Jakarta - Ketidakpastian perekonomian global masih tinggi seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Konflik tersebut telah mengganggu pasokan energi dan aktivitas perdagangan global, sehingga mendorong kenaikan harga komoditas, meningkatkan tekanan inflasi, serta menahan prospek pertumbuhan ekonomi global. Dampaknya turut dirasakan Indonesia melalui meningkatnya volatilitas pasar keuangan, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, serta kenaikan biaya impor. Sebagai respons atas kondisi tersebut, Bank Indonesia secara bertahap menaikkan BI-Rate sebesar total 100 bps hingga mencapai 5,75% pada Juni 2026.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi tersebut, industri otomotif mencatatkan pertumbuhan penjualan yang positif sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru tumbuh sebesar 10% menjadi 3,3 juta unit. Sementara itu, penjualan ritel mobil baru meningkat sebesar 11% menjadi 434 ribu unit pada semester I 2026.

Pembiayaan Adira Finance Tumbuh Solid pada Semester I 2026

Sejalan dengan pertumbuhan otomotif, turut mencatatkan kinerja positif sepanjang semester 2026. Pembiayaan baru Perusahaan tumbuh sebesar 18% (yoy) menjadi Rp23,1 triliun. Pertumbuhan tersebut terjadi secara merata pada seluruh segmen pembiayaan, baik otomotif maupun non-otomotif.

Pada periode yang sama, piutang pembiayaan yang dikelola meningkat sebesar 7% (yoy) menjadi Rp64,9 triliun. Sejalan dengan peningkatan skala bisnis tersebut, Adira Finance terus mengoptimalkan jangkauan operasional dan kualitas layanan melalui 844 jaringan usaha, yang terdiri atas kantor cabang dan kantor satelit, untuk melayani 2,6 juta konsumen di seluruh Indonesia.

Ke depan, Adira Finance akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penyaluran pembiayaan yang selektif dan disiplin. Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyampaikan bahwa Perusahaan akan tetap mengutamakan kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang prudent, serta mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

Profitabilitas Meningkat Seiring Kinerja Bisnis yang Solid
Dari sisi keuangan, total pendapatan Perusahaan meningkat sebesar 9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp6,5 triliun, didukung oleh peningkatan rata-rata aset yang dikelola. Sementara itu, beban pendanaan menurun sebesar 6% (yoy), dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai turun sebesar 13% (yoy) menjadi Rp1,16 triliun. Secara keseluruhan, laba bersih Perusahaan tumbuh sebesar 37% (yoy) menjadi Rp1,1 triliun.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyampaikan bahwa pertumbuhan laba bersih Perusahaan didukung oleh kinerja bisnis yang solid serta pengelolaan biaya yang disiplin, sehingga kenaikan biaya tetap terjaga di bawah pertumbuhan pendapatan. Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas aset dan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga, dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan efisiensi biaya guna mempertahankan profitabilitas. (*/yogi)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
OTOBanten

OTOBanten.id

OTOBanten.id merupakan Media Online Berita Otomotif Seputar Banten dan Nasional

Post A Comment: