyatakan, bagi nasabah BNI yang ingin meningkatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah, bisa melakukannya dengan meningkatkan saldo tabungannya, bertransaksi dengan Kartu Debit BNI, maupun transaksi dengan Mobile Banking. Seluruh kegiatan tersebut dan sejumlah kegiatan lainnya akan menghasilkan Poin+ untuk Nasabah yang bisa ditukarkan menjadi kupon Undian. (*/yogi)
Jakarta - Mengarungi enam bulan pertama tahun 2022, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mempertahankan kinerja gemilang. Bank spesialis kredit perumahan ini sukses membukukan laba bersih sepanjang semester I/2022 senilai Rp1,471 trililun. Perolehan tersebut melonjak 59,87% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp920 miliar. 

“Pencapaian kinerja semester I/2022 yang sangat positif ini merupakan buah dari transformasi yang dilaksanakan seluruh jajaran BTN dalam mencapai target bisnis yang telah ditetapkan. Kami optimis hingga akhir tahun 2022 ini, kinerja Bank BTN akan semakin baik dengan berbagai strategi bisnis yang dijalankan,” ujar Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan Bank BTN Semester I/2022 (audited) di Jakarta, Kamis (15/9/2022).
Menurut Haru, kenaikan laba bersih perseroan, ditopang oleh keberhasilan Bank BTN menjalankan inisiatif strategis di semester I/2022 antara lain peningkatan penyaluran kredit, biaya dana (cost of fund) yang berhasil ditekan seiring dengan peningkatan penghimpunan dana murah ditambah juga dengan susksesnya Bank BTN melakukan perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan) yang terus menurun pada semester I/2022.

Haru menjelaskan, sepanjang periode Januari-Juni 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I/2022. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp251,914 triliun. Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I/2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255 triliun tumbuh 8,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp126,297 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84% menjadi Rp85,305 triliun pada semester I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,598 triliun.

“Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati hatian. Maka itu, rasio kredit bermasalah 
(non performing loan) kami terus membaik. NPL Gross pada semester I tahun 2022 ini berada pada level 3,54%, lebih rendah dari sebelumnya di level 4,10%, Sedangkan NPL Nett sebesar 1,04%, turun dari posisi 1,87%,” kata Haru. 

Kenaikan kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 35,97% pada semester I/2022 menjadi Rp7,737 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,690 triliun. Lonjakan NII tersebut membuat rasio net interest margin (NIM) Bank BTN juga mengalami kenaikan dari 3,41% pada akhir Juni 2021 menjadi 4,58% di semester I/2022. 

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Haru mengungkapkan pada semester I/2022 perolehan DPK Bank BTN mencapai Rp307,309 triliun naik 2,99% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp298,378 triliun. Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp137,453 triliun naik sebesar 22,95% dibandingkan akhir Juni 2021 sebesar Rp111,798 triliun. 

“Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat kontribusi dana murah mengalami kenaikan menjadi 44,73% dari total DPK Bank BTN pada semester I/2022,” jelasnya.

Haru menegaskan, kenaikan dana murah Bank BTN berhasil menekan biaya dana atau cost of fund Bank BTN pada semester I/2022 menjadi 2,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,45%. Fokus Bank BTN dalam menggenjot perolehan dana murah dan memangkas dana mahal telah membuat total deposito perseroan mengalami penurunan 8,96% menjadi Rp169,86 triliun pada semester I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp186,58 triliun. 

Kinerja BTN Syariah Tumbuh Positif
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis konvensional, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN (BTN Syariah) juga tumbuh positif pada semester I/2022. Laba bersih UUS BTN tersebut tercatat melonjak 118,06% dari Rp87,54 miliar pada semester I/2021 menjadi Rp190,9 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada semester I/2022, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 8,86% menjadi Rp29,24 triliun dibandingkan akhir semester I/2021 sebesar Rp26,86 triliun. Sementara total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah mencapai Rp30,49 triliun tumbuh 13,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,89 triliun. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 13,78% menjadi Rp40,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp35,46 triliun.(*/Yogi)
Jakarta - Dalam enam bulan pertama 2022, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7% secara year on year (yoy) Juni 2022. 

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II 2022 menembus Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22%. Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. 

"Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global," ujar Siddik dalam Konferesi Pers Live Public Expose Bank Mandiri Kuartal II 2022 di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Fungsi intermediasi yang baik tersebut, lanjut Siddik, disokong oleh seluruh segmen kredit  yang membaik. Salah satunya kredit korporasi yang menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan sebesar 10,6% yoy yakni dari Rp 369 triliun menjadi Rp 409 triliun pada akhir Juni 2022. Pertumbuhan kredit ini juga turut mendorong pertumbuhan total aset Bank Mandiri secara konsolidasi yang mencapai Rp 1.786 triliun atau tumbuh 13% yoy sampai dengan kuartal II 2022. 

"Melihat kinerja yang membaik, kami optimis pertumbuhan kredit Bank Mandiri mampu tumbuh di atas 11% sampai dengan akhir tahun dengan kualitas aset yang terjaga optimal," imbuhnya. 

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengungkapkan, bank berkode emiten BMRI ini juga berhasil mencatat perbaikan dari sisi profitabilitas. Hal ini terlihat dari net interest margin (NIM) secara konsolidasi yang mencapai 5,37% di kuartal II 2022, tumbuh 32 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, return on equity (ROE) Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sebesar 23,03% pada periode yang sama, meningkat 791 bps secara tahunan. Berkat profitabilitas yang membaik, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 20,2 triliun, tumbuh 61,7% secara YoY.

Hal ini juga diikuti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri yang mencapai Rp 1.318,42 triliun per kuartal II 2022 tumbuh 12,76% YoY. Pencapaian tersebut juga menjadikan Bank Mandiri dengan total DPK terbesar di industri perbankan Indonesia. 

"Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan progresif sampai kuartal II dan berhasil menjadi group keuangan terbesar yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi, antara lain terlihat dari pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 61.66% YoY, rasio kredit macet yang turun menjadi 2,47%, serta rasio imbal hasil terhadap ekuitas atau return on equity (ROE) sebesar 23%,” ujar Sigit.

Ringkasan Kinerja Konsolidasi Bank Mandiri di Kuartal II 2022 :
• Total Aset : Rp 1.785,71 triliun, naik 12,98% YoY
• Total Kredit : Rp 1.138,31 triliun, naik 12,22% YoY
• Total DPK : Rp 1.318,42 triliun, naik 12,76% YoY
• Laba Bersih : Rp 20,2 triliun, naik 61,7% YoY
• Return on Equity (ROE) : 23,03%, naik 7,91% YoY
• Net Interest Margin (NIM) : 5,37%, naik 0,32% YoY
• Non Performing Loan (NPL) : 2,47%, turun 0,72% YoY

Kualitas Kredit Terjaga Baik
Performa kredit Bank Mandiri pun diikuti oleh kualitas aset yang terjaga. Darmawan menjelaskan, Bank Mandiri secara konsisten berhasil menjaga perbaikan lewat monitoring serta manajemen risiko yang ketat. 

Hasilnya, hingga pertengahan tahun 2022 posisi rasio non performing loan (NPL) Bank Mandiri (bank only) turun menjadi 2,47%. Tidak hanya itu, berkat optimalisasi kualitas aset serta efisiensi, biaya kredit atau cost of credit (CoC) Bank Mandiri pun berhasil ditekan menjadi 1,27% pada semester I 2022. 

"Dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri telah menjalankan proses mitigasi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian termasuk menjaga rasio pencadangan dalam posisi yang mencukupi," papar Siddik.

Adapun, sampai dengan akhir Juni 2022 posisi restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di Bank Mandiri kian melandai menjadi Rp 58,2 triliun. Jumlah tersebut sudah jauh lebih rendah dari posisi Juni 2021 sebesar Rp 96,5 triliun.

Bank Mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong peningkatan pembiayaan berkelanjutan. Pembiayaan berkelanjutan tercatat sebesar Rp 226 triliun. Jumlah tersebut, termasuk penyaluran pembiayaan ke sektor hijau sebesar Rp 105 triliun.

Siddik mengatakan, untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) di tahun 2030 dan Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060, kebutuhan pembiayaan hijau mencapai US$ 281 miliar. Terkait kebutuhan tersebut, Bank Mandiri menargetkan untuk secara konsisten berkontribusi sebesar 21%-23% terhadap porsi pembiayaan hijau nasional guna mendukung tercapainya target NDC dan NZE Indonesia. 

Percepat Transformasi Digital
Sigit Prastowo menambahkan, pertumbuhan kinerja Bank Mandiri, tidak lepas dari peran teknologi pada bisnis perseroan. Bank Mandiri telah menghadirkan solusi perbankan digital yang andal kepada nasabah lewat Super App Livin' by Mandiri untuk menghadirkan customer experience selayaknya layanan cabang dalam genggaman yang dispesifikasi ke nasabah ritel serta Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri yang memberikan layanan digital single access kepada nasabah wholesale. 

Upaya tersebut juga telah berbuah manis, tercatat sejak diluncurkan Oktober 2021 lalu sampai dengan pertengahan 2022 Livin' by Mandiri telah diunduh lebih dari 14 juta kali. Pun, jumlah transaksi Livin' by Mandiri hingga juni 2022 (secara year to date) juga telah mencapai 881 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp 1.080 triliun atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode Juni 2021 lalu. 

Untuk dapat memanjakan dan memenuhi kebutuhan nasabah ritel, Bank Mandiri juga telah meluncurkan dua fitur andal di Livin' by Mandiri. Kedua fitur tersebut bertajuk, Livin' Investasi untuk menghadirkan solusi berinvestasi secara mudah, cepat dan aman serta Livin' Sukha yang dapat mempermudah kebutuhan gaya hidup nasabah.

"Tak hanya itu, kinerja perseroan juga ditopang oleh kekuatan superapp Livin by Mandiri yang handal, hingga hanya dalam 8 bulan sudah diunduh oleh 15 juta downloader dan mampu mengeksekusi hingga 21.000 transaksi per detik,” terang Sigit.

Sedangkan untuk nasabah wholesale, Kopra by Mandiri juga berperan besar dalam meningkatkan transaksi wholesale secara signifikan. Tercatat, jumlah transaksi wholesale Bank Mandiri hingga semester I 2022 tumbuh 72% secara yoy menembus 326 juta transaksi. 

Platform digital wholesale andalan Bank Mandiri ini juga mampu mencatatkan peningkatan pengguna sebesar 137% dari 23 ribu pada akhir 2021 menjadi 55 ribu akhir Juni 2022 lalu. Dengan nilai transaksi mencapai Rp 8.053 triliun atau tumbuh 29% YoY di semester I 2022. Akselerasi digital yang konsisten tersebut juga berhasil meningkatkan rasio dana murah (CASA) Bank Mandiri menjadi sebesar 75% di kuartal II 2022. (*/yogi)

Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan 
pertumbuhan kinerja yang signifikan dan berkualitas sepanjang pertengahan tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global, pada kuartal II/2022, BSI mampu membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy). 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kinerja BSI yang solid pada pertengahan tahun ini dipengaruhi oleh kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan 
sehingga bertumbuh sehat dan intermediasi yang terus membaik. Hal tersebut mendukung profitabilitas BSI terus meningkat, dengan laba bersih tumbuh double digit menjadi Rp2,13 triliun per Juni 2022.

“BSI semakin optimistis bahwa dengan dukungan berbagai pihak kepada BSI akan semakin memperkokoh kinerja perseroan sehingga pada akhir tahun nanti capaian perseroan akan dapat memenuhi target yang diharapkan. Berbagai aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan pada tengah tahun ini juga menjadi salah satu strategi untuk menguatkan BSI dari sisi aspek permodalan,” kata Hery.

Kinerja positif ini juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 244,66 triliun, tumbuh 13,07% dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito. Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI menghantarkan tabungan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional. 

Tabungan wadiah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang modern dan mudah diakses, sedangkan dari sisi bank menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi bagi hasil. 

Kinerja positif juga didukung oleh pembiayaan yang tumbuh dan sehat. Pembiayaan BSI secara keseluruhan sebesar Rp 191,29 triliun tumbuh 18,55%. Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut di antaranya pembiayaan mikro tumbuh 31,13%, pembiayaan konsumer tumbuh 21,66%, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34%, pembiayaan kartu tumbuh 22,87% dan gadai emas tumbuh 20,07%. Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74%. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93%.

Kinerja yang solid dan sehat juga ditunjukan dari pertumbuhan aset sebesar 12,46% secara yoy menjadi Rp277,34 triliun. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%.

“Untuk ke depannya, BSI akan fokus pada investasi berkelanjutan serta pengembangan islamic ecosystem sesuai dengan semangat ekonomi hijau berlandaskan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang saat ini sedang diperkuat oleh pemerintah dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital sejalan semangat transformasi di tubuh BSI,” lanjut Hery.

Per Juni 2022, user pengguna BSI Mobile mencapai 4,07 Juta user naik sebesar 81% secara yoy. Jumlah pengguna yang semakin meningkat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke e-channel BSI Mobile, ATM maupun Internet Banking. Dimana saat ini profil nasabah BSI sebanyak 97% telah beralih menggunakan e-channel untuk beraktivitas perbankan. 

Transaksi kumulatif BSI Mobile per Juni 2022 mencapai 117,72 juta transaksi dan berkontribusi memberikan fee based income sebesar Rp119 miliar. 

Dukung Keuangan Berkelanjutan
Dalam menyalurkan pembiayaan, BSI terus menjaga nilai-nilai syariah dengan memberikan pembiayaan yang sehat dan sustain sehingga tetap menjaga keberlangsungan kehidupan dan 
lingkungan. 

BSI terus berkomitmen dalam penerapan prinsip environmental (lingkungan), social (sosial) dan governance (tata kelola perusahaan) atau ESG, selaras dengan aspek keuangan berkelanjutan (sustainable finance). 

BSI mencatat pembiayaan terkait ESG terus mengalami peningkatan dan ke depannya akan diakselerasi sehingga perseroan mampu menghadirkan value yang lebih baik kepada para stakeholdernya. Tentunya value tersebut dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Per Juni 2022, pembiayaan keuangan berkelanjutan BSI mencapai Rp 50,05 triliun atau 26% dari total pembiayaan BSI. Perseroan juga menggencarkan implementasi keuangan berkelanjutan dengan penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) yang mengusung konsep 3P (people, planet dan profit). Dana CSR yang disalurkan BSI ke 
berbagai sektor socioeconomic mencapai Rp84,1 miliar. Salah satunya pendampingan dan pengembangan 19 Desa Binaan BSI yang tersebar di Aceh, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat dan Makassar. 

BSI Dukung Pembangunan Nasional
BSI Lampaui Target Penjualan SR017 Capai Rp2,06 Triliun. Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah terbesar di tanah air senantiasa memberikan kinerja terbaik salah satunya sebagai mitra distribusi SR017. BSI menargetkan penjualan SR017 sebesar Rp 1 Triliun di tahun ini. (*/yogi)
Serang – Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik Pemerintah Daerah Provinsi Banten, PT Bank Pembangunan Daerah Tbk (“Bank Banten”) berkomitmen untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat, khususnya di Provinsi Banten. Bank Banten melalui Unit Pengumpul Zakat Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Banten (UPZ-YKPBB) bersinergi dengan Medikit, Yayasan Amal Maksilofasial (YAM) dan Rumah Sakit (RS) Sari Asih memberikan operasi gratis celah bibir dan lelangit kepada keluarga kurang mampu yang berdomisili di kota dan kabupaten di Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di RS Sari Asih, Serang, Kamis (18/08/22). Diketahui, sebanyak 17 pasien menjalani operasicelah bibir dan lelangit.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Bank Banten, Dr. Agus Syabarrudin, KetuaYAM, Drg. Santi Anggraini, SpBM, Direktur RS Sari Asih Serang, dr. Yahmin Setiawan MARS, Wakil Ketua I Baznas Provinsi Banten, H. Zaenal Abidin Syuja’i dan Ketua Umum UPZ-YKPBB, Hufron Hendriyanto.

Direktur RS Sari Asih Serang, dr. Yahmin Setiawan MARS, menyampaikan, penanganan operasi celah bibir dan lelangit gratis ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pihaknya berharap, agar kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama Bank Banten, Dr. Agus Syabarrudin bersyukur Bank Banten bisa berperan dalam kegiatan sosial ini. Para Pegawai Bank Banten menyisihkan sebagian rezekinya secara suka rela untuk zakat infak dan sadaqah yang disalurkan melalui UPZ-YKPBB kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bank Banten sebagai agent of development dan mitra Pemerintah Daerah Provinsi Banten, siap berkontribusi dalam pembangunan dan pencapaian SDGs di Provinsi Banten, demi menjamin kehidupan yang sehat bagi masyarakat Banten,” tuturAgus.

Agus menyampaikan, saat ini Bank Banten telah mengimplementasikan program-program tanggung jawab sosia ldan lingkungan secara berkelanjutan, salah satu program lainnya yang telah dijalankan adalah Banten Santri Enterpreneur (BSE).

Melihat potensi jumlah Pondok Pesantren di Banten yaitu sebesar 4.579 Ponpes dengan jumlah Santri tidak kurang dari193 ribu menempatkan Banten sebagai Provinsi dengan jumlah Ponpes dan Santri terbesar kedua di Indonesia, Agus yakin melalui pembekalan lifeskill dan vocational skill oleh Bank Banten melalui program BSE, akan mendorong santri-santri agar memiliki jiwa enterpreneur.

Bank Banten terus berupaya bersinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, sebagai implementasi nilai Universe yang terkandung dalam budaya perusahaan “TRUST” yaitu membangun sinergi positif dengan sesama dan lingkungan sebagai bentuk syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan cita-cita Bank Banten untuk menciptakan ekosistem perekonomian daerah Banten bisa terlaksana, sehingga Bank Banten dapat menjadi tuan rumah di Provinsinya sendiri. (*/yogi)
Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (“Bank Banten”) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Jasa Raharja Banten, Polda Banten dan Polda Metro Jaya menyelenggarakan launching Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Penyerahan Kedua dan Pengurangan Pokok PKB dari Luar Provinsi Banten yang dimulai pada 18 Agustus sampai 31 Desember 2022.

Selain itu, dikesempatan yang sama, Bank Banten dan Bapenda Provinsi Banten juga melaksanakan rapat koordinasi sinergitas penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pajak daerah, sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 1Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Lynn, Serang (18/08/22). Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama (Dirut) Bank Banten, Dr.Agus Syabarrudin, Pejabat (Pj) Gubernur

Banten, Al Muktabar, Kepala Bapenda Provinsi Banten, Opar Sohari, Kepala Jasa Raharja Cabang Banten, Saldhy Putranto dan Kasi STNK Subdit Regident Polda Banten, Kompol Lucky Permana. Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, berharap masyarakat dapat memanfaatkan adanya dispensasi pemberian denda PKB bagi wajib pajak, sesuai Peraturan Gubernur Banten Nomor 24 Tahun 2022.

“Salah satu upaya kita merawat wajib pajak agar dapat mengoptimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) adalah dengan penghapusan denda untuk meringankan wajib pajak,” ujar Muktabar.

Kepala Bapenda Provinsi Banten, Opar Sohari, menyampaikan, pada tahun 2022 tunggakan PKB Provinsi Banten senilai Rp780 Miliar. Sebagai upaya mengoptimalisasi PAD dari sektor PKB maka Pemprov Banten memberikan relaksasi penghapusan denda pajak.
Opar menambahkan, Pemanfaatan program tersebut dapat dilakukan di 12 Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Samsat se-Banten yang pembayarannya dikelola oleh Bank Banten.

Direktur Utama Bank Banten, Dr. Agus Syabarrudin mengatakan, Bank Banten saat ini telah mengimplementasikan elektronifikasi transaksi Pemda dalam mengembangkan layanan pembayaran pajak kendaraan di seluruh UPT dan Gerai Samsat yang tersebar di Provinsi Banten.

“Dalam rangka mengoptimalisasi pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan, pembayaran pajak kendaraan saat ini dapat dilakukan secara non-tunai baik menggunakan EDC, QRIS dan Indomaret terdekat. Sehingga wajib pajak akan semakin dimudahkan,” kata Agus.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada nasabah, khususnya wajib pajak adalah wujud hadirnya Pemerintah Daerah dan Bank Banten dalam memberikan pelayanan prima. ke depannya, Agus berharap, Pemerintah Kota dan Kabupaten di Banten dapat berkolaboras ibersama Bank Banten dalam hal penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), sehingga pembangunan di Provinsi Banten dapat berjalan optimal karena pendapatan asli daerahnya berputar di Banten dan dimanfaatkan sepenuhnya bagi kesejahteraan masyarakat Banten. (*/yogi)

Serang - Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), Bank Indonesia menyediakan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik dan pecahan yang sesuai sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI. Dalam rangka memenuhi amanat tersebut, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan mengeluarkan uang Rupiah kertas Tahun Emisi (TE) 2022 pada tanggal 18 Agustus 2022 sebagai komitmen Bank Indonesia untuk menyediakan uang Rupiah yang berkualitas melalui peningkatan keamanan dan terpercaya sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI.

Bertempat di Pendopo Kantor Gubernur Banten, pada kamis 18 Agustus 2022 Pj. Gubernur Banten menerima secara langsung Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi (TE) 2022 yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten. Dengan penyerahan tersebut, maka Pj. Gubernur Banten menjadi Pemimpin Daerah pertama di Provinsi Banten yang menerima Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi (TE) 2022.  

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Imanuddin Sahabat menyampaikan penjelasan mengenai penerbitan Uang Rupiah Kertas TE 2022 beserta perbedaan dengan emisi tahun 2016, yakni dengan diperkuat pada 3 aspek yaitu penguatan desain agar semakin mudah dikenali, keandalan unsur pengaman (security features) agar semakin sulit dipalsukan, serta ketahanan bahan uang (durability) agar semakin lama  masa edarnya. 

Pj. Gubernur Banten mengimbau masyarakat yang ingin menukarkan uang dengan emisi baru dapat melalui aplikasi penukaran Bank Indonesia (www.pintar.co.id). Uang Rupiah TE 2022 berupa uang Rupiah kertas yang terdiri dari 7 pecahan, yaitu pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 serta merupakan alat pembayaran sah yang berlaku dan dapat digunakan bertransaksi di seluruh wilayah NKRI.

Uang Rupiah kertas TE 2022 mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah pada tanggal 17 Agustus 2022 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77. Adapun masyarakat dapat memesan penukaran Uang Rupiah kertas TE 2022 sebanyak 1 Paket yang bernilai Rp 200,000 melalui aplikasi PINTAR yang dijadwalkan akan mulai di buka pada tanggal 19-26 Agustus 2022 yang dapat diakses dari seluruh Kabupaten/Kotamadya di Provinsi Banten.

Dengan penerbitan dan peluncuran Uang Rupiah TE 2022 tersebut, seluruh uang Rupiah kertas ataupun logam yang telah dikeluarkan sebelumnya  masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia. (*/igoy)

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten terus mendorong pemberdayaan UMKM, salah satunya dengan melakukan edukasi layanan transaksi perbankan secara digital, yaitu SuperApps BRImo. Dengan layanan yang lebih praktis, murah dan cepat, pelaku UMKM akan semakin dimudahkan dalam menjalankan usahanya.

Hal tersebut dilakukan BRI dengan melakukan literasi dan pendampingan kepada nasabah dan pelaku UMKM. Wujud komitmen ini tercermin dari penyelenggaraan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 yang digelar di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat, pada 5-7 Agustus 2022.

Pesta Rakyat Simpedes merupakan acara tahunan BRI sebagai wadah pemberdayaan UMKM sejak 2008. Pada tahun ini, gelaran Pesta Rakyat Simpedes telah berlangsung sejak Juni hingga Desember 2022. Event tahunan BRI pada 2022 akan menyambangi 379 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam tiga hari pelaksanaan, terhitung lebih dari 25 ribu masyarakat hadir dan melakukan aktivasi BRIMo, superapps layanan perbankan digital besutan BRI. Edukasi masyarakat melalui penyuluh digital BRI ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam melakukan transformasi digital dan peningkatan inklusi dan literasi produk perbankan.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam sambutannya di PRS Karawang menyampaikan, BRI senantiasa mendorong pelaku UMKM untuk “naik kelas” melalui digitalisasi bisnis.

“Melalui transformasi digital, BRI berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan perbankan kepada masyarakat dengan lebih mudah dan cepat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Supari mengatakan PRS juga menjadi momentum bagi pelaku UMKM memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.

“Dalam kegiatan PRS tersebut, BRI tidak hanya menyediakan hiburan bagi masyarakat tetapi juga menyediakan fasilitas bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, mendapatkan pelatihan untuk pengembangan usaha, dan kesempatan untuk kolaborasi bisnis,” tuturnya.

Dalam layanan digital banking, BRI memiliki Financial Super Apps Digital Banking BRImo yang kini semakin digemari oleh nasabah karena menghadirkan solusi holistik layanan keuangan dalam satu genggaman saja. Financial super apps BRImo telah digunakan oleh 18,47 juta users atau tumbuh 66,3% secara Year on Year (YoY) pada kuartal II-2022.

Kegiatan Pesta Rakyat Simpedes terdiri atas 6 Pilar, yaitu Pawai, Panggung, Pasar, Panen, Pojok X’sis, dan Peduli. Pawai merupakan literasi digital kepada pelaku UMKM yang tersebar di pasar atau sentra ekonomi, diikuti dengan kemeriahan pawai budaya. Panggung yang menampilkan hiburan oleh artis nasional.

Pasar menghadirkan 300 UMKM binaan BRI yang akan menampilkan berbagai macam produknya. Panen sendiri adalah acara undian hadiah Simpedes dan doorprize untuk pengunjung.

Pojok X’Sis sebagai area pengunjung untuk mengaktualisasi diri serta menambah pengetahuan dengan berbagai aktivitas seni dan olahraga, literasi digital, pengenalan Digital Banking Experience, coaching clinic atau capacity building kepada komunitas. Peduli, melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan kepada masyarakat sekitar berupa cek kesehatan gratis untuk masyarakat.

Di samping itu, BRI juga terus melakukan digitalisasi dalam operasional bisnisnya. Bank terbesar di Indonesia ini memiliki BRIBRAIN yang merupakan kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh BRI untuk menyimpan, memproses, dan mengkonsolidasikan segala informasi dari berbagai sumber.

Selain itu, BRI juga memiliki BRISPOT yang dapat mempercepat sekaligus memperluas akses kredit bagi nasabah melalui aplikasi digital.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan UMKM, BRI telah mengembangkan aplikasi LinkUMKM sebagai one stop solution bagi UMKM untuk menaik kelaskan usahanya. Saat ini, telah terdapat lebih dari 2,3 juta pelaku UMKM yang telah terdaftar dan aktif dalam aplikasi tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyelenggaran BRI Pesta Rakyat Simpedes 2022 dapat diakses melalui http://s.id/PRSKRW. (*/net/igoy)