Tangerang - PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menerima pembaruan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebagai bentuk kepatuhan terhadap implementasi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 35 Tahun 2025 tentang Tata Cara Perhitungan TKDN. Sertifikat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pusat P3DN Kementerian Perindustrian, Kris Sasono Ngudi Wibowo, kepada Repelita Ginting, Plant Manager PT HMMI, disaksikan oleh Silvia Febridona, Manajer Proyek Sertifikasi TKDN PT Surveyor Indonesia, serta Mahardi Tunggul Wicaksono, B.Eng., M.Eng., Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP), Direktorat Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Pembaruan sertifikat ini menegaskan komitmen Hino dalam meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan industri kendaraan niaga nasional. Dengan menyesuaikan perhitungan TKDN berdasarkan regulasi terbaru, Hino terus mendukung pertumbuhan rantai pasok lokal, meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia, serta memperluas pemanfaatan produk dalam negeri.
Pencapaian TKDN tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang Hino dalam membangun industri otomotif nasional. Sejak memulai kegiatan manufaktur di Indonesia sampai Bulan Juli Tahun 2026 Hino telah memproduksi lebih dari 651.995 unit kendaraan niaga yang mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari logistik, transportasi publik, konstruksi, pertambangan, hingga perkebunan.
Hino juga menjadi satu-satunya pabrik manufaktur kendaraan bermotor di Indonesia yang memproduksi sasis bus besar untuk memenuhi kebutuhan transportasi masal di dalam negeri bahkan juga untuk eksport ke beberapa negara tujuan, mempertegas perannya dalam memperkuat kemandirian industri kendaraan niaga nasional sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan produk buatan Indonesia.
"Pembaruan sertifikat TKDN ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hino untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap industri manufaktur Indonesia. Semakin tinggi penggunaan komponen dalam negeri, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh industri pendukung, tenaga kerja lokal, dan ekosistem otomotif nasional. Pada akhirnya, pelanggan juga memperoleh produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar kualitas global," ujar Repelita Ginting, Plant Manager HMMI.
Saat ini, dari 46 model kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia, 31 model telah memiliki sertifikat TKDN. Sebanyak 10 model di antaranya telah berhasil diperbarui sesuai ketentuan Permenperin No. 35 Tahun 2025 dengan nilai TKDN mencapai 71,75%, sementara model-model lainnya akan mengikuti proses pembaruan secara bertahap.
Melalui pencapaian ini, Hino semakin siap mendukung implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Tingginya kandungan lokal tidak hanya mencerminkan kemampuan manufaktur Hino di Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri komponen, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan rantai pasok nasional.
Bagi pelanggan, pencapaian TKDN ini menjadi jaminan bahwa setiap kendaraan Hino diproduksi dengan memadukan standar kualitas global dan kemampuan manufaktur dalam negeri. Dengan dukungan jaringan pemasok lokal yang semakin kuat, Hino dapat terus menghadirkan kendaraan niaga yang andal, didukung ketersediaan komponen yang lebih baik, serta memberikan nilai tambah bagi dunia usaha dan perkembangan industri transportasi Indonesia. (*/yogi)

Post A Comment: