Serang - Memasuki pertengahan tahun 2026, pasar otomotif tanah air dihadapkan pada sejumlah tantangan eksternal, mulai dari ketidakpastian kondisi global hingga pergeseran prioritas pengeluaran masyarakat jelang tahun ajaran baru sekolah dan momentum Idul Adha. Menghadapi situasi tersebut, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) Penancangan Serang bergerak taktis dengan menerapkan strategi "jemput bola" guna menjaga stabilitas penjualan.

Kepala Cabang DIPO Penancangan Serang, Irwan Sutopo, mengungkapkan bahwa dinamika pasar saat ini memang memicu penurunan pada jumlah konsumen yang datang langsung ke showroom (walk-in customer). Kendati demikian, pihak diler tidak tinggal diam dan memilih untuk lebih agresif memaksimalkan aktivitas di luar ruangan.

"Kami menyadari adanya indikator penurunan konsumen yang datang langsung ke diler. Oleh karena itu, dalam kondisi sekarang, kami harus lebih banyak jemput bola melalui berbagai outdoor activity," ujar Irwan saat ditemui di Serang.

Pihak DIPO Penancangan Serang tercatat gencar menggelar pameran berkala, di antaranya pameran di Mitra 10 Serang yang baru saja rampung pada 17 Juni kemarin, yang kemudian akan dilanjutkan di Mall of Serang (MOS) pada minggu ketiga hingga akhir Juni ini. Selain pameran di pusat perbelanjaan, strategi pameran mini atau open table juga menyasar titik-titik strategis di wilayah Serang dan sekitarnya, seperti kawasan KP3B, CitraLand, hingga Alun-Alun Kota Serang, termasuk melirik potensi di kawasan industri Cilegon.

Kenaikan Harga yang Terkompensasi Program Diskon
Terkait adanya penyesuaian harga di awal Juni, Irwan menjelaskan bahwa sejumlah varian andalan Mitsubishi seperti Pajero Sport, Xpander, Triton, hingga L300 memang mengalami kenaikan harga yang variatif berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp 15 juta. Namun, konsumen diimbau tidak perlu khawatir karena kenaikan tersebut langsung diredam oleh program subsidi dan kompensasi dari Agen Pemegang Merek (APM).

"Kenaikan harga tersebut sebenarnya terkompensasi oleh program yang kami sediakan. Sebagai contoh, untuk Xpander yang naik Rp3 juta, saat ini ada program kompensasi Subsidi BBM dari APM berupa tambahan diskon sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Jadi, dari sisi harga sebenarnya tidak terlalu berdampak berat ke konsumen," jelasnya.

Kompensasi serupa juga berlaku kuat pada segmen SUV premium, Pajero Sport. Model ini mendapatkan subsidi khusus BBM senilai Rp10 juta, yang jika diakumulasikan dengan program varian tertentu bisa mencapai total kompensasi hingga Rp13 juta dalam bentuk potongan harga. 

Komposisi Penjualan Berimbang dan Segmen Pajero yang Resisten
Sejauh ini, lini Xpander dan Xpander Cross tetap memimpin sebagai kontributor utama penjualan di DIPO Penancangan Serang. Menariknya, performa penjualan Pajero Sport terpantau tetap kokoh dan resisten terhadap isu fluktuasi harga bahan bakar. Menurut Irwan, loyalis Pajero Sport memiliki karakteristik konsumen tersendiri yang tidak terlalu sensitif terhadap isu BBM, terlebih dengan adanya dukungan subsidi puluhan juta dari diler. 

Selain memanjakan calon pembeli mobil baru dengan bonus paket aksesori orisinal (seperti talang air, hood emblem, dan muffler cutter senilai Rp1,5 juta untuk pembelian Xpander), DIPO Penancangan Serang juga memperkuat layanan purnajualnya. Selama bulan Juni, mereka menyediakan program Free Chemical (gratis oli hingga cairan pendingin radiator) bagi 10 pelanggan pertama yang melakukan booking service dan pengerjaan tune-up berkala setiap minggunya.

Melalui sinergi program kompensasi harga yang matang serta keaktifan tim pemasaran di lapangan, Irwan optimistis pasar otomotif di Banten akan kembali menunjukkan tren penguatan positif di paruh kedua tahun ini. (yogi)
OTOBanten

OTOBanten.id

OTOBanten.id merupakan Media Online Berita Otomotif Seputar Banten dan Nasional

Post A Comment: