Jakarta - Ekonomi global masih berada di bawah tekanan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 akibat berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dan inflasi. Kondisi tersebut turut memengaruhi kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00% pada September 2026. 

Di dalam negeri, konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan dukungan stimulus fiskal dan program prioritas Pemerintah. Namun demikian, tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah, serta risiko kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar Rupiah masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan permintaan konsumen.

Di tengah berbagai tekanan tersebut, industri otomotif masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang sembilan 
bulan pertama tahun 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru meningkat sebesar 10% (yoy) menjadi 5,1 juta unit, sementara penjualan ritel mobil baru tumbuh sebesar 16% (yoy) menjadi 676 ribu unit.

Adira Finance Jaga Momentum Pertumbuhan, Pembiayaan Baru Naik 13%
Seiring dengan pertumbuhan positif di industri otomotif, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun sepanjang sembilan bulan tahun 2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh peningkatan pembiayaan di seluruh segmen baik otomotif maupun non otomotif. 

Pada akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan mencapai Rp65,8 triliun, meningkat 
7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mendukung pengembangan bisnis, Adira Finance terus mengoptimalkan jaringan usaha yang kini mencapai 847 kantor cabang dan kantor satelit di seluruh Indonesia.

Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, Adira Finance juga melanjutkan penguatan operasional pascamerger dengan Mandala Finance. Pada Oktober 2026, Perusahaan memasuki tahap Operational Day 1 (OD1), yang menandai penyatuan operasional kedua perusahaan. Integrasi ini 
menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan dan kapabilitas bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang pertumbuhan pembiayaan yang lebih luas.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan 
bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum 
penting bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan 
Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,” kata Dewa Made Susila, 
Direktur Utama Adira Finance.

Adira Finance Catat Pertumbuhan Laba dan Kualitas Aset yang Terjaga di 9M26 

Dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun sepanjang sembilan 
bulan pertama 2026, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total beban relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun, antara lain didukung oleh penurunan beban bunga dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar 14% dan 10% (yoy). Dengan pertumbuhan pendapatan dan beban yang tetap terkendali, laba bersih Perusahaan meningkat 56% menjadi Rp1,6 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan, kualitas aset Perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio
pembiayaan bermasalah (NPF) gross konsolidasiantercatat sebesar 1,8% pada September 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,1%. Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan proses underwriting yang prudent serta penguatan aktivitas monitoring dan collection.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyampaikan bahwa ke depan, Perusahaan akan terus menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan 
pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Di tengah 
dinamika suku bunga dan tekanan daya beli masyarakat, perusahaan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan. (*/Yogi)
OTOBanten

OTOBanten.id

OTOBanten.id merupakan Media Online Berita Otomotif Seputar Banten dan Nasional

Post A Comment: