Jakarta, 12 JANUARI 2026 – Seiring persaingan teknologi kendaraad yang semakin ketat di pasar global, jarak tempuh yang dapat diandalkan menjadi salah satu faktor utama dalam menilai kepraktisan sebuah SUV hybrid. Berkat pengujian nyata di 16 negara di kawasan Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, JAECOO J7 SHS-P menunjukkan performa jarak jauh yang relevan untuk berbagai kondisi berkendara sehari-hari, mulai dari penggunaan di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh lintas negara.
“Begitupun bagi konsumen di Indonesia, kendaraan hybrid tidak hanya harus efisien, tetapi juga fleksibel untuk berbagai kebutuhan berkendara, mulai dari aktivitas harian di kota hingga perjalanan jarak jauh antarkota,” ujar Business Unit Director, JAECOO Indonesia, Jim Ma. “Pendekatan inilah yang kami bawa melalui J7 SHS-P, dengan teknologi yang dirancang untuk penggunaan nyata, yang telah dibuktikan melalui uji nyata di berbagai negara.”
Pengujian di 16 Negara Secara Global Tunjukkan Performa Jarak Tempuh hingga 1.200 km dalam Kondisi Jalan Beragam
Dengan jarak tempuh komprehensif hingga 1.200 km berdasarkan standar WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure), J7 SHS-P mencatatkan capaian jarak tempuh yang kompetitif di segmen SUV hybrid di kelasnya. Hasil tersebut diperkuat melalui pengujian di berbagai wilayah dunia dengan kondisi jalan dan pola penggunaan yang beragam, di mana performa jarak tempuhnya secara konsisten melampaui standar pencapaian.
Hal ini tercermin dari rangkaian pengujian independen di berbagai wilayah dunia, di mana J7 SHS-P mencatatkan jarak tempuh hingga 1.353 km dalam pengujian di Inggris, 1.294 km pada kondisi suhu tinggi di Afrika Selatan, serta mencapai 1.427,5 km dalam pengujian jarak jauh di kawasan Asia Tenggara.
Capaian tersebut bahkan meningkat hingga 1.613,1 km dalam pengujian jarak jauh di Meksiko, menunjukkan konsistensi efisiensi J7 SHS-P di beragam iklim dan karakter jalan. Dalam penggunaan sehari-hari, performa jarak tempuh yang dihasilkan juga secara konsisten melampaui angka resmi, memperkuat relevansi efisiensi J7 SHS-P dalam kondisi berkendara nyata.
Data tersebut diperoleh dari berbagai kondisi berkendara, seperti penggunaan harian, kemacetan perkotaan, perjalanan di jalan tol, tanjakan berkelanjutan, serta perbedaan suhu ekstrem, bukan dari lintasan uji tertutup. Di balik hasil tersebut terdapat keunggulan sistematis SHS Super Hybrid System, yang merupakan hasil kerja sinergis antara mesin hybrid khusus dengan efisiensi termal 44,5 persen, transmisi hybrid dengan efisiensi transmisi EV puncak hingga 98,5 persen, motor listrik berperforma tinggi 150 kW/310 Nm, serta sistem manajemen energi yang cerdas. Sinergi ini menjadikan J7 SHS-P memiliki kesiapan yang menyeluruh untuk pengujian penggunaan nyata di berbagai kondisi global.
Satu Tangki untuk Mobilitas dari Antarkota hingga Antarnegara
Bagi pengguna global, jarak tempuh tidak hanya soal seberapa jauh kendaraan dapat melaju, tetapi juga tentang kebebasan dari keterbatasan titik pengisian daya. Dalam konteks inilah J7 SHS-P memperluas cakupan penggunaan SUV hybrid, mulai dari kebutuhan berkendara harian hingga perjalanan jarak jauh lintas negara.
Kemampuan berkendara listrik murni hingga 90 km mendukung aktivitas sehari-hari di area perkotaan, sementara untuk perjalanan jarak jauh dan antarkota, konsumsi bahan bakar dalam mode jarak jauh berada di kisaran 6 liter per 100 km, menawarkan efisiensi biaya operasional dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Dengan jarak tempuh lebih dari 1.200 km, J7 SHS-P juga memberikan fleksibilitas untuk perjalanan lintas negara tanpa kekhawatiran terhadap keterbatasan daya.
Di Eropa, satu tangki bahan bakar memungkinkan perjalanan dari Paris ke Berlin; di Arab Saudi, rute Riyadh menuju Dammam dapat ditempuh tanpa perlu berhenti untuk pengisian ulang. Sementara itu, di wilayah alam Afrika Selatan dengan suhu tinggi, kendaraan tetap mampu mempertahankan performa dan output daya secara konsisten.
Performa Tetap Kuat Tanpa Mengorbankan Tenaga
Dalam pengujian jangka panjang, performa J7 SHS-P tercatat tetap terjaga meski daya baterai berada di level rendah, kondisi yang kerap memicu penurunan tenaga pada kendaraan hybrid. Berkat sistem penggerak ganda, J7 SHS-P mampu mempertahankan output tenaga secara konsisten dengan daya gabungan hingga 165 kW, akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik, serta kemampuan manuver hingga 80 km/jam pada uji moose test. Performa tersebut tetap stabil di berbagai kondisi ekstrem, termasuk suhu tinggi, suhu dingin ekstrem, maupun di wilayah berketinggian.
Saat digunakan di jalan bersalju Norwegia maupun di bawah teriknya cuaca Afrika Selatan, serta di jalur pedesaan Inggris dan lintasan berkerikil di Arab Saudi, J7 SHS-P tetap menunjukkan kemampuan akselerasi, menanjak, dan menyalip yang konsisten. Dalam pengujian jangka panjang, kestabilan performa ini menjadi kesan yang terus berulang.
Kemampuan Hemat Energi untuk Fleksibilitas dalam Perjalanan
Selain performa dan jarak tempuh, J7 SHS-P juga menawarkan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas melalui dukungan aktivitas luar ruang selama perjalanan. Kemampuan suplai daya eksternal hingga 3,3 kW memungkinkan kendaraan digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat seperti mesin kopi, kompor induksi, lampu kemah, hingga proyektor secara bersamaan. Fitur mode camping satu sentuhan memudahkan pengaturan kendaraan saat parkir atau beristirahat, sementara pasokan daya yang stabil dan pengoperasian yang senyap memastikan kenyamanan tetap terjaga, termasuk saat digunakan pada malam hari atau ketika kendaraan berhenti dalam waktu lama.
Fitur-fitur ini tidak hanya ditujukan untuk kondisi ekstrem, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas luar ruang yang kerap dilakukan, seperti berkemah di akhir pekan, bersantai di pantai, atau berhenti sejenak dalam perjalanan jarak jauh.
Dalam rangkaian pengujian di 16 negara, J7 SHS-P kerap digambarkan sebagai SUV hybrid yang memberi keleluasaan lebih ketika beraktivitas.
Dari Juara Jarak Tempuh Menuju SUV Hybrid Global
Pengujian ketahanan di 16 negara tidak hanya mengkonfirmasi jarak tempuh dan performa, tetapi juga menunjukkan kelayakan serta kestabilan teknologi SHS Super Hybrid untuk digunakan secara global sebagai solusi kendaraan energi baru. Seiring meningkatnya perhatian terhadap mobilitas ramah lingkungan, J7 SHS-P membangun nilai baru di segmen hybrid melalui konsumsi energi yang lebih efisien, jarak tempuh yang lebih panjang, tenaga yang tetap kuat, serta kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi. Melalui pendekatan ini, J7 SHS-P tidak sekadar mencatat jarak tempuh, tetapi memperluas batas kemampuan SUV hybrid di tingkat global. (*/yogi)

Post A Comment: