Tangerang, 6 Agustus 2026 - PT BYD Motor Indonesia menyelenggarakan Media Tech Auto Talk dalam rangkaian
GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai forum edukasi untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Melalui sesi ini, BYD memperkenalkan filosofi electric-first yang menjadi dasar pengembangan Dual Mode (DM) Technology, sekaligus menjelaskan tiga pendekatan teknologinya, yaitu DM-i (Dual Mode Intelligent) yang berfokus pada
efisiensi, DM-p (Dual Mode Powerful) yang mengedepankan performa, serta DMO (Dual Mode Off-road) yang dirancang untuk menghadirkan kapabilitas off-road. Ketiga platform tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, mulai dari penggunaan harian yang hemat energi hingga
kebutuhan performa tinggi dan kemampuan menjelajah berbagai medan.
Teknologi Dual Mode (DM) mengintegrasikan motor listrik dan mesin pembakaran melalui sistem manajemen energi yang bekerja secara cerdas dan otomatis. Dengan menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dan
efisiensi penggunaan bahan bakar, teknologi ini dirancang untuk menghadirkan performa yang responsif,
fleksibilitas penggunaan energi, serta biaya operasional dan emisi yang lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional (ICE). Pendekatan tersebut diwujudkan melalui filosofi electric-first, yaitu konsep yang menempatkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama dalam sebagian besar kondisi berkendara.
Teknologi DM memprioritaskan penggunaan motor listrik untuk menggerakkan kendaraan, sementara mesin hybrid bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi listrik ke baterai maupun memberikan tambahan tenaga ke roda ketika diperlukan. Seluruh perpindahan mode berlangsung secara otomatis melalui sistem manajemen energi yang akan menyesuaikan dengan kondisi jalan dan kebutuhan tenaga, sehingga pengguna dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih halus, responsif, senyap, sekaligus efisien.
Karakter tersebut kemudian dirangkum dalam konsep Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit (GASS) sebagai representasi pengalaman berkendara yang ingin dihadirkan melalui teknologi DM. Sejak pertama kali diperkenalkan melalui DM 1.0 pada 2008, teknologi Dual Mode terus mengalami penyempurnaan hingga memasuki generasi kelima, DM 5.0. Setiap generasi menghadirkan peningkatan pada efisiensi sistem hybrid, performa, pengelolaan energi, serta pengalaman berkendara, sehingga teknologi Dual Mode terus berkembang untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam. Evolusi tersebut menjadi fondasi bagi BYD dalam menghadirkan berbagai pendekatan teknologi yang disesuaikan dengan karakter penggunaan yang berbeda.
Penerapan filosofi electric-first tersebut telah diwujudkan melalui BYD M6 DM, model pertama yang mengusung Dual Mode Technology di Indonesia. Kehadiran model ini turut memperkenalkan pendekatan baru
terhadap kendaraan DM sekaligus mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi mobilitas
yang menggabungkan efisiensi, performa, dan fleksibilitas dalam satu kendaraan. Perkembangan tersebut juga
menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai cara kerja dan keunggulan Dual Mode Technology, sehingga masyarakat dapat menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Selama lebih dari dua dekade, BYD menjadi salah satu pionir dalam pengembangan Dual Mode Technology yang kini telah berevolusi hingga generasi kelima. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kami dalam menghadirkan solusi elektrifikasi yang mampu menjawab beragam kebutuhan mobilitas. Di Indonesia, kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap teknologi ini, yang tercermin dari lebih dari 4.000 pemesanan BYD M6 DM sejak diperkenalkan. Respons tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya semakin terbuka terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk memahami teknologi yang mendasarinya. Karena itu, kami ingin memperluas pemahaman mengenai filosofi electric-first, cara kerja Dual Mode Technology, serta karakter masing-masing platform, sehingga masyarakat dapat mengenal berbagai pendekatan elektrifikasi dan menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka," jelas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Dengan fondasi tersebut, BYD mengembangkan teknologi Dual Mode ke dalam tiga pendekatan yang dirancang
untuk karakter penggunaan yang berbeda. DM-i (Dual Mode Intelligent) dikembangkan bagi pengguna yang
mengutamakan efisiensi energi dan kenyamanan untuk mobilitas sehari-hari. DM-p (Dual Mode Powerful) menghadirkan performa dan akselerasi yang lebih tinggi dengan tetap mempertahankan efisiensi energi.
Sementara DMO (Dual Mode Off-road) adalah teknologi yang dirancang untuk menghadapi berbagai karakter jalan Off-road melalui kombinasi performa tinggi, struktur kendaraan yang kokoh, dan kemampuan jelajah yang lebih luas.
DM-i: Efisiensi untuk Mobilitas Sehari-hari
Sebagai salah satu pendekatan dalam platform teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) dikembangkan bagi
pengguna yang mengutamakan efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa berkendara. Mengusung filosofi electric-first, DM-i menempatkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama, sementara mesin hybrid bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi listrik maupun memberikan tambahan tenaga ke roda ketika diperlukan. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui integrasi 3 komponen utama, yaitu mesin hybrid, Electric Hybrid System (EHS), Blade Battery, yang bekerja sebagai satu sistem untuk menghadirkan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik sekaligus mempertahankan fleksibilitas
perjalanan jarak jauh.
Salah satu komponen utama pada platform DM-i adalah mesin hybrid 1.5L naturally aspirated yang efisien, dimana efisiensi termal dapat dicapai hingga 46.06%, salah satu yang tertinggi pada mesin produksi massal di dunia. Pencapaian tersebut didukung oleh berbagai inovasi, termasuk rasio kompresi 16:1, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Intelligent Split Cooling Technology, serta algoritma knock control yang bekerja menjaga stabilitas pembakaran pada rasio kompresi ultra-tinggi, sehingga mesin ini dapat memakai bensin dengan Research Octane Number (RON) rendah atau minimum RON 92. Seluruh teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan proses pembakaran, mengurangi kehilangan energi, sekaligus meningkatkan efisiensi termal mesin.
Kinerja mesin kemudian dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS), sebuah sistem penggerak listrik yang
mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, single-gear reducer, direct-drive clutch, serta sistem pendingin oli ke dalam satu unit yang lebih ringkas. Integrasi tersebut mampu mengurangi bobot dan volume sistem hingga sekitar 30%, sehingga meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga sekaligus menghasilkan respons akselerasi yang lebih baik. Melalui sistem ini, sebagian besar perjalanan dapat dilakukan menggunakan motor listrik, sehingga kendaraan mampu menghadirkan karakter berkendara yang responsif, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik (EV), sekaligus mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi. Berdasarkan simulasi internal BYD, dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, BYD M6 DM yang menggunakan platform DM-i memiliki potensi efisiensi konsumsi bahan bakar hingga mencapai 65 km/L untuk simulasi uji coba perjalanan sejauh sekitar 150 kilometer yang sudah dilakukan secara internal.
DM-p: Performa Tinggi untuk Pengalaman Berkendara yang Lebih Dinamis
Jika Teknologi DM-i berfokus pada efisiensi, teknologi DM-p (Dual Mode Powerful) dirancang bagi pengguna
yang menginginkan performa tinggi. Dengan penambahan motor listrik di bagian belakang (Rear Powertrain Assembly), DM-p mengadopsi konfigurasi sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dengan motor listrik pada roda depan dan belakang yang mampu mendistribusikan tenaga yang tinggi ke seluruh bagian roda. Pendekatan ini menghasilkan akselerasi yang lebih responsif, traksi yang lebih baik, serta stabilitas berkendara yang tetap terjaga pada berbagai kondisi jalan.
Pada kendaraan yang menggunakan platform DM-p, BYD mengadopsi mesin hybrid 1,5L Turbo yang dirancang
untuk menghadirkan performa lebih tinggi. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 115 kW (156 PS), torsi maksimum 225 Nm, serta efisiensi termal hingga 45,3%. Selain menghadirkan performa yang lebih tinggi, platform DM-p juga dirancang agar pengemudi tetap memperoleh pengalaman berkendara yang
halus dan nyaman melalui pengelolaan tenaga yang berlangsung secara otomatis. Sistem akan menentukan kombinasi penggunaan motor listrik dan mesin sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan tenaga.
DMO: Menghadirkan Kapabilitas Off-road untuk Berbagai Karakter Kontur Jalan
Melalui DMO (Dual Mode Off-road), BYD memperluas penerapan filosofi electric-first ke segmen kendaraan yang dirancang untuk menghadapi beragam karakter perjalanan, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga penjelajahan di berbagai kondisi jalan. Dalam ekosistem BYD Group, teknologi ini direpresentasikan salah satuya melalui model-model dari DENZA, merek premium BYD, seperti DENZA B5 dan DENZA B8.
Berbeda dengan kendaraan off-road konvensional yang umumnya mengandalkan mesin sebagai sumber penggerak utama, DMO tetap menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara itu, mesin
bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi atau memberikan tambahan tenaga ketika dibutuhkan. Pendekatan ini menghadirkan respons yang cepat, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik, tanpa mengurangi kapabilitas ketika menghadapi medan yang lebih menantang.
Untuk mewujudkan kemampuan tersebut, BYD mengembangkan arsitektur khusus DMO yang mengintegrasikan World’s First Front Longitudinal Electric Hybrid System (EHS), mesin hybrid longitudinal 1.5L turbo, serta motor belakang yang dirancang untuk menghadapi berbagai karakter medan. Teknologi tersebut dipadukan dengan Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body untuk menghasilkan struktur kendaraan dengan kekakuan bodi lebih tinggi. Peningkatan torsional rigidity hingga 38 persen membantu menghadirkan stabilitas yang lebih baik, pengendalian lebih presisi, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi saat melintasi beragam kondisi jalan. DMO juga dilengkapi dengan berbagai Terrain Modes yang menyesuaikan distribusi tenaga dan karakter pengendalian berdasarkan kondisi permukaan jalan, mulai dari Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, hingga Wading Mode.
Melalui penerapannya pada DENZA B5 dan DENZA B8, DMO menunjukkan bahwa filosofi electric-first tidak hanya menghadirkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari, tetapi juga mampu mendukung kendaraan premium dengan performa, ketangguhan, stabilitas, dan kenyamanan di berbagai medan.
Efisiensi yang Mendukung Biaya Kepemilikan
Selain menghadirkan peningkatan dari sisi performa dan pengalaman berkendara, pengembangan Teknologi Dual Mode juga dirancang untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.
Melalui kombinasi motor listrik sebagai penggerak utama, sistem manajemen energi yang cerdas, serta mesin hybrid berefisiensi tinggi, teknologi ini mampu membantu menekan biaya operasional dibandingkan kendaraan ICE.
Melalui kombinasi motor listrik sebagai penggerak utama dan sistem manajemen energi yang cerdas, kendaraan dengan teknologi DM-i dirancang untuk membantu menekan biaya operasional dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran konvensional. Berdasarkan simulasi internal BYD dengan basis perbandingan terhadap kendaraan konvensional bermesin 1.500 cc pada segmen yang setara, teknologi DM-i berpotensi menghadirkan penghematan biaya operasional hingga sekitar 60%. Sementara itu, berdasarkan hasil pengujian konsumsi bahan bakar yang dilakukan oleh media nasional, efisiensi biaya operasional bahkan mencapai sekitar 66%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa performa teknologi DM-i dalam penggunaan nyata mampu melampaui proyeksi efisiensi yang diperoleh melalui simulasi internal BYD.
Selain efisiensi penggunaan energi, platform DM-i juga dirancang untuk membantu menurunkan total cost of
ownership (TCO) melalui interval perawatan yang lebih panjang serta berkurangnya komponen yang memerlukan perawatan rutin. Dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin hybrid yang bekerja secara lebih efisien, frekuensi kerja mesin pembakaran dapat dikurangi sehingga membantu menekan kebutuhan perawatan berkala. Melalui simulasi biaya perawatan selama 3 tahun pertama penggunaan, kendaraan DM-i diperkirakan dapat menghemat biaya perawatan hingga sekitar 30% dibandingkan kendaraan ICE pada kelas yang sama.
“Seiring berkembangnya kendaraan energi baru, masyarakat kini dihadapkan pada berbagai pilihan teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri. Karena itu, kami percaya inovasi harus berjalan beriringan dengan edukasi. Melalui Media Tech Auto Talks, kami ingin membantu menjelaskan bagaimana filosofi electric-first diterapkan melalui Dual Mode Technology, sekaligus menunjukkan bagaimana setiap platform dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang berbeda. Kami berharap pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat menentukan solusi mobilitas berdasarkan kebutuhan penggunaan mereka,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Komitmen BYD Mengembangkan Teknologi Kendaraan Energi Baru Melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan energi baru tidak harus ditempuh melalui satu pendekatan teknologi saja. Dengan mengembangkan tiga platform yang memiliki karakter berbeda, yaitu DM-i untuk efisiensi penggunaan sehari-hari, DM-p untuk menghadirkan performa berkendara yang lebih tinggi, serta DMO untuk berbagai karakter medan, BYD menghadirkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi setiap pengguna.
Pendekatan tersebut mencerminkan komitmen BYD untuk terus mengembangkan teknologi kendaraan energi baru yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang terus
berkembang. Melalui pengembangan teknologi yang berkelanjutan, BYD ingin memberikan lebih banyak pilihan solusi elektrifikasi tanpa mengorbankan efisiensi, performa, maupun kenyamanan berkendara.
Sejalan dengan komitmen tersebut, BYD akan terus memperkuat berbagai inisiatif edukasi dan kolaborasi bersama media, komunitas, institusi pendidikan, pelanggan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas pemahaman mengenai kendaraan energi baru di Indonesia. Dengan semakin luasnya literasi terhadap berbagai pendekatan elektrifikasi, masyarakat diharapkan dapat menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan penggunaan mereka.(*/Yogi)

Post A Comment: