TRENDING NOW


JAKARTA - Penyegaran produk kembali dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) pada salah satu produk sport-nya yakni CB150R StreetFire. Ubahan melalui grafis dan desain stripe diklaim membuat tampilannya kian menonjolkan kesan gagah dan agresif.

Desain stripe dengan garis tajam nan simpel disematkan pada varian warna Macho Black tipe Standar. Sentuhan berbeda pada tampilan juga terlampir untuk varian Special Edition (SE) yang menghadirkan warna Razor White.

Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya mengatakan bahwa penyegaran tampilan ini bertujuan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pecinta naked sport bike di Indonesia.

“Model ini terus diperbaharui agar sejalan dengan tren terkini yang menginspirasi AHM dalam melakukan pengembangan,” tambah Thomas, dalam siaran resminya, Rabu (14/8/20019).
New Honda CB150R StreetFire varian Special Edition dengan kelir Razor White.
Adapun kelengkapan fitur yang telah ada sebelumnya tetap dipertahankan, mulai dari lampu LED di semua sistem pencahayaan, panel indikator digital plus passing lamp, aplikasi rangka teralis dengan aluminium engine hanger, serta wavy disc brake untuk pengeraman depan berdiameter 276 mm dan belakang 220 mm.

Untuk mesin tetap mengusung konfigurasi 150 cc DOHC 4 katup, 6 kecepatan, berpendingin cairan (liquid-cooled). Akselerasi yang diklaim mampu mencapai 10,5 detik (0-200 m).

Model ini pun dapat dipacu hingga 125 km/jam, sementara tingkat konsumsi bahan bakar diklaim irit dengan metode ECE R40 mencapai 40,5 km/l atau metode pengetesan EURO 3.

New CB150R StreetFire SE hadir dengan empat warna yakni Honda Racing Red, Raptor Mat Black, Fury Mat Red dan warna baru Razor White dipasarkan Rp28,581 juta.

Sementara untuk New CB150R StreetFire varian Standar menyediakan warna Macho Black yang dijual dengan banderol OTR DKI Jakarta Rp 27,481 juta. (*/YGI)

JAKARTA - Sebagai bagian dari apresiasi kepada para konsumen setianya, PT Yamaha Indonesia Motor Maufacturing (YIMM) menggelar program nonton gratis MotoGP bertajuk ‘Yamahalube Goes to MotoGP’.

Bagi konsumen pemilik motor Yamaha khususnya para pecinta MotoGP, ini jadi kesempatan emas yang sangat langka untuk didapatkan, terutama untuk Anda yang rajin melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Yamaha.

Program ini mengajak konsumen pengguna setia oli Yamalube untuk melihat langsung semangat Valentino Rossi dan kegigihan Maverick Vinales berlaga di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang dan Sirkuit Sepang, Malaysia.

Cara mengikuti program ini sangat mudah, cukup dengan melakukan pembelian salah satu dari beragam tipe oli Yamalube pada periode Agustus hingga September 2019.

Adapun tipe oli mesin Yamalube terdiri dari Silver, Sport, Gold, Matic, Power Matic, Super Matic, Super Sport dan RS4GP. Setelah itu mengisi data diri dan upload invoice/tanda bukti pembelian pada link www.yamalube-promo.com.

Pendaftaran bisa dilakukan lebih dari satu kali dengan menunjukkan bukti pembelian Yamalube, sehingga kesempatan tersebut sangat terbuka luas. Syarat lainnya yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki tanda pengenal (KTP/SIM).

Pengundian pemenang dilakukan dalam dua periode, dan jika konsumen tidak beruntung di periode 1, bisa diikutsertakan kembali di periode 2. Pengundian periode 1 digelar pada 9 September 2019 untuk hadiah nonton langsung MotoGP Jepang.

Sementara periode 2 dilakukan pada 10 Oktober, untuk menentukan siapa pemenang nonton langsung MotoGP Malaysia. Nama-nama pemenang akan diumumkan di website dan media sosial resmi Yamaha.

”Program Yamalube Goes to MotoGP ini tentunya menjadi kesempatan bagus buat mewujudkan keinginan nonton MotoGP langsung di dua sirkuit ternama di dunia itu,” pungkas Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT YIMM. (*/dp/ygi)

JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berhasil meningkatkan pangsa pasar secara nasional sepanjang periode Januari – Juli 2019, ditengah terpuruknya pasar otomotif selama periode tersebut.

Pada periode itu, penjualan otomotif nasional mencatatkan angka 570 ribu unit untuk wholesales, turun sekitar 13,7%, sementara retail sales meraih angka 587 ribu unit, juga merosot hingga 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan hasil itu, Daihatsu mampu bertahan ditengah himpitan pasar otomotif yang melemah, dengan peningkatan pangsa pasar baik wholesales (17,5%) maupun retail sales (17,2%).

Daihatsu Sigra masih menjadi kontributor terbesar penjualan sepanjang Januari-Juli 2019
Meski begitu, Daihatsu tidak menampik mengalami penurunan penjualan sepanjang periode itu, bila dibandingkan tahun sebelumnya, di mana total retail sales mencapai 100.831 unit, dan whole sales sebesar 100.036 unit (112.983 unit/2018).

Dari kedua perolehan penjualan itu, Sigra masih mendominasi penjualan. Selama periode Januari-Juli, Daihatsu Sigra terjual secara retail sebanyak 29.923 unit (30%), diikuti Gran Max (PU) 19.658 unit (19%), dan Xenia 14.102 unit (14%).

Untuk penjualan retail Ayla, dan Terios berada di kisaran angka lebih dari 12 ribu unit dengan kontribusi sekitar 12-14%. Disusul oleh Gran Max (MB) 8.256 unit (8%) dan kombinasi Luxio, Sirion, Hi-Max sebanyak 3.007 unit (3%).

“Di tengah lesunya pasar mobil Indonesia yang turun 11,1%, kami bersyukur Daihatsu turun hanya 9,6%, sehingga secara market share Daihatsu naik 0,3% menjadi 17,2%,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT ADM. (*/dp/ygi)

JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dianugerahi penghargaan dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok pada ajang KPU Awards 2019, Rabu (14/8/2019) kemarin.

Apresiasi dalam rangka HUT KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok ke-12, menobatkan Suzuki sebagai salah satu nominator Non Mitra Utama (MITA) Non Authorized Economic Operator (AEO) terbaik.

Hady Surjono Halim, Head of Export Import PT SIS mengapresiasi apa yang diberikan oleh lembaga pemerintah tersebut, sekaligus membuktikan bahwa Suzuki telah mematuhi peraturan pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk semakin meningkatkan kinerja demi mendukung kerja sama yang semakin baik dengan pemerintah, khususnya dengan KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok,” kata Hady.


Terpilihanya Suzuki sebagai nominator Non MITA Non AEO terbaik karena dinilai patuh terhadap peraturan dan mendukung pemerintah dalam hal kebijakan ekspor impor.

Suzuki merupakan perusahaan yang patuh administrasi kepabeanan karena secara rutin memberikan laporan yang benar dan diserahkan tepat waktu sesuai dengan ketentuan KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Selain patuh administrasi, Suzuki juga dinilai memiliki dwelling time (waktu tinggal) yang singkat dan memenuhi ketentuan waktu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, melalui kegiatan ekspor-impor, Suzuki turut berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui pembayaran pajak yang tepat waktu.

“Kami berkomitmen untuk selalu patuh dan mendukung berbagai peraturan pemerintah sehingga kehadiran Suzuki di Indonesia dapat memberi kontribusi yang besar bagi perekonomian bangsa,” tutup Hady. (*/dp/yogi)

JAKARTA -  PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, melanjutkan program kepedulian sosial (CSR) melalui ‘We Care, We Share’.

Bentuknya, penyerahan bantuan perbaikan sarana pendidikan kepada MTs/MA Nurul Islam yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, 9 Agustus lalu.


Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat Tsunami yang terjadi di wilayah pesisir Lampung dan Banten di penghujung tahun 2018 silam.

Dalam proses rekonstruksi bangunan sekolah, KTB menggandeng Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang didukung oleh PT Lautan Berlian Utama Motor dan PT Budi Berlian Motor selaku dealer resmi Mitsubishi Fuso di wilayah Lampung.


Adapun renovasi yang dilakukan berupa membangun kembali ruang sekolah, serta perbaikan ringan untuk beberapa ruang kelas dan fasilitas lainnya yang rusak di sekolah tersebut.

KTB kembali melibatkan volunteer sebanyak 30 orang yang merupakan Karyawan dan Manajemen dari KTB dan Dealer, untuk melakukan penanaman bibit tanaman produktif serta menghadirkan keceriaan dan kebahagiaan dengan para murid melalui permainan interaktif di kelas.


Dalam pidato sambutannya, Presiden Direktur KTB, Atsushi Kurita, mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu wujud perhatian KTB untuk dunia pendidikan dan anak-anak di Indonesia.

“Melalui program ini, KTB berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan di berbagai wilayah Indonesia,” lanjut Kurita.

KTB berharap semoga bantuan perbaikan gedung sekolah ini dapat membangkitkan kembali semangat belajar mengajar dari para guru dan siswa setelah musibah yang melanda untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*/ist/ygi)


CILEGON - ADV150 dibekali suspensi depan teleskopik yang lebih panjang dari skutik biasa, mencapai 130mm di depan. Bantingannya terasa empuk bahkan ketika menghajar sejumlah speed trap di area test ride. Gejala bottoming pada suspensi pun sama sekali tak terjadi di ADV150.

Rasanya membawa motor ini ke trek tanah sekali-kali mungkin bakal menyenangkan.
Sementara di bagian belakang, ADV150 menggunakan suspensi ganda dengan sub-tank yang memiliki tinggi 120mm. Ketika dipakai seorang test rider berbobot 85 kg, bantingan suspensi rasanya masih agak keras. Mungkin performa akan terasa pas saat buat berboncengan.

Meski begitu, secara keseluruhan bantingan yang empuk tetap berimbas baik pada handling motor waktu dipakai bermanuver. Walaupun area pengetesan terbatas, bermanuver zigzag dengan motor ini terasa anteng dan lincah, serta tak terasa gejala 'mantul-mantul.'

Posisi setang yang lebar dan diposisikan agak tinggi selain membuat posisi rileks saat cruising di jalan juga membuatnya lincah bermanuver. Hal ini karena posisi tangan lebih santai dan tidak terhalang badan pengendara, sehingga mempermudah handling.


Memandang ke arah setang, pengendara akan dapat melihat langsung panel indikator canggih dengan motif negative display. Untuk kemudahan berkendara, layar itu menampilkan informasi antara lain indikator aki, indikator suhu di sekitar, konsumsi bahan bakar rata-rata, konsumsi bahan bakar instan, indikator penggantian oli mesin, jam, tanggal, serta trip meter.

Untuk memudahkan pengguna yang butuh proteksi dari hembusan angin depan, ADV150 menyediakan Two Step Adjustable Windscreen. Fitur ini berfungsi menaik-turunkan windscreen pada dua posisi secara manual. Meski tidak menggunakan sistem motorized, ternyata prosesnya cukup mudah tinggal mengendurkan sebuah kenop pengunci dan menariknya.


Satu hal yang mengejutkan ialah performa ban merek Federal berukuran 110/80 R14 di depan dan 130/70 R13 di belakang. Kedua ban tersebut ternyata cukup 'menggigit' saat dipakai di area test ride. Gejala-gejala selip ketika masuk dan keluar tikungan sama sekali tak terasa. Alhasil, pengendara bisa lebih percaya diri untuk melakukan cornering.

Soal dapur pacu, ADV150 dibekali mesin yang sama dengan PCX, yaitu mesin berkapasitas 149,3 cc SOHC bertenaga 14,5 dk pada 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm. Namun, sejak putaran bawah tenaga motor ini terasa lebih mengisi ketimbang "saudaranya".

Hal ini tak mengherankan. Di atas kertas, memang ada perbedaan output jika dibandingkan dengan PCX. ADV150 mencatat tenaga 14,7 dk dan torsi 13,2 Nm pada 6.500 rpm. Honda seperti merancang ADV150 agar mampu melahap tanjakan atau gundukan kecil dengan torsi yang terasa lebih beringas sejak gas dipuntir.

Walau demikian, konsumen yang ingin mencari kenyamanan lewat motor ini rasa-rasanya masih harus berpikir dua kali. Meski posisi setang sudah cukup ideal bagi pengendara, namun posisi kaki tidak bisa "selonjor" sepenuhnya.

Kaki hanya bisa berganti posisi maju-mundur, atau naik sedikit ke sebuah pijakan yang lebih tinggi di bagian depan. Selain itu, joknya saat dipegang dan diduduki juga terasa masih sama dengan PCX yang sama-sama keras.

Bicara soal dimensi, motor ini memiliki ukuran PxLxT (1.950mm x 763mm x 1.153mm) dan bobot 132 kg (tipe CBS) serta 133 kg (tipe ABS), yang tidak berbeda jauh dengan ukuran PCX. Ketika menaiki sadel setinggi 795 mm miliknya, posisi kaki test rider Otobanten yang berpostur 170 cm masih harus sedikit berjinjit. (*/yogi)