Bekasi – Tidak semua touring harus berakhir dengan cerita tentang jarak jauh, destinasi populer atau agenda yang padat. Bagi Neon Riders Club (NRC), perjalanan perdana bersama para pengguna Letbe NEON justru memiliki tujuan yang jauh lebih sederhana: bertemu, berkumpul dan mempererat silaturahmi. 

Sekitar 30 anggota komunitas pengguna Letbe NEON dari Mforce Indonesia mengikuti touring perdana NRC menuju kawasan Puncak 2. Rombongan menjadikan Ki Demang Caffe and Resto sebagai tujuan perjalanan setelah berangkat dari Grand Wisata, Bekasi. 

Perjalanan kemudian dilanjutkan melewati Cileungsi dan Jonggol. Rute tersebut menjadi saksi perjalanan pertama NRC dalam membawa para anggotanya berkendara bersama sebagai sebuah komunitas. 

Jika dilihat dari luar, kegiatan tersebut mungkin tampak seperti touring komunitas pada umumnya. Namun, bagi para peserta, perjalanan ini memiliki arti tersendiri. 

Ada anggota yang sebelumnya hanya berkomunikasi melalui media sosial. Ada pula yang mungkin sudah saling mengenal secara digital, tetapi belum banyak bertemu secara langsung. Touring menjadi ruang untuk mengubah hubungan tersebut menjadi interaksi nyata. 

Ketua Umum NRC, Bro Aden, menyebut kegiatan tersebut memang tidak dibuat untuk mengejar sesuatu yang berlebihan. 

“Ini merupakan touring perdana para pecinta sepeda motor NEON. Touring ini hanya kumpul-kumpul semata dan saling bersilaturahmi antar sesama pengguna, biar semakin dekat dan guyub, tidak sekadar di media sosial saja,” ujar Bro Aden. 

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa NRC ingin membangun komunitas dengan pendekatan yang lebih dekat. Letbe NEON memang menjadi kesamaan para anggota, tetapi hubungan yang ingin dibangun tidak berhenti pada urusan sepeda motor. 

Ketika rombongan bergerak bersama dari Grand Wisata, suasana kebersamaan mulai terasa. Perjalanan melewati Cileungsi hingga Jonggol menjadi bagian dari pengalaman pertama tersebut. 

Sesampainya di Puncak 2, para anggota kemudian berkumpul di Ki Demang Caffe and Resto. Suasana berubah menjadi lebih cair. Perjalanan yang sebelumnya diisi aktivitas berkendara berganti menjadi obrolan dan silaturahmi. 

Momen seperti ini justru sering menjadi bagian penting dalam kehidupan komunitas. Dari percakapan santai, anggota bisa semakin mengenal satu sama lain. Hubungan yang awalnya hanya berangkat dari kesamaan kendaraan perlahan berkembang menjadi hubungan pertemanan. 

NRC pun memiliki ruang untuk terus berkembang dari sini. Touring perdana dapat menjadi pijakan awal untuk menghadirkan kegiatan lain yang mempertemukan para pengguna Letbe NEON secara langsung. 

Sekitar 30 anggota yang mengikuti perjalanan tersebut menjadi bagian dari awal perjalanan komunitas. Jumlah tersebut mungkin bukan hal utama, tetapi cukup menunjukkan bahwa ada antusiasme untuk membangun aktivitas bersama. 

Yang menarik, NRC tidak mencoba menjadikan touring perdana sebagai kegiatan yang terlalu formal. Justru kesederhanaannya menjadi kekuatan. Tidak ada tekanan untuk menjadikan perjalanan sebagai ajang pencapaian. Semua berangkat dengan satu tujuan utama, yaitu berkumpul. 

Pada akhirnya, perjalanan Grand Wisata menuju Puncak 2 memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar berkendara. Rute Cileungsi dan Jonggol menjadi bagian dari perjalanan, sementara Ki Demang Caffe and Resto menjadi tempat para anggota memperpanjang obrolan dan silaturahmi. 

Bagi Neon Riders Club, touring perdana tersebut menjadi awal untuk membangun komunitas yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir di jalan dan dalam kehidupan nyata para anggotanya.  

Karena komunitas yang kuat bukan hanya dibangun dari kendaraan yang sama. Ia tumbuh dari kemauan untuk bertemu, berbagi cerita dan berjalan bersama. (*/yogi)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
OTOBanten

OTOBanten.id

OTOBanten.id merupakan Media Online Berita Otomotif Seputar Banten dan Nasional

Post A Comment: